{"id":42088,"date":"2026-05-15T00:27:44","date_gmt":"2026-05-15T00:27:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/15\/peni-rilis-album-30-diary-musik-alternative-rock-asal-malang\/"},"modified":"2026-05-15T00:27:44","modified_gmt":"2026-05-15T00:27:44","slug":"peni-rilis-album-30-diary-musik-alternative-rock-asal-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/15\/peni-rilis-album-30-diary-musik-alternative-rock-asal-malang\/","title":{"rendered":"Peni Rilis Album 30 Diary Musik Alternative Rock Asal Malang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/15\/1778804534_1fc9352e7fa1c4b21ab0.jpg\" alt=\"Peni Rilis Album 30: Diary Musik Alternative Rock Asal Malang\"\/><figcaption>Peni(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>UNIT<b>\u00a0<\/b><em>alternative rock\/power pop<\/em> asal Malang, <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/peni\" title=\"peni\">Peni<\/a><\/strong>, resmi merangkum perjalanan musikal satu tahun pertama mereka melalui <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/album\" title=\"Album\">album<\/a> penuh perdana bertajuk <em>30<\/em>. Dirilis di bawah naungan label <strong>Haum Entertainment<\/strong>, album berisi sepuluh lagu ini menjadi manifestasi kejujuran kolektif mereka sejak muncul di skena independen pada Januari 2025.<\/p>\n<p>Peni, yang digawangi oleh Ken Baruna (vokal\/gitar), Gilang Domisilafa (gitar), Ardian Bagus \u201cSusu\u201d (bass), dan Aldian Ibanez \u201cDibot\u201d (drum), awalnya banyak menyerap pengaruh dari spektrum <em>power pop<\/em> dan <em>alternative rock<\/em> era 90-an Amerika Serikat. Namun, dalam proses kreatifnya, mereka justru menemukan kenyamanan pada akar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/musik\" title=\"musik\">musik<\/a> pop Indonesia era 90-an hingga 2000-an.<\/p>\n<p>\u201cAwal terbentuk Peni sangat terpengaruh band power pop Amerika. Tapi selama proses pengerjaan, kami malah merasa aman dan nyaman dengan gaya lagu karya Ariel NOAH, Eross Candra, hingga Pongki Barata,\u201d ungkap Gilang mengenai pergeseran referensi musikal mereka.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/889982\/wasia-project-rilis-single-bleeding-gold-dan-umumkan-album-debut-nocturne\" title=\"Wasia Project Rilis Single Bleeding Gold dan Umumkan Album Debut Nocturne\" target=\"_blank\">Wasia Project Rilis Single Bleeding Gold dan Umumkan Album Debut Nocturne<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Arsip Emosional Menjelang Usia Kepala Tiga<\/h3>\n<p>Bagi Ken Baruna, sang vokalis sekaligus penulis lagu, album <em>30<\/em>\u00a0adalah sebuah buku harian yang terbuka. Seluruh materi yang ditulis sepanjang tahun 2025 ini merekam gejolak perasaan, mulai dari kemarahan, kesedihan, hingga rasa kesepian yang kerap muncul menjelang usia 30 tahun.<\/p>\n<p>\u201cAlbum 30 merangkum hal-hal personal yang terjadi menjelang usia 30. Bisa dianggap album ini sebagai buku diary-ku,\u201d ujar Ken.<\/p>\n<p>Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan penulis puisi Randy Levin Virgiawan alias Kempel dalam lagu pembuka <em>Allegori<\/em>\u00a0terjadi karena adanya resonansi personal yang kuat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/889291\/ballistik-boyz-rilis-ep-beat-eksplorasi-cinta-obsesif-dan-tur-jepang-2026\" title=\"BALLISTIK BOYZ Rilis EP BEAT: Eksplorasi Cinta Obsesif dan Tur Jepang 2026\" target=\"_blank\">BALLISTIK BOYZ Rilis EP BEAT: Eksplorasi Cinta Obsesif dan Tur Jepang 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; margin: 20px 0; background-color: #f9f9f9;\"><strong>Profil Produksi Album &#8220;30&#8221; &#8211; Peni<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Kategori<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Detail<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Judul Album<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">30<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Label Rekaman<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Haum Entertainment<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Produser<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Ken Baruna<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Studio Rekaman<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Rama Studio<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Mixing &amp; Mastering<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Rama Satria M.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Jumlah Lagu<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">10 Track<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Eksplorasi Lirik: Dari Kritik Sosial hingga Elegi Intim<\/h3>\n<p>Secara naratif, album ini menawarkan spektrum emosi yang luas. Lagu <em>Jakarta<\/em>\u00a0dan <em>Sama<\/em>\u00a0menangkap kegelisahan terhadap dinamika sosial yang absurd dan sentralisme perkotaan. Sementara itu, trek seperti <em>30<\/em>\u00a0dan <em>Tidur<\/em>\u00a0menyelami ruang refleksi tentang penyesalan dan tekanan hidup yang menyesakkan.<\/p>\n<p>Peni juga tetap mempertahankan sisi pop yang <em>catchy<\/em> melalui nomor <em>Gejolak Asmara Masa Muda<\/em>\u00a0dan <em>Pesta<\/em>. Sebagai penutup, lagu <em>Tentang Kepergian<\/em>\u00a0hadir sebagai elegi paling intim dengan pendekatan akustik minimalis, merawat ingatan akan kehilangan dalam sebuah harmoni yang getir.<\/p>\n<p>\u201cPeni selalu ingin terdengar sebagai band pop, meskipun musiknya agak kotor. Memilih Mas Rama untuk <em>mixing<\/em> dan <em>mastering<\/em> adalah keputusan tepat untuk mencapai suara yang kami inginkan,\u201d tambah Ken.<\/p>\n<h3>Tanpa Motivasi Heroik<\/h3>\n<p>Menariknya, Peni menegaskan bahwa album ini tidak membawa misi besar untuk mengubah dunia. Mereka hanya ingin menjadi teman bagi para pendengar yang merasakan keresahan serupa di tengah bisingnya dunia dan rapuhnya hubungan interpersonal.<\/p>\n<p>\u201cAlbum ini kami lepas bukan untuk mendorong kemajuan peradaban masa kini, tapi untuk orang-orang yang merasa sendirian. Harapan tidak pernah benar-benar putus, ia hanya sembunyi karena takut pada penilaian diri sendiri dan orang lain,\u201d pungkas Ken.<\/p>\n<p>Pasca perilisan album <em>30<\/em>, Peni memilih untuk tidak terburu-buru melakukan aktivasi besar. Para personel kembali ke rutinitas pekerjaan harian sembari perlahan mulai mencicil materi untuk album kedua di studio.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/890496\/peni-rilis-album-30-diary-musik-alternative-rock-asal-malang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peni(MI\/HO) UNIT\u00a0alternative rock\/power pop asal Malang, Peni, resmi merangkum perjalanan musikal satu tahun pertama mereka melalui album penuh perdana bertajuk 30. Dirilis di bawah naungan label Haum Entertainment, album berisi sepuluh lagu ini menjadi manifestasi kejujuran kolektif mereka sejak muncul di skena independen pada Januari 2025. Peni, yang digawangi oleh Ken Baruna (vokal\/gitar), Gilang Domisilafa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42089,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-42088","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42088"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42088\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42089"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}