{"id":41142,"date":"2026-05-13T04:31:15","date_gmt":"2026-05-13T04:31:15","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/13\/ilmuwan-temukan-alasan-ikan-herring-bisa-bertahan-di-laut-baltik\/"},"modified":"2026-05-13T04:31:15","modified_gmt":"2026-05-13T04:31:15","slug":"ilmuwan-temukan-alasan-ikan-herring-bisa-bertahan-di-laut-baltik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/13\/ilmuwan-temukan-alasan-ikan-herring-bisa-bertahan-di-laut-baltik\/","title":{"rendered":"Ilmuwan Temukan Alasan Ikan Herring Bisa Bertahan di Laut Baltik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/13\/1778626445_bbedf2c9ea094ffeb889.jpg\" alt=\"Ilmuwan Temukan Alasan Ikan Herring Bisa Bertahan di Laut Baltik\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SEBUAH studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences berhasil mengungkap teka-teki evolusi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ikan-herring\" title=\"Ikan Herring\">ikan herring<\/a> di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/laut-baltik\" title=\"laut baltik\">Laut Baltik<\/a>. Penelitian ini melacak bagaimana ikan tersebut beradaptasi secara genetik untuk bertahan hidup di lingkungan air yang hampir tawar, sebuah fenomena yang jarang terjadi pada ikan laut.<\/p>\n<p>Laut Baltik adalah perairan yang relatif muda, terbentuk sekitar 8.000 tahun lalu dari lelehan gletser. Kadar garamnya sangat rendah, yakni hanya 2 hingga 3 per mil, jauh di bawah Samudra Atlantik yang mencapai 35 per mil. Kondisi ekstrem ini seharusnya mematikan bagi sel telur dan sperma ikan laut, namun herring Baltik justru berhasil mendominasi rantai makanan di sana.<\/p>\n<h2>Benteng Genetik di Fase Reproduksi<\/h2>\n<p>Tim peneliti yang dipimpin Leif Andersson, Profesor Genomik Fungsional dari Universitas Uppsala, menemukan kunci adaptasi ini terletak pada empat gen yang bekerja secara terkoordinasi pada tahap reproduksi luar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/885484\/misi-ambisius-hidupkan-kembali-antelop-biru-afrika-yang-punah-200-tahun-lalu\" title=\"Misi Ambisius Hidupkan Kembali Antelop Biru Afrika yang Punah 200 Tahun Lalu\" target=\"_blank\">Misi Ambisius Hidupkan Kembali Antelop Biru Afrika yang Punah 200 Tahun Lalu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tanpa adanya perlindungan internal seperti pada hewan darat, sperma dan telur herring terpapar langsung pada air payau. Pada ikan Atlantik, kondisi ini akan membuat sperma membengkak dan telur pecah. Namun, herring Baltik memiliki &#8220;rekayasa&#8221; genetik sendiri:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Gen LRRC8C2: Mengubah saluran molekuler pada sperma agar ion bisa keluar lebih cepat, mencegah sel membengkak dan menjaga pergerakan sperma.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Gen ZPBA1 dan Klaster Enzim FTG: Bekerja sama membangun cangkang telur yang lebih kuat dan kaku agar tidak pecah akibat tekanan air rendah garam.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Gen HE1C: Ikan ini memiliki 20 salinan ekstra gen ini untuk menghasilkan enzim yang membantu larva memecahkan cangkang telur yang telah mengeras saat tiba waktunya menetas.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>\u201cStudi ini adalah contoh klasik bagaimana seleksi alam yang kuat menghasilkan perubahan genetik pada beberapa gen yang secara bersama-sama memastikan keberhasilan reproduksi di lingkungan baru,\u201d ujar Andersson.<\/p>\n<h2>Usulan Spesies Baru dan Perlindungan Industri<\/h2>\n<p>Selama 260 tahun, sejak era Carl Linnaeus, herring Baltik dianggap sebagai sub-spesies dari herring Atlantik. Namun, temuan koordinasi fungsional pada gen-gen reproduksi ini memberikan dasar kuat bagi para ilmuwan untuk mengklasifikasikan herring Baltik sebagai spesies yang benar-benar terpisah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/873552\/ilmuwan-mulai-gunakan-dna-sebagai-material-robot-nano\" title=\"Ilmuwan Mulai Gunakan DNA Sebagai Material Robot Nano\" target=\"_blank\">Ilmuwan Mulai Gunakan DNA Sebagai Material Robot Nano<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Perubahan ini bukan sekadar urusan taksonomi, melainkan memiliki dampak besar pada kebijakan perikanan. Karena sistem reproduksinya yang sangat spesifik, populasi herring Baltik tidak dapat digantikan oleh herring dari Atlantik jika stoknya punah.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah argumen yang sangat kuat untuk pemberlakuan penangkapan ikan industri yang jauh lebih restriktif (terbatas) terhadap spesies penting ini,\u201d tegas Andersson.<\/p>\n<p>Dengan peran sentralnya dalam ekosistem, mulai dari plankton hingga konsumsi manusia, perlindungan terhadap herring Baltik kini menjadi urgensi yang didasarkan pada bukti genetik yang tak terbantahkan. (Earth\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/889647\/ilmuwan-temukan-alasan-ikan-herring-bisa-bertahan-di-laut-baltik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) SEBUAH studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences berhasil mengungkap teka-teki evolusi ikan herring di Laut Baltik. Penelitian ini melacak bagaimana ikan tersebut beradaptasi secara genetik untuk bertahan hidup di lingkungan air yang hampir tawar, sebuah fenomena yang jarang terjadi pada ikan laut. Laut Baltik adalah perairan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41143,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-41142","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41142"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41142\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}