{"id":40743,"date":"2026-05-12T05:38:56","date_gmt":"2026-05-12T05:38:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/12\/galaksi-m77-kembali-jadi-sorotan-setelah-diamati-james-webb-telescope\/"},"modified":"2026-05-12T05:38:56","modified_gmt":"2026-05-12T05:38:56","slug":"galaksi-m77-kembali-jadi-sorotan-setelah-diamati-james-webb-telescope","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/12\/galaksi-m77-kembali-jadi-sorotan-setelah-diamati-james-webb-telescope\/","title":{"rendered":"Galaksi M77 Kembali Jadi Sorotan Setelah Diamati James Webb Telescope"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/12\/1778563920_2d16f92b505cba380e18.jpeg\" alt=\"Galaksi M77 Kembali Jadi Sorotan Setelah Diamati James Webb Telescope\"\/><figcaption>Citra Galaksi spiral Messier 77 atau M77 yang ditangkap oleh teleskop Hubble.(Messier Object)<\/figcaption><\/figure>\n<p>TELESKOP luar angkasa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/james-webb-space-telescope\" title=\"James Webb Space Telescope\">James Webb Space Telescope<\/a> kembali mengungkap detail baru alam semesta melalui pengamatan galaksi spiral Messier 77 atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/m77\" title=\"M77\">M77<\/a>. Dalam observasi terbaru, Webb berhasil menangkap struktur inti galaksi yang sangat terang dan dipenuhi debu kosmik, sekaligus memperlihatkan keberadaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lubang-hitam-supermasif\" title=\"Lubang Hitam Supermasif\">lubang hitam supermasif<\/a> yang tersembunyi di pusatnya.<\/p>\n<p>M77 berada sekitar 47 juta tahun cahaya dari Bumi di rasi Cetus dan dikenal sebagai salah satu galaksi aktif paling terang yang dapat diamati dari Bumi. Galaksi ini termasuk kategori Seyfert Type II, yakni galaksi yang memiliki inti aktif dengan lubang hitam supermasif yang tertutup debu dan gas tebal.<\/p>\n<p>Melalui instrumen Mid-Infrared Instrument (MIRI), Webb mampu menembus lapisan debu yang sebelumnya sulit diamati teleskop optik biasa. Hasil pengamatan menunjukkan adanya struktur seperti cakram dan awan debu panas yang mengelilingi pusat galaksi. Para astronom meyakini area tersebut merupakan wilayah tempat materi terus jatuh menuju lubang hitam raksasa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/887262\/pertama-kali-ilmuwan-berhasil-lihat-permukaan-eksoplanet-lhs-3844-b-via-teleskop-james-webb\" title=\"Pertama Kali! Ilmuwan Berhasil Lihat Permukaan Eksoplanet LHS 3844 b via Teleskop James Webb\" target=\"_blank\">Pertama Kali! Ilmuwan Berhasil Lihat Permukaan Eksoplanet LHS 3844 b via Teleskop James Webb<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ilmuwan memperkirakan lubang hitam di inti M77 memiliki massa jutaan kali lebih besar dibanding Matahari. Saat gas dan debu tertarik oleh gravitasi ekstrem, material tersebut memanas hingga memancarkan energi dalam jumlah besar yang membuat inti galaksi tampak sangat terang.<\/p>\n<p>Pengamatan Webb juga memperlihatkan pola pancaran material dan struktur turbulen di sekitar inti aktif galaksi. Data ini membantu astronom memahami bagaimana lubang hitam supermasif memengaruhi evolusi galaksi tempat mereka berada.<\/p>\n<p>Menurut tim peneliti, M77 menjadi objek penting dalam studi active galactic nucleus atau AGN karena orientasi dan struktur debunya memungkinkan ilmuwan mempelajari interaksi antara lubang hitam, radiasi, dan materi antarbintang secara lebih detail.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/886662\/james-webb-berhasil-bedah-geologi-planet-luar-tata-surya\" title=\"James Webb Berhasil Bedah Geologi Planet Luar Tata Surya\" target=\"_blank\">James Webb Berhasil Bedah Geologi Planet Luar Tata Surya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain mengungkap pusat galaksi, Webb juga mendeteksi distribusi molekul kompleks dan debu silikat di area sekitar inti M77. Penemuan ini memberi petunjuk mengenai proses pembentukan bintang yang masih berlangsung meski lingkungan galaksi dipenuhi aktivitas energi ekstrem dari lubang hitam.<\/p>\n<p>Para astronom menyebut kemampuan Webb dalam pengamatan inframerah membuka peluang baru untuk memahami galaksi aktif yang selama ini sulit diamati. Dengan sensitivitas tinggi, teleskop tersebut mampu melihat struktur tersembunyi di balik debu kosmik yang tidak dapat ditangkap teleskop generasi sebelumnya.<\/p>\n<p>Pengamatan terhadap M77 diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan untuk mempelajari dinamika inti galaksi dan hubungan antara pertumbuhan lubang hitam dengan evolusi alam semesta. (NASA Webb Telescope\/European Space Agency (ESA)\/Space Telescope Science Institute (STScI)\/Astrophysical Journal Letters\/Webb Space Telescope Science Program\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/889299\/galaksi-m77-kembali-jadi-sorotan-setelah-diamati-james-webb-telescope\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Citra Galaksi spiral Messier 77 atau M77 yang ditangkap oleh teleskop Hubble.(Messier Object) TELESKOP luar angkasa James Webb Space Telescope kembali mengungkap detail baru alam semesta melalui pengamatan galaksi spiral Messier 77 atau M77. Dalam observasi terbaru, Webb berhasil menangkap struktur inti galaksi yang sangat terang dan dipenuhi debu kosmik, sekaligus memperlihatkan keberadaan lubang hitam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40744,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-40743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40743"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40743\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}