{"id":40624,"date":"2026-05-12T00:03:15","date_gmt":"2026-05-12T00:03:15","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/12\/pembunuhan-ibu-kandung-di-pekalongan-polisi-tunggu-hasil-pemeriksaan-dokter-kejiwaan\/"},"modified":"2026-05-12T00:03:15","modified_gmt":"2026-05-12T00:03:15","slug":"pembunuhan-ibu-kandung-di-pekalongan-polisi-tunggu-hasil-pemeriksaan-dokter-kejiwaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/12\/pembunuhan-ibu-kandung-di-pekalongan-polisi-tunggu-hasil-pemeriksaan-dokter-kejiwaan\/","title":{"rendered":"Pembunuhan Ibu Kandung di Pekalongan, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Dokter Kejiwaan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/12\/1778543861_ec511f1c26fe0d79b768.jpg\" alt=\"Pembunuhan Ibu Kandung di Pekalongan, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Dokter Kejiwaan\"\/><figcaption>Jenazah Tarsimi, 66, yang meninggal diduga dibunuh anak kandungnya bersiap hendak dimakamkan.(MI\/Supardji Rasban)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SATRESKRIM <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/polres-pekalongan\" title=\"Polres Pekalongan\">Polres Pekalongan<\/a> Kota, masih mendalami kasus pembunuhan ibu kandung oleh anaknya di Pekalongan, Jawa Tengah. Polisi hingga kini belum menetapkan tersangka.<\/p>\n<p>Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto menyampaikan peristiwa itu terjadi, Minggu (10\/5\/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang mendengar keributan dari dalam kamar korban Saat saksi masuk ke kamar, korban sudah dalam kondisi \u00a0luka parah akibat dugaan penganiayaan.<\/p>\n<p>\u201cKepala korban dipukul menggunakan cobek yang terbuat dari batu,\u201d ujar AKP Setiyanto di kantornya, Senin (11\/5\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/867240\/jelang-arus-mudik-dishub-dan-polisi-ramcheck-armada-bus-di-pekalongan\" title=\"Jelang Arus Mudik, Dishub dan Polisi Ramcheck Armada Bus di Pekalongan\" target=\"_blank\">Jelang Arus Mudik, Dishub dan Polisi Ramcheck Armada Bus di Pekalongan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala. Polisi menyebut terdapat luka sobek cukup besar di bagian atas telinga sebelah kiri korban.<\/p>\n<p>\u201cKorban mengalami luka di tengkorak kepala tepatnya di atas telinga sebelah kiri, dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter dan lebar sekitar 12 sentimeter,\u201d jelas Setiyanto.<\/p>\n<p>Korban sempat mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka benturan benda tumpul. Setiyanto menyebur korban tidak dilakukan autopsi karena dokter telah memastikan penyebab kematian akibat benturan benda tumpul di bagian kepala.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/842035\/hati-hati-jalur-pemalang-batang-merupakan-titik-lelah-perjalanan-nataru\" title=\"Hati-hati, Jalur Pemalang-Batang Merupakan Titik Lelah Perjalanan Nataru\" target=\"_blank\">Hati-hati, Jalur Pemalang-Batang Merupakan Titik Lelah Perjalanan Nataru<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cUntuk luka-luka sudah dipastikan oleh dokter penyebab kematian akibat benturan benda tumpul,\u201d jelas Setiyanto.<\/p>\n<p>Mengenai motif pembunuhan, Setiyanto mengatakan masih melakukan pendalaman. Dari keterangan keluarga, pelaku disebut memiliki riwayat depresi atau gangguan kejiwaan.<\/p>\n<p>\u201cKami masih mendalami. Menurut informasi dari keluarga korban, pelaku pernah mengalami depresi,\u201d beber Setiyanto.<\/p>\n<h3>Pemeriksaan Kejiwaan<\/h3>\n<p>Menurut Setiyanto pelaku masih menjalani pemeriksaan dan observasi kejiwaan di Rumah Sakit Zaky Djunaid untuk diketahui hasilnya guna penyelidikan lebih lanjut. Setiyanto menegaskan pihaknya belum dapat menetapkan status hukum terhadap pelaku karena masih menunggu hasil pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan.<\/p>\n<p>\u201cBelum ada penetapan tersangka. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis apakah yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa atau tidak,\u201d terang Setiyanto.<\/p>\n<p>Lanjut Setiyanto jika nantinya pelaku dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat sehingga tidak mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap proses hukum yang berlaku.<\/p>\n<p>\u201cKalau memang mengalami gangguan jiwa tentunya gugur demi hukum karena yang bersangkutan tidak dapat mempertanggungjawabkan hukum,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Hingga kini, Satreskrim Polres Pekalongan Kota masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil resmi pemeriksaan medis untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya dalam kasus tersebut.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\nDiketahui seorang anak, 25, di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memukul ibunya menggunakan cobek batu\/alat. Korban merupakan Tarsimi, 66, warga Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/889226\/pembunuhan-ibu-kandung-di-pekalongan-polisi-tunggu-hasil-pemeriksaan-dokter-kejiwaan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jenazah Tarsimi, 66, yang meninggal diduga dibunuh anak kandungnya bersiap hendak dimakamkan.(MI\/Supardji Rasban) SATRESKRIM Polres Pekalongan Kota, masih mendalami kasus pembunuhan ibu kandung oleh anaknya di Pekalongan, Jawa Tengah. Polisi hingga kini belum menetapkan tersangka. Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto menyampaikan peristiwa itu terjadi, Minggu (10\/5\/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian pertama kali diketahui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40625,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-40624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40624"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40624\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}