{"id":40739,"date":"2026-05-12T05:25:47","date_gmt":"2026-05-12T05:25:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/12\/angkat-beban-berlebih-bahayakan-jantung-studi-temukan-durasi-ideal-yang-mengejutkan\/"},"modified":"2026-05-12T05:25:47","modified_gmt":"2026-05-12T05:25:47","slug":"angkat-beban-berlebih-bahayakan-jantung-studi-temukan-durasi-ideal-yang-mengejutkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/12\/angkat-beban-berlebih-bahayakan-jantung-studi-temukan-durasi-ideal-yang-mengejutkan\/","title":{"rendered":"Angkat Beban Berlebih Bahayakan Jantung Studi Temukan Durasi Ideal yang Mengejutkan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/12\/1778551274_dbeab9aaba86564fa529.jpg\" alt=\"Angkat Beban Berlebih Bahayakan Jantung? Studi Temukan Durasi Ideal yang Mengejutkan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SELAMA ini, banyak pegiat kebugaran meyakini semakin sering dan keras intensitas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/angkat-beban\" title=\"Angkat beban\">angkat beban<\/a>, semakin besar pula manfaatnya bagi jantung. Namun, bukti ilmiah terbaru justru menunjukkan pola yang berbeda. Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam jurnal Medicine Plus memetakan bahwa latihan beban memiliki kurva manfaat yang unik.<\/p>\n<p>Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Fangchao Liu, epidemiolog dari Rumah Sakit Fuwai, China, menyoroti bahwa asumsi lama mengenai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/durasi-olahraga\" title=\"durasi olahraga\">durasi olahraga<\/a> perlu ditinjau kembali demi kesehatan kardiovaskular yang optimal.<\/p>\n<h2>Fenomena Kurva-J pada Latihan Beban<\/h2>\n<p>Berbeda dengan olahraga aerobik (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kardio\" title=\"kardio\">kardio<\/a>) seperti lari atau berenang yang manfaatnya terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas, angkat beban mengikuti pola &#8220;Kurva-J&#8221;.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/872957\/olahraga-saja-tak-cukup-untuk-diet-studi-ungkap-tubuh-hemat-kalori-saat-latihan\" title=\"Olahraga Saja Tak Cukup untuk Diet? Studi Ungkap Tubuh &quot;Hemat&quot; Kalori Saat Latihan\" target=\"_blank\">Olahraga Saja Tak Cukup untuk Diet? Studi Ungkap Tubuh &#8220;Hemat&#8221; Kalori Saat Latihan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Riset ini menemukan bahwa risiko penyakit jantung memang menurun saat durasi latihan beban mingguan meningkat, namun manfaat ini mencapai titik optimal hanya pada durasi 40 hingga 60 menit per minggu. Setelah melewati angka tersebut, manfaatnya cenderung mendatar atau bahkan menunjukkan sinyal waspada.<\/p>\n<p>Dua sesi latihan singkat dalam seminggu tampaknya sudah cukup untuk memberikan perlindungan jantung maksimal tanpa harus masuk ke wilayah risiko yang belum terpetakan secara pasti oleh data ilmiah.<\/p>\n<h2>Kekuatan Sinergi: Gabungan Kardio dan Beban<\/h2>\n<p>Temuan paling krusial dalam riset ini adalah keunggulan latihan kombinasi. Menggabungkan olahraga aerobik dan latihan beban menghasilkan proteksi jantung yang tidak bisa dicapai oleh salah satu metode saja.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/887804\/kenali-tanda-penyakit-jantung-bawaan-pada-anak-dan-cara-deteksinya\" title=\"Kenali Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Cara Deteksinya\" target=\"_blank\">Kenali Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Cara Deteksinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Olahraga aerobik bekerja memacu jantung, paru-paru, dan metabolisme. Di sisi lain, latihan beban mengubah massa otot, komposisi tubuh, dan cara sistem pembuluh darah menangani tekanan. Ketika keduanya digabungkan, efeknya saling memperkuat (sinergis) dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.<\/p>\n<h2>Waktu Latihan dan Strategi &#8220;Weekend Warrior&#8221;<\/h2>\n<p>Riset ini juga mengungkap fakta menarik mengenai waktu latihan. Data menunjukkan bahwa olahraga aerobik yang dilakukan pada malam hari memberikan manfaat kardiovaskular yang lebih besar dibandingkan pagi atau siang hari. Hal ini diduga berkaitan dengan ritme sirkadian tubuh dan pola tekanan darah.<\/p>\n<p>Bagi Anda yang sibuk, ada kabar baik. Pola Weekend Warrior, menumpuk seluruh porsi latihan mingguan dalam satu atau dua sesi di akhir pekan, ternyata tetap memberikan penurunan risiko jantung yang signifikan. Artinya, total beban latihan mingguan lebih penting daripada bagaimana latihan tersebut didistribusikan antar hari.<\/p>\n<h2>Transformasi di Dalam Jantung<\/h2>\n<p>Secara mekanis, latihan rutin memicu jantung menumbuhkan kapiler baru, pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai jalur pintas saat arteri utama menyempit. Otot yang bekerja juga melepaskan exerkines, pembawa pesan kimiawi yang membantu meredakan peradangan dan mendukung perbaikan jaringan.<\/p>\n<p>Dr. Liu dan timnya menyimpulkan bahwa di masa depan, rekomendasi olahraga tidak lagi bersifat umum, melainkan lebih personal berdasarkan profil risiko dan data kesehatan masing-masing individu. Fokus utamanya tetap satu, manfaat terbesar diperoleh oleh mereka yang mulai bergerak dari titik nol. (Earth\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/889254\/angkat-beban-berlebih-bahayakan-jantung-studi-temukan-durasi-ideal-yang-mengejutkan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) SELAMA ini, banyak pegiat kebugaran meyakini semakin sering dan keras intensitas angkat beban, semakin besar pula manfaatnya bagi jantung. Namun, bukti ilmiah terbaru justru menunjukkan pola yang berbeda. Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam jurnal Medicine Plus memetakan bahwa latihan beban memiliki kurva manfaat yang unik. Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Fangchao Liu, epidemiolog [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40740,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-40739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40739"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40739\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}