{"id":42068,"date":"2026-05-14T23:02:01","date_gmt":"2026-05-14T23:02:01","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/14\/pergeseran-makna-hidup-nyaman-milenial-dan-gen-z-lebih-pilih-fleksibilitas-ketimbang-aset-fisik\/"},"modified":"2026-05-14T23:02:01","modified_gmt":"2026-05-14T23:02:01","slug":"pergeseran-makna-hidup-nyaman-milenial-dan-gen-z-lebih-pilih-fleksibilitas-ketimbang-aset-fisik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/14\/pergeseran-makna-hidup-nyaman-milenial-dan-gen-z-lebih-pilih-fleksibilitas-ketimbang-aset-fisik\/","title":{"rendered":"Pergeseran Makna Hidup Nyaman Milenial dan Gen Z Lebih Pilih Fleksibilitas Ketimbang Aset Fisik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/15\/1778799401_af6bafcbf6499f6f4b17.jpg\" alt=\"Pergeseran Makna Hidup Nyaman: Milenial dan Gen Z Lebih Pilih Fleksibilitas Ketimbang Aset Fisik\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DEFINISI kenyamanan hidup mengalami pergeseran fundamental di mata generasi muda saat ini. Sosiolog dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, mengungkapkan bahwa generasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/milenial\" title=\"milenial\">Milenial<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gen-z\" title=\"gen z\">Gen Z<\/a> memiliki standar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hidup-nyaman\" title=\"hidup nyaman\">hidup nyaman<\/a> yang sangat berbeda dibandingkan dengan generasi pendahulunya.<\/p>\n<p>Menurut Imam, jika generasi terdahulu mengukur kesuksesan dan kenyamanan melalui kepemilikan aset fisik yang statis, anak muda zaman sekarang justru lebih menghargai fleksibilitas dan mobilitas.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau generasi dulu ukuran nyaman itu rumah besar, tanah, mobil. Kalau generasi sekarang lebih ke fleksibilitas hidupnya,&#8221; ujar Imam, dikutip, Jumat(15\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/travelista\/889753\/pergeseran-paradigma-wisata-milenial-dan-gen-z-kini-prioritaskan-pengalaman-seamless\" title=\"Pergeseran Paradigma Wisata, Milenial dan Gen Z Kini Prioritaskan Pengalaman Seamless\" target=\"_blank\">Pergeseran Paradigma Wisata, Milenial dan Gen Z Kini Prioritaskan Pengalaman Seamless<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Prioritas Pengalaman dan Fasilitas Publik<\/h3>\n<p>Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) ini menjelaskan bahwa kecenderungan ini tumbuh subur di kawasan perkotaan yang memiliki infrastruktur transportasi publik memadai. Bagi kaum muda urban, akses terhadap fasilitas umum jauh lebih berharga daripada repot mengurus kendaraan pribadi.<\/p>\n<p>Alih-alih mengalokasikan dana besar untuk cicilan rumah tapak yang jauh dari pusat kota, banyak dari mereka yang memilih hunian praktis seperti apartemen studio, rumah sewa, atau indekos. Pilihan ini dianggap lebih menunjang gaya hidup dinamis dan mobilitas tinggi yang menjadi ciri khas masyarakat modern.<\/p>\n<p>Berikut adalah perbandingan prioritas antara generasi lama dan generasi muda (Milenial &amp; Gen Z) berdasarkan analisis Imam Prasodjo:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/883523\/zillennial-jakarta-pilih-sewa-rumah-ini-penyebab-dan-kriteria-hunian-ideal\" title=\"Zillennial Jakarta Pilih Sewa Rumah, Ini Penyebab dan Kriteria Hunian Ideal\" target=\"_blank\">Zillennial Jakarta Pilih Sewa Rumah, Ini Penyebab dan Kriteria Hunian Ideal<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Aspek Perbandingan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Generasi Terdahulu<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Milenial &amp; Gen Z (Urban)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\"><strong>Ukuran Kenyamanan<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Aset fisik (Rumah besar, tanah)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Fleksibilitas dan mobilitas<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\"><strong>Transportasi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Kepemilikan mobil pribadi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Pemanfaatan fasilitas publik<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\"><strong>Prioritas Pengeluaran<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Akumulasi aset statis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Pengalaman (Traveling, sosial)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\"><strong>Struktur Sosial<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Keluarga besar (Extended family)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Keluarga kecil &amp; mandiri<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Pengaruh Struktur Sosial dan Geografis<\/h3>\n<p>Perubahan ini juga dipicu oleh pergeseran struktur sistem sosial. Dahulu, masyarakat cenderung hidup dalam keluarga besar yang membutuhkan ruang tinggal luas. Saat ini, dengan ukuran keluarga yang lebih kecil, kebutuhan akan tempat tinggal pun menjadi lebih ringkas dan fungsional.<\/p>\n<p>Imam menekankan bahwa fenomena ini bukan berarti generasi muda hidup lebih sederhana, melainkan hanya berbeda dalam menentukan prioritas keuangan.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau punya uang, mereka cenderung memilih <i>traveling<\/i> atau pengalaman lain. Jadi bukan berarti sederhana, tapi prioritas pengeluarannya berbeda,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, pola hidup ini tidak berlaku seragam. Imam memberikan catatan bahwa faktor geografis dan ketersediaan infrastruktur sangat menentukan. Di wilayah perdesaan yang fasilitas publiknya masih terbatas, kaum muda tetap membutuhkan rumah tapak dan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas harian mereka. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/890491\/pergeseran-makna-hidup-nyaman-milenial-dan-gen-z-lebih-pilih-fleksibilitas-ketimbang-aset-fisik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) DEFINISI kenyamanan hidup mengalami pergeseran fundamental di mata generasi muda saat ini. Sosiolog dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, mengungkapkan bahwa generasi Milenial dan Gen Z memiliki standar hidup nyaman yang sangat berbeda dibandingkan dengan generasi pendahulunya. Menurut Imam, jika generasi terdahulu mengukur kesuksesan dan kenyamanan melalui kepemilikan aset fisik yang statis, anak muda zaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42069,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-42068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42068"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42068\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}