{"id":42152,"date":"2026-05-15T04:48:55","date_gmt":"2026-05-15T04:48:55","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/15\/elina-svitolina-tantang-coco-gauff-di-final-italia-terbuka-2026\/"},"modified":"2026-05-15T04:48:55","modified_gmt":"2026-05-15T04:48:55","slug":"elina-svitolina-tantang-coco-gauff-di-final-italia-terbuka-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/15\/elina-svitolina-tantang-coco-gauff-di-final-italia-terbuka-2026\/","title":{"rendered":"Elina Svitolina Tantang Coco Gauff di Final Italia Terbuka 2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/15\/1778820247_03eb869bf2a28de40a74.jpg\" alt=\"Elina Svitolina Tantang Coco Gauff di Final Italia Terbuka 2026\"\/><figcaption>Petenis Ukraina Elina Svitolina(AFP\/Filippo MONTEFORTE)<\/figcaption><\/figure>\n<p>ELINA<b> <\/b>Svitolina berhasil mengamankan tiket final <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/italia-terbuka\" title=\"Italia Terbuka\">Italia Terbuka<\/a> 2026 setelah menumbangkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/petenis\" title=\"petenis\">petenis<\/a> nomor satu dunia, Iga Swiatek, dalam pertarungan sengit tiga set pada Jumat (15\/5) WIB. Kemenangan ini membawa petenis Ukraina tersebut kembali ke partai puncak di Roma untuk pertama kalinya sejak ia meraih gelar juara beruntun pada 2017 dan 2018.<\/p>\n<p>Svitolina menyudahi perlawanan Swiatek dengan skor 6-2, 4-6, dan 6-2 dalam durasi dua jam 14 menit. Kunci kemenangan Svitolina terletak pada ketangguhannya dalam menggagalkan peluang <em>break point<\/em> lawan.<\/p>\n<p>Setelah sebelumnya menyelamatkan 16 <em>break point<\/em> saat melawan Elena Rybakina di perempat final, ia kembali menunjukkan mental baja dengan menyelamatkan 11 dari 16 <em>break point<\/em> saat menghadapi Swiatek.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/889250\/jannik-sinner-dan-iga-swiatek-melaju-di-italia-terbuka-2026\" title=\"Jannik Sinner dan Iga Swiatek Melaju di Italia Terbuka 2026\" target=\"_blank\">Jannik Sinner dan Iga Swiatek Melaju di Italia Terbuka 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Rasanya sungguh luar biasa bisa kembali ke final setelah sekian lama. Menakjubkan bisa melakukannya dengan cara yang begitu hebat,&#8221; ujar Svitolina sebagaimana dikutip dari WTA.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Iga Swiatek tampak kesulitan menemukan ritme terbaiknya. Meski sempat mencuri set kedua, petenis Polandia itu tercatat melakukan 50 <em>unforced errors<\/em> dan hanya menghasilkan 28 <em>winner<\/em>. Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Swiatek yang selalu kalah dalam enam pertandingan tiga set terakhirnya melawan pemain peringkat 10 besar WTA.<\/p>\n<h3>Dominasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/coco-gauff\" title=\"Coco Gauff\">Coco Gauff<\/a><\/h3>\n<p>Di partai final, Svitolina akan berhadapan dengan bintang muda Amerika Serikat, Coco Gauff. Gauff melaju ke final setelah menghentikan langkah petenis veteran Rumania, Sorana Cirstea, dengan skor meyakinkan 6-4, 6-3 hanya dalam waktu 75 menit.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/888552\/jannik-sinner-melaju-di-italia-terbuka-aryna-sabalenka-dan-jasmine-paolini-tersingkir\" title=\"Jannik Sinner Melaju di Italia Terbuka, Aryna Sabalenka dan Jasmine Paolini Tersingkir\" target=\"_blank\">Jannik Sinner Melaju di Italia Terbuka, Aryna Sabalenka dan Jasmine Paolini Tersingkir<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Gauff mencatatkan statistik impresif dengan memenangi 28 pertandingan berturut-turut. Ia juga menjadi petenis Amerika Serikat termuda yang mencapai final Roma secara beruntun sejak Venus Williams pada periode 1998-1999. Tahun lalu, Gauff harus puas menjadi <em>runner-up<\/em> setelah kalah dari Jasmine Paolini.<\/p>\n<p>Berikut adalah ringkasan data pertandingan semifinal Italian Open 2026:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Pemain<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Lawan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Skor Akhir<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Durasi Pertandingan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\"><strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/elina-svitolina\" title=\"Elina Svitolina\">Elina Svitolina<\/a><\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Iga Swiatek<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">6-2, 4-6, 6-2<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">2 Jam 14 Menit<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\"><strong>Coco Gauff<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Sorana Cirstea<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">6-4, 6-3<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">1 Jam 15 Menit<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Duel Beda Generasi<\/h3>\n<p>Final yang akan digelar pada Sabtu (16\/5) ini menyajikan fakta menarik terkait selisih usia. Svitolina dan Gauff terpaut usia sembilan tahun 182 hari. Ini merupakan selisih usia terbesar dalam final Italian Open sejak duel legendaris Martina Navratilova dan Monica Seles pada 1990 silam.<\/p>\n<p>Secara rekor pertemuan (<em>head-to-head<\/em>), Svitolina unggul tipis 3-2 atas Gauff. Svitolina juga tercatat sudah dua kali mengalahkan Gauff tahun ini, yakni di Australian Open dan Dubai.<\/p>\n<p>&#8220;Saya pasti punya rencana permainan. Kami sudah sering bertemu, jadi ini bukan kejutan. Kami berdua tahu bagaimana cara kami bertarung,&#8221; tegas Svitolina menatap laga puncak tersebut. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<div style=\"background-color: #e8f4f8; padding: 15px; border-left: 5px solid #2980b9; margin: 20px 0;\"><strong>Statistik Menarik:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Svitolina menyelamatkan 11 dari 16 break point di semifinal.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Coco Gauff telah memenangi 28 pertandingan secara beruntun.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Ini adalah final ke-16 dalam karier WTA Coco Gauff.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Svitolina mengincar gelar ketiganya di Roma (sebelumnya juara 2017, 2018).<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/890529\/elina-svitolina-tantang-coco-gauff-di-final-italia-terbuka-2026\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petenis Ukraina Elina Svitolina(AFP\/Filippo MONTEFORTE) ELINA Svitolina berhasil mengamankan tiket final Italia Terbuka 2026 setelah menumbangkan petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, dalam pertarungan sengit tiga set pada Jumat (15\/5) WIB. Kemenangan ini membawa petenis Ukraina tersebut kembali ke partai puncak di Roma untuk pertama kalinya sejak ia meraih gelar juara beruntun pada 2017 dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42153,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-42152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42152"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42152\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}