{"id":41951,"date":"2026-05-14T17:44:44","date_gmt":"2026-05-14T17:44:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/14\/penyebab-orang-bisa-tersambar-petir-dan-cara-menghindarinya\/"},"modified":"2026-05-14T17:44:44","modified_gmt":"2026-05-14T17:44:44","slug":"penyebab-orang-bisa-tersambar-petir-dan-cara-menghindarinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/14\/penyebab-orang-bisa-tersambar-petir-dan-cara-menghindarinya\/","title":{"rendered":"Penyebab Orang Bisa Tersambar Petir dan Cara Menghindarinya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/14\/1778776897_615bcdb4405105699cfb.png\" alt=\"Penyebab Orang Bisa Tersambar Petir dan Cara Menghindarinya\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Petir adalah salah satu fenomena alam paling kuat dan mematikan di bumi. Meskipun peluang seseorang tersambar petir tergolong kecil, dampaknya bisa sangat fatal, mulai dari luka bakar serius hingga henti jantung. Memahami mengapa manusia bisa menjadi target sambaran dan bagaimana cara melindungi diri adalah pengetahuan krusial untuk keselamatan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.<\/p>\n<h2>Mengapa Manusia Bisa Tersambar Petir?<\/h2>\n<p>Secara ilmiah, petir adalah loncatan listrik statis yang terjadi akibat perbedaan muatan antara awan dan bumi. Berikut adalah alasan mengapa manusia bisa tersambar:<\/p>\n<h3>1. Tubuh Manusia Adalah Konduktor Listrik<\/h3>\n<p>Sekitar 60-70% tubuh manusia terdiri dari air yang mengandung elektrolit. Hal ini menjadikan tubuh manusia sebagai konduktor (penghantar) listrik yang baik. Ketika petir mencari jalan tercepat menuju tanah (grounding), tubuh manusia dapat menjadi jalur yang dilewati arus listrik tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/890363\/tragedi-di-pemalang-dua-warga-tersambar-petir-usai-tahlilan-satu-meninggal-dunia\" title=\"Tragedi di Pemalang: Dua Warga Tersambar Petir Usai Tahlilan, Satu Meninggal Dunia\" target=\"_blank\">Tragedi di Pemalang: Dua Warga Tersambar Petir Usai Tahlilan, Satu Meninggal Dunia<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Efek Ujung Lancip (Point Effect)<\/h3>\n<p>Petir cenderung menyambar objek yang lebih tinggi dari sekelilingnya atau objek yang menonjol. Jika Anda berada di lapangan terbuka atau di puncak bukit, Anda menjadi titik tertinggi yang paling dekat dengan awan, sehingga risiko tersambar meningkat drastis.<\/p>\n<h3>3. Mekanisme Sambaran Tidak Langsung<\/h3>\n<p>Banyak orang tersambar bukan karena terkena kilatan langsung dari langit, melainkan melalui:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Ground Current:<\/strong> Petir menyambar pohon atau tanah di dekat Anda, lalu energinya merambat melalui permukaan tanah ke tubuh Anda.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Side Flash:<\/strong> Petir menyambar objek tinggi (seperti pohon), lalu sebagian energinya melompat ke orang yang berdiri di dekatnya.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Cara Efektif Menghindari Sambaran Petir<\/h2>\n<p>Keselamatan saat badai petir bergantung pada tindakan cepat sebelum sambaran terjadi. Berikut adalah langkah-langkahnya:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/883062\/lima-pekerja-pembangunan-koperasi-desa-merah-putih-tasikmalaya-tersambar-petir\" title=\"Lima Pekerja Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tasikmalaya Tersambar Petir\" target=\"_blank\">Lima Pekerja Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tasikmalaya Tersambar Petir<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Saat Berada di Luar Ruangan<\/h3>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Segera Cari Perlindungan:<\/strong> Masuklah ke dalam bangunan permanen yang memiliki sistem kelistrikan dan pipa yang terhubung ke tanah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Hindari Pohon dan Tiang:<\/strong> Jangan pernah berteduh di bawah pohon tunggal yang tinggi. Jika pohon tersebut tersambar, Anda berisiko terkena <em>side flash<\/em>.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Jauhi Area Terbuka:<\/strong> Jika terjebak di lapangan, jangan berbaring di tanah. Berjongkoklah dengan kaki merapat dan tangan menutupi telinga untuk meminimalkan kontak dengan tanah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Keluar dari Air:<\/strong> Jika Anda sedang berenang atau berada di perahu, segera naik ke daratan. Air adalah penghantar listrik yang sangat kuat.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h3>Saat Berada di Dalam Ruangan<\/h3>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Hindari Alat Elektronik:<\/strong> Cabut kabel peralatan elektronik dari stopkontak. Petir dapat merambat melalui kabel listrik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Jangan Menggunakan Air:<\/strong> Hindari mandi, mencuci piring, atau kontak dengan air yang mengalir melalui pipa logam selama badai.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Jauhi Jendela dan Pintu:<\/strong> Tetaplah berada di tengah ruangan untuk menghindari risiko sambaran yang merambat melalui struktur bangunan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><strong>Penting:<\/strong> Gunakan rumus 30-30. Jika Anda mendengar guntur dalam waktu kurang dari 30 detik setelah melihat kilatan petir, segera cari perlindungan. Tetaplah di dalam ruangan hingga 30 menit setelah suara guntur terakhir terdengar.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Tersambar petir bukanlah sekadar nasib buruk, melainkan fenomena fisika yang bisa diprediksi risikonya. Dengan memahami bahwa tubuh kita adalah konduktor dan selalu waspada terhadap perubahan cuaca, kita dapat meminimalkan risiko fatalitas akibat cuaca ekstrem. Selalu prioritaskan mencari bangunan permanen saat guntur mulai terdengar.<\/p>\n<h2>FAQ (Pertanyaan Umum)<\/h2>\n<h3>Apakah ponsel bisa memicu sambaran petir?<\/h3>\n<p>Secara teknis, ponsel tidak menarik petir. Namun, menggunakan ponsel dengan kabel (saat mengisi daya) di dalam ruangan saat badai sangat berbahaya karena listrik bisa merambat melalui kabel tersebut.<\/p>\n<h3>Apakah memakai sepatu karet bisa melindungi dari petir?<\/h3>\n<p>Tidak. Sepatu karet tidak cukup kuat untuk menahan tegangan listrik petir yang mencapai jutaan volt. Perlindungan terbaik adalah menjauh dari area terbuka.<\/p>\n<h3>Apa yang harus dilakukan jika melihat seseorang tersambar petir?<\/h3>\n<p>Segera hubungi layanan darurat. Korban sambaran petir tidak membawa muatan listrik, sehingga aman untuk segera disentuh dan diberikan pertolongan pertama seperti CPR jika diperlukan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/890462\/penyebab-orang-bisa-tersambar-petir-dan-cara-menghindarinya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara) Petir adalah salah satu fenomena alam paling kuat dan mematikan di bumi. Meskipun peluang seseorang tersambar petir tergolong kecil, dampaknya bisa sangat fatal, mulai dari luka bakar serius hingga henti jantung. Memahami mengapa manusia bisa menjadi target sambaran dan bagaimana cara melindungi diri adalah pengetahuan krusial untuk keselamatan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41952,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-41951","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41951","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41951"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41951\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41952"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}