{"id":41086,"date":"2026-05-13T02:05:33","date_gmt":"2026-05-13T02:05:33","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/13\/gunung-semeru-erupsi-4-kali-dalam-satu-jam-tinggi-letusan-1-km\/"},"modified":"2026-05-13T02:05:33","modified_gmt":"2026-05-13T02:05:33","slug":"gunung-semeru-erupsi-4-kali-dalam-satu-jam-tinggi-letusan-1-km","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/13\/gunung-semeru-erupsi-4-kali-dalam-satu-jam-tinggi-letusan-1-km\/","title":{"rendered":"Gunung Semeru Erupsi 4 Kali dalam Satu Jam, Tinggi Letusan 1 Km"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/13\/1778637617_141d0f1f1f5c9125cc70.jpg\" alt=\"Gunung Semeru Erupsi 4 Kali dalam Satu Jam, Tinggi Letusan 1 Km\"\/><figcaption>Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (25\/2\/2026). Berdasarkan data Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada periode pengamatan Rabu (25\/2), Gunung Semeru mengalami erupsi de(ANTARA FOTO\/Irfan Sumanjaya\/tom.)<\/figcaption><\/figure>\n<p>GUNUNG Semeru kembali erupsi. Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lumajang\" title=\"Lumajang\">Lumajang<\/a> dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Rabu (13\/5\/2026) pagi, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak empat kali hanya dalam kurun waktu satu jam.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, rangkaian erupsi dimulai sejak pukul 05.07 WIB dan terus berlanjut dengan intensitas yang bervariasi. Tinggi kolom letusan tertinggi tercatat mencapai 1 kilometer di atas puncak.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f8f9fa; border-left: 5px solid #dc3545; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Kronologi Erupsi Beruntun Semeru (13 Mei 2026):<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>05.07 WIB:<\/strong> Letusan pertama dengan tinggi kolom abu 400 meter.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>05.19 WIB:<\/strong> Letusan kedua, kolom abu mencapai 1.000 meter (1 km) di atas puncak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>05.53 WIB:<\/strong> Letusan ketiga dengan tinggi kolom abu 900 meter.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>06.15 WIB:<\/strong> Letusan keempat dengan tinggi kolom abu 500 meter dan durasi gempa 120 detik.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Liswanto menjelaskan bahwa kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal. &#8220;Arah sebaran abu vulkanik cenderung menuju ke arah barat daya,&#8221; ujarnya dalam laporan tertulis.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/862432\/semeru-erupsi-tujuh-kali-dalam-semalam-masyarakat-diminta-waspada-hingga-radius-13-km\" title=\"Semeru Erupsi Tujuh Kali dalam Semalam, Masyarakat Diminta Waspada Hingga Radius 13 Km\" target=\"_blank\">Semeru Erupsi Tujuh Kali dalam Semalam, Masyarakat Diminta Waspada Hingga Radius 13 Km<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Status Siaga Level III dan Rekomendasi Keamanan<\/h3>\n<p>Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada <strong>Status Level III (Siaga)<\/strong>. Pihak otoritas mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat dan wisatawan guna menghindari risiko jatuhnya korban jiwa:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Zona<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Rekomendasi Larangan Aktivitas<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Sektor Tenggara<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Radius Kawah<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari puncak (rawan lontaran batu pijar).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Sempadan Sungai<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan hingga 17 km.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan banjir lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, petugas terus memantau aktivitas seismograf yang mencatat amplitudo maksimum 22 mm pada erupsi terakhir Gunung Semeru. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan dari BPBD setempat. (Ant\/H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/889691\/gunung-semeru-erupsi-4-kali-dalam-satu-jam-tinggi-letusan-1-km\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (25\/2\/2026). Berdasarkan data Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada periode pengamatan Rabu (25\/2), Gunung Semeru mengalami erupsi de(ANTARA FOTO\/Irfan Sumanjaya\/tom.) GUNUNG Semeru kembali erupsi. Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41087,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-41086","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41086","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41086"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41086\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41087"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41086"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41086"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41086"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}