{"id":41067,"date":"2026-05-13T00:57:35","date_gmt":"2026-05-13T00:57:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/13\/ini-beda-burnout-dan-kelelahan-fisik-menurut-psikolog\/"},"modified":"2026-05-13T00:57:35","modified_gmt":"2026-05-13T00:57:35","slug":"ini-beda-burnout-dan-kelelahan-fisik-menurut-psikolog","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/13\/ini-beda-burnout-dan-kelelahan-fisik-menurut-psikolog\/","title":{"rendered":"Ini Beda Burnout dan Kelelahan Fisik Menurut Psikolog"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/13\/1778633458_67c49e77e1973dcca713.jpg\" alt=\"Ini Beda Burnout dan Kelelahan Fisik Menurut Psikolog\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>FENOMENA<b>\u00a0<\/b><em>side hustle<\/em> atau memiliki pekerjaan sampingan kini kian marak di tengah masyarakat. Namun, di balik produktivitas yang tinggi, terdapat risiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-mental\" title=\"Kesehatan mental\">kesehatan mental<\/a> yang mengintai. Psikolog klinis Kasandra Putranto mengingatkan masyarakat untuk mampu membedakan antara <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kelelahan\" title=\"kelelahan\">kelelahan<\/a> fisik biasa dengan <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/burnout\" title=\"burnout\">burnout<\/a><\/em>.<\/p>\n<p>Menurut Kasandra, kedua kondisi ini sering kali dianggap sama, padahal memiliki akar permasalahan dan dampak psikologis yang sangat berbeda. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kelelahan-fisik\" title=\"kelelahan fisik\">Kelelahan fisik<\/a> umumnya bersifat sementara, sedangkan <em>burnout<\/em> merupakan kondisi yang jauh lebih kompleks.<\/p>\n<p>\u201cKelelahan fisik biasa dan <em>burnout<\/em> sering dianggap sama, padahal keduanya beda secara psikologis,\u201d ujar Kasandra saat dihubungi di Jakarta, Jumat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/843512\/sering-dialami-karyawan-ini-ciri-fisik-dan-gejala-burnout-yang-wajib-diwaspadai\" title=\"Sering Dialami Karyawan, Ini Ciri Fisik dan Gejala Burnout yang Wajib Diwaspadai!\" target=\"_blank\">Sering Dialami Karyawan, Ini Ciri Fisik dan Gejala Burnout yang Wajib Diwaspadai!<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Memahami Perbedaan Signifikan<\/h3>\n<p>Psikolog lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa <em>burnout<\/em> melibatkan aspek emosional dan mental yang mendalam. Kondisi ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan tidur atau libur singkat karena dipicu oleh <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/stres\" title=\"stres\">stres<\/a> berkepanjangan dan tekanan yang terus-menerus.<\/p>\n<p>Sebaliknya, kelelahan fisik murni muncul akibat aktivitas intens atau kurang tidur. Seseorang yang hanya lelah secara fisik biasanya akan kembali bersemangat dan memiliki motivasi tinggi setelah tubuhnya mendapatkan istirahat yang cukup.<\/p>\n<p>Berikut adalah tabel perbandingan antara kelelahan fisik dan <em>burnout<\/em> berdasarkan penjelasan Kasandra Putranto:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/713251\/banyak-guru-alami-masalah-kesehatan-mental-dan-cara-mengatasinya\" title=\"Banyak Guru Alami Masalah Kesehatan Mental dan Cara Mengatasinya\" target=\"_blank\">Banyak Guru Alami Masalah Kesehatan Mental dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Aspek Perbandingan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kelelahan Fisik Biasa<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Burnout (Kelelahan Mental)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Penyebab Utama<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Aktivitas fisik intens, kurang tidur.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Stres kronis, tekanan kerja berlapis.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Dampak Emosional<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Minim dampak emosional.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Sikap sinis, kehilangan makna kerja.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Motivasi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Tetap terjaga setelah istirahat.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Menurun drastis (rasa pencapaian rendah).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Solusi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Istirahat cukup\/tidur.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Pengaturan beban kerja, bantuan profesional.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Risiko Jangka Panjang bagi Pelaku Side Hustle<\/h3>\n<p>Kasandra menyoroti bahwa akumulasi kelelahan akibat menjalani dua pekerjaan sekaligus dapat membuat tubuh berada dalam kondisi stres kronis. Hal ini memicu tingginya hormon kortisol yang jika dibiarkan akan mengganggu sistem saraf dan fungsi otak dalam mengatur emosi.<\/p>\n<p>\u201cPaparan stres kronis dapat mengganggu keseimbangan biologis tubuh. Individu menjadi lebih mudah cemas, tegang, dan sulit merasa aman secara psikologis,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa kelelahan fisik yang tampak &#8216;biasa&#8217; namun terjadi terus-menerus tanpa intervensi dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius.<\/p>\n<p><strong>Peringatan Dini:<\/strong> Jika Anda mulai merasa kehilangan semangat, mudah lelah secara emosional, dan tidak lagi menemukan makna dalam pekerjaan, itu adalah sinyal awal <em>burnout<\/em> yang tidak boleh diabaikan.<\/p>\n<p>Sebagai langkah pencegahan, Kasandra menyarankan pentingnya menjaga batasan tegas antara waktu kerja dan waktu pribadi, serta melakukan pengaturan ulang beban kerja agar kesehatan mental tetap terjaga di tengah kesibukan mengejar target finansial. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/889671\/ini-beda-burnout-dan-kelelahan-fisik-menurut-psikolog\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) FENOMENA\u00a0side hustle atau memiliki pekerjaan sampingan kini kian marak di tengah masyarakat. Namun, di balik produktivitas yang tinggi, terdapat risiko kesehatan mental yang mengintai. Psikolog klinis Kasandra Putranto mengingatkan masyarakat untuk mampu membedakan antara kelelahan fisik biasa dengan burnout. Menurut Kasandra, kedua kondisi ini sering kali dianggap sama, padahal memiliki akar permasalahan dan dampak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41068,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-41067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41067\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}