{"id":40673,"date":"2026-05-12T02:42:53","date_gmt":"2026-05-12T02:42:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/12\/peran-ganda-media-sosial-antara-gaya-hidup-konsumtif-dan-frugal-living\/"},"modified":"2026-05-12T02:42:53","modified_gmt":"2026-05-12T02:42:53","slug":"peran-ganda-media-sosial-antara-gaya-hidup-konsumtif-dan-frugal-living","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/12\/peran-ganda-media-sosial-antara-gaya-hidup-konsumtif-dan-frugal-living\/","title":{"rendered":"Peran Ganda Media Sosial Antara Gaya Hidup Konsumtif dan Frugal Living"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/12\/1778553227_085e6ffd64d38e4d134f.jpg\" alt=\"Peran Ganda Media Sosial: Antara Gaya Hidup Konsumtif dan Frugal Living\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/media-sosial\" title=\"media sosial\">MEDIA sosial<\/a> kini menjadi pedang bermata dua bagi pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda. Di satu sisi, platform digital menjadi mesin pendorong <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gaya-hidup-konsumtif\" title=\"gaya hidup konsumtif\">gaya hidup konsumtif<\/a> yang masif, namun di sisi lain, ia juga membuka ruang bagi gerakan hidup hemat atau <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/frugal-living\" title=\"Frugal Living\">frugal living<\/a><\/em> serta peningkatan literasi finansial.<\/p>\n<p>Antropolog dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, mengungkapkan bahwa media sosial adalah instrumen paling efektif dalam membentuk perilaku belanja masyarakat saat ini. Fenomena ini didorong oleh apa yang ia sebut sebagai <em>economy of appearance<\/em>.<\/p>\n<h3>Fenomena Economy of Appearance<\/h3>\n<p>Menurut Semiarto, media sosial telah bertransformasi menjadi panggung publik di mana setiap individu merasa perlu menunjukkan pencapaian dan identitas diri.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/806282\/yuk-jaga-kesehatan-mental-dengan-cara-hindari-kabar-tak-berfaedah\" title=\"Yuk Jaga Kesehatan Mental dengan Cara Hindari Kabar tak Berfaedah\" target=\"_blank\">Yuk Jaga Kesehatan Mental dengan Cara Hindari Kabar tak Berfaedah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Dunia kita sekarang ini memang harus ada sesuatu yang kita tunjukkan,&#8221; ujarnya dalam sebuah pernyataan kepada ANTARA.<\/p>\n<p>Pencapaian yang dipamerkan biasanya berkaitan erat dengan aspek ekonomi dan gaya hidup, seperti mengunjungi tempat-tempat populer (nongkrong) hingga kepemilikan barang elektronik terbaru. Hal ini menciptakan standar sosial yang terus meningkat karena masyarakat cenderung membandingkan diri dengan apa yang dicapai orang lain di layar ponsel mereka.<\/p>\n<p>Dampaknya, muncul dorongan kuat untuk mengikuti tren secara instan. Semiarto mencontohkan bagaimana seseorang merasa harus segera memiliki model ponsel terbaru sesaat setelah melihat orang lain memilikinya di media sosial.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/801282\/bersama-menjaga-privasi-data-di-ruang-digital\" title=\"Bersama Menjaga Privasi Data di Ruang Digital\" target=\"_blank\">Bersama Menjaga Privasi Data di Ruang Digital<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 20px; border-left: 5px solid #2c3e50; margin: 20px 0;\"><strong>Dampak Ganda Media Sosial terhadap Pola Konsumsi:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Dampak Negatif (Konsumtif)<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Dampak Positif (Kontra Narasi)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\"><strong>Psikologis<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Kesadaran akan pentingnya literasi finansial.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\"><strong>Perilaku<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Dorongan mengikuti tren secara cepat (FOMO).<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Penerapan <em>frugal living<\/em> dan <em>budgeting<\/em>.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\"><strong>Tren Konten<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Pamer barang mewah dan gaya hidup mahal.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Tantangan <em>no buy challenge<\/em> dan tips hemat.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Munculnya Kontra Narasi<\/h3>\n<p>Meski tekanan untuk tampil konsumtif sangat kuat, Semiarto melihat adanya secercah harapan melalui munculnya &#8220;kontra narasi&#8221; di platform digital. Saat ini, konten mengenai cara mengatur anggaran (<em>budgeting<\/em>), gaya hidup hemat (<em>frugal living<\/em>), hingga tantangan tidak membeli barang baru (<em>no buy challenge<\/em>) mulai mendapatkan tempat di hati netizen.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa peran <em>influencer<\/em> atau pemengaruh sangat krusial dalam transisi perilaku ini. Alih-alih hanya memamerkan kemewahan, dunia digital membutuhkan lebih banyak figur yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat.<\/p>\n<p>&#8220;Kita perlu <em>influencer<\/em> yang bukan mendorong konsumsi, tetapi mempromosikan <em>financial literacy<\/em>,&#8221; pungkas Guru Besar Antropologi UI tersebut. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/889260\/peran-ganda-media-sosial-antara-gaya-hidup-konsumtif-dan-frugal-living\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) MEDIA sosial kini menjadi pedang bermata dua bagi pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda. Di satu sisi, platform digital menjadi mesin pendorong gaya hidup konsumtif yang masif, namun di sisi lain, ia juga membuka ruang bagi gerakan hidup hemat atau frugal living serta peningkatan literasi finansial. Antropolog dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Semiarto Aji [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40674,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-40673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40673"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40673\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}