{"id":40723,"date":"2026-05-12T04:41:17","date_gmt":"2026-05-12T04:41:17","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/12\/rupiah-tembus-rp17-500-purbaya-siapkan-bond-market\/"},"modified":"2026-05-12T04:41:17","modified_gmt":"2026-05-12T04:41:17","slug":"rupiah-tembus-rp17-500-purbaya-siapkan-bond-market","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/12\/rupiah-tembus-rp17-500-purbaya-siapkan-bond-market\/","title":{"rendered":"Rupiah Tembus Rp17.500, Purbaya Siapkan Bond Market"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/12\/1778560175_0beefd53e0540a7d7a4b.jpg\" alt=\"Rupiah Tembus Rp17.500, Purbaya Siapkan Bond Market\"\/><figcaption>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(Insi Nantika\/MI.)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MENTERI Keuangan (Menkeu) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/purbaya\" title=\"Purbaya\">Purbaya<\/a> Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah menyiapkan langkah intervensi di pasar obligasi (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bond-market\" title=\"Bond Market\">bond market<\/a>) menyusul pelemahan nilai tukar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rupiah\" title=\"rupiah\">rupiah<\/a> hari ini (12\/5)\u00a0menyentuh level Rp17.515 per dolar Amerika Serikat pada Selasa (12\/5).\u00a0<\/p>\n<p>Langkah tersebut dilakukan melalui Bond Stabilization Fund (BSF), yakni dana khusus yang digunakan untuk menjaga stabilitas pasar surat utang dan mengendalikan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah.<\/p>\n<p>Melalui instrumen tersebut, pemerintah atau lembaga terkait dapat melakukan pembelian kembali Surat Berharga Negara (SBN) di pasar atau buyback bond ketika tekanan jual meningkat. Langkah itu dilakukan untuk menahan kenaikan yield obligasi sekaligus mencegah arus keluar investor asing yang dapat memperburuk tekanan terhadap rupiah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/889243\/kurs-rupiah-hari-ini-12-mei-2026-tensi-geopolitik-memanas-rupiah-terancam-ke-rp17430\" title=\"Kurs Rupiah Hari Ini 12 Mei 2026: Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah Terancam ke Rp17.430\" target=\"_blank\">Kurs Rupiah Hari Ini 12 Mei 2026: Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah Terancam ke Rp17.430<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cBesok (13\/5) kita akan mulai membantu dengan masuk ke bond market, seperti Bond Stabilization Fund (BSF). Kita masih banyak uang anggur, kita<em> intervention bond market<\/em> supaya<em> yield<\/em>-nya enggak naik terlalu tinggi,\u201d ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12\/5).<\/p>\n<p>Menurut Purbaya, kenaikan yield yang terlalu tinggi dapat memicu kerugian investasi (capital loss) bagi investor asing yang memegang obligasi pemerintah Indonesia. Kondisi itu dikhawatirkan dapat mendorong investor keluar dari pasar domestik.<\/p>\n<p>\u201cKalau <em>yield<\/em>-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar. Jadi kita kendalikan itu supaya asing enggak keluar, atau malah masuk kalau <em>yield<\/em>-nya membaik, sehingga rupiah akan menguat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/888840\/kurs-rupiah-hari-ini-11-mei-2026-belum-ada-tanda-tanda-menguat\" title=\"Kurs Rupiah Hari Ini 11 Mei 2026: Belum Ada Tanda-Tanda Menguat\" target=\"_blank\">Kurs Rupiah Hari Ini 11 Mei 2026: Belum Ada Tanda-Tanda Menguat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menegaskan pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk melakukan stabilisasi pasar. Meski demikian, pemerintah belum akan mengaktifkan seluruh dana BSF yang tersedia.<\/p>\n<p>\u201cBesok mulai jalan, tapi belum<em> fund <\/em>semuanya kita aktifkan,\u201d ujar bendahara negara.<\/p>\n<p>Purbaya juga memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih relatif aman meski <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nilai-tukar-rupiah\" title=\"Nilai Tukar Rupiah\">nilai tukar rupiah<\/a> bergerak di atas asumsi APBN 2025 yang sebesar Rp16.500 per dolar AS.<\/p>\n<p>Menurut Purbaya, pemerintah sebelumnya telah menghitung skenario pelemahan rupiah di atas asumsi dasar APBN sehingga kondisi saat ini masih dapat diantisipasi.<\/p>\n<p>\u201cPada waktu kita hitung itu, asumsinya (rupiah) sudah di atas asumsi APBN rupiahnya. Jadi APBN-nya masih relatif aman. Tapi kita akan kendalikan nilai tukar, kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI sedikit-sedikit kalau bisa,\u201d katanya<\/p>\n<p>Terkait upaya stabilisasi nilai tukar rupiah, Purbaya menegaskan peran utama tetap berada di tangan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.<\/p>\n<p>\u201cAnda mesti tanya bank sentral. Tugas bank sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, dan kita serahkan itu ke ahlinya di sana, di Bank Sentral. Saya pikir mereka akan bisa mengendalikan dengan baik,\u201d ucapnya. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/889287\/rupiah-tembus-rp17500-purbaya-siapkan-bond-market\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(Insi Nantika\/MI.) MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah menyiapkan langkah intervensi di pasar obligasi (bond market) menyusul pelemahan nilai tukar rupiah hari ini (12\/5)\u00a0menyentuh level Rp17.515 per dolar Amerika Serikat pada Selasa (12\/5).\u00a0 Langkah tersebut dilakukan melalui Bond Stabilization Fund (BSF), yakni dana khusus yang digunakan untuk menjaga stabilitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40724,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-40723","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40723"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40723\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}