{"id":41713,"date":"2026-05-14T07:48:47","date_gmt":"2026-05-14T07:48:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/14\/penguatan-layanan-disabilitas-wujudkan-pendidikan-tinggi-inklusif-di-indonesia\/"},"modified":"2026-05-14T07:48:47","modified_gmt":"2026-05-14T07:48:47","slug":"penguatan-layanan-disabilitas-wujudkan-pendidikan-tinggi-inklusif-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/14\/penguatan-layanan-disabilitas-wujudkan-pendidikan-tinggi-inklusif-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Penguatan Layanan Disabilitas Wujudkan Pendidikan Tinggi Inklusif di Indonesia."},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/14\/1778744560_7d02a0c69d83cd672748.jpg\" alt=\"Penguatan Layanan Disabilitas Wujudkan Pendidikan Tinggi Inklusif di Indonesia.\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pendidikan-tinggi\" title=\"pendidikan tinggi\">PENDIDIKAN tinggi<\/a> adalah jembatan utama bagi setiap anak muda untuk meraih masa depan. Namun, kenyataannya, akses menuju bangku perkuliahan masih menjadi tantangan besar bagi para penyandang disabilitas akibat sistem pendidikan yang belum sepenuhnya inklusif.\u00a0<\/p>\n<p>Saat ini, keberadaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/unit-layanan-disabilitas\" title=\"unit layanan disabilitas\">Unit Layanan Disabilitas<\/a> (ULD) dan fasilitas pendukung di perguruan tinggi Indonesia masih sangat terbatas, sehingga menciptakan kesenjangan akses bagi mereka yang ingin berkembang. Guna menjawab kebutuhan tersebut, Pijar Foundation bersama Universitas Andalas (Unand) dengan dukungan The Nippon Foundation dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyelenggarakan dialog \u201cInklusi Disabilitas dalam Pendidikan Tinggi: Dari Pengalaman Kampus ke Dialog Kebijakan\u201d di kampus Unand, Padang, Sumatera Barat (Sumbar).\u00a0<\/p>\n<p>Forum ini hadir sebagai ruang dialog berbasis kampus yang mempertemukan mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, pemimpin muda, pembuat kebijakan, institusi pendidikan tinggi, serta mitra pembangunan dalam percakapan yang terbuka, setara, dan kolaboratif.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/890178\/akademisi-soroti-tantangan-ai-terhadap-kampus-sebagai-pusat-pembangunan-karakter-dan-etika\" title=\"Akademisi Soroti Tantangan AI terhadap Kampus, sebagai Pusat Pembangunan Karakter dan Etika\" target=\"_blank\">Akademisi Soroti Tantangan AI terhadap Kampus, sebagai Pusat Pembangunan Karakter dan Etika<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, yang diwakili Aidinil Zetra, selaku Sekretaris Universitas Andalas, menegaskan bahwa inklusi disabilitas merupakan bagian dari keadilan yang harus diwujudkan bersama. \u201cInklusi bukan sekadar belas kasihan, tetapi keadilan yang wajib kita wujudkan. Universitas Andalas, melalui ULD siap mendukung seluruh warga kampus untuk menikmati pendidikan tinggi secara setara dan adil,&#8221; kata Aidinil Zetra dalam keterangan resmi.<\/p>\n<p>Pihaknya berterima kasih kepada Pijar Foundation dan mengajak seluruh pihak berkolaborasi membangun kampus yang lebih inklusif. Albert Oktavian, Ahli Perencana dan Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI) LLDIKTI Wilayah X, menyoroti bahwa tantangan inklusi disabilitas di pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan regulasi, juga dengan kesiapan sistem layanan di tingkat perguruan tinggi.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya mayoritas perguruan tinggi, khususnya di Wilayah X, menginformasikan mereka tidak memiliki mahasiswa penyandang disabilitas. Namun, kondisi ini justru perlu dibaca lebih kritis, karena bisa jadi menunjukkan bahwa sistem pendidikan tinggi kita belum sepenuhnya aksesibel. Di sisi lain, belum banyak perguruan tinggi yang memiliki ULD, fasilitas yang aksesibel masih terbatas, dan layanan pembelajaran yang adaptif belum tersedia secara optimal.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/887333\/lestari-moerdijat-butuh-transformasi-pendidikan-hadapi-tuntutan-perkembangan-zaman\" title=\"Lestari Moerdijat: Butuh Transformasi Pendidikan Hadapi Tuntutan Perkembangan Zaman\" target=\"_blank\">Lestari Moerdijat: Butuh Transformasi Pendidikan Hadapi Tuntutan Perkembangan Zaman<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Bahkan ketika ULD sudah ada, layanan tersebut belum selalu terbangun sebagai sistem yang utuh. Karena itu, kesenjangan utama yang kita hadapi saat ini bukan hanya pada kebijakan, tetapi pada implementasi, bukan hanya pada kemauan, tetapi pada kesiapan sistem,\u201d ujar Albert.<\/p>\n<h2>Kolaborasi<\/h2>\n<p>Guna memperkuat komitmen tersebut, Pijar Foundation dan Universitas Andalas juga menandatangani perjanjian kerja sama sebagai landasan kolaborasi dalam mendorong pendidikan tinggi yang lebih inklusif, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.\u00a0<\/p>\n<p>Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengembangan ruang dialog berbasis kampus, serta pelibatan mahasiswa dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi dalam perumusan gagasan kebijakan yang lebih berpihak pada keberagaman kebutuhan peserta didik. Anthony Marwan Dermawan, Kepala Kebijakan Publik Pijar Foundation, menekankan bahwa inklusi disabilitas dalam pendidikan tinggi tidak hanya berhenti pada penyediaan fasilitas fisik, juga menuntut perubahan cara institusi mendengarkan, merancang layanan, dan mengambil keputusan.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kampus inklusif bukan hanya akses fisik, juga bagaimana mahasiswa penyandang disabilitas dapat belajar, berpartisipasi, dan menjadi bagian utuh dari kehidupan akademik di pendidikan tinggi,&#8221; kata Anthony. Melalui forum tersebut, pihaknya mendorong pendidikan tinggi sebagai sebuah hak dan penguatan ULD sebagai sistem penting perwujudan hak tersebut.<\/p>\n<p>Selain diskusi panel interaktif, peserta juga terlibat dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali tantangan dan peluang dalam mendorong inklusi disabilitas di pendidikan tinggi. Forum ini diharapkan dapat mendokumentasikan refleksi mahasiswa penyandang disabilitas, memperkuat hubungan antara mahasiswa, universitas, pembuat kebijakan, dan mitra pembangunan, serta menjadi langkah awal menuju pendidikan tinggi inklusif yang lebih nyata dan berkelanjutan.\u00a0<\/p>\n<p>Ke depan, Pijar Foundation berharap Townhall Muda University dapat hadir di lebih banyak kampus di Indonesia sebagai ruang dialog kebijakan berbasis pengalaman mahasiswa, mempertemukan suara anak muda, institusi pendidikan tinggi, dan pembuat kebijakan untuk membahas isu-isu strategis pendidikan, inklusi, talenta masa depan, dan pembangunan Indonesia 2045.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/890189\/penguatan-layanan-disabilitas-wujudkan-pendidikan-tinggi-inklusif-di-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) PENDIDIKAN tinggi adalah jembatan utama bagi setiap anak muda untuk meraih masa depan. Namun, kenyataannya, akses menuju bangku perkuliahan masih menjadi tantangan besar bagi para penyandang disabilitas akibat sistem pendidikan yang belum sepenuhnya inklusif.\u00a0 Saat ini, keberadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan fasilitas pendukung di perguruan tinggi Indonesia masih sangat terbatas, sehingga menciptakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41714,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-41713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41713"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41713\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41714"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}