{"id":40452,"date":"2026-05-11T15:29:36","date_gmt":"2026-05-11T15:29:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/11\/cekungan-raksasa-di-bulan-diduga-terbentuk-oleh-asteroid-terdiferensiasi\/"},"modified":"2026-05-11T15:29:36","modified_gmt":"2026-05-11T15:29:36","slug":"cekungan-raksasa-di-bulan-diduga-terbentuk-oleh-asteroid-terdiferensiasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/11\/cekungan-raksasa-di-bulan-diduga-terbentuk-oleh-asteroid-terdiferensiasi\/","title":{"rendered":"Cekungan Raksasa di Bulan Diduga Terbentuk oleh Asteroid Terdiferensiasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/11\/1778513120_5c489a9e9be59f8f78e2.jpg\" alt=\"Cekungan Raksasa di Bulan Diduga Terbentuk oleh Asteroid Terdiferensiasi\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PARA ilmuwan mengungkap kemungkinan adanya jejak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/asteroid-purba\" title=\"asteroid purba\">asteroid purba<\/a> yang masih tersimpan di wilayah kutub selatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bulan\" title=\"bulan\">bulan<\/a>. Jejak tersebut diyakini berasal dari tumbukan dahsyat miliaran tahun lalu yang membentuk _South Pole Aitken_ (SPA), yaitu cekungan terbesar di permukaan bulan.<\/p>\n<p>Dilansir dari Space.com, penelitian terbaru menunjukkan bahwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cekungan-spa\" title=\"Cekungan SPA\">cekungan SPA<\/a> kemungkinan terbentuk akibat hantaman asteroid terdiferensiasi, yakni asteroid yang memiliki inti besi padat dan lapisan batuan di bagian luar seperti planet kecil. Temuan ini dianggap penting karena dapat membantu ilmuwan memahami sejarah awal pembentukan bulan sekaligus menjadi petunjuk bagi misi eksplorasi manusia di masa depan.<\/p>\n<p>Cekungan SPA sendiri berada di sisi jauh bulan dan memiliki diameter lebih dari 2.000 kilometer. Struktur raksasa ini telah lama menjadi perhatian para peneliti karena diduga memperlihatkan material yang berasal dari bagian dalam bulan, termasuk mantel lunar yang jarang dapat diamati secara langsung.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/888240\/hantaman-kuno-di-bulan-berpotensi-hadiahkan-material-langka-bagi-astronot-artemis\" title=\"Hantaman Kuno di Bulan Berpotensi 'Hadiahkan' Material Langka bagi Astronot Artemis\" target=\"_blank\">Hantaman Kuno di Bulan Berpotensi &#8216;Hadiahkan&#8217; Material Langka bagi Astronot Artemis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam studi tersebut, tim peneliti yang dipimpin Shigeru Wakita menggunakan simulasi 3D beresolusi tinggi untuk merekonstruksi proses tumbukan yang membentuk cekungan SPA. Hasil simulasi menunjukkan asteroid berdiameter sekitar 260 kilometer menghantam bulan dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sekitar 13 kilometer per detik.<\/p>\n<p>Menariknya, asteroid itu diperkirakan menghantam bulan dengan sudut dangkal sekitar 30 derajat. Kondisi tersebut membuat bagian luar asteroid seolah \u201cterpenggal\u201d saat tabrakan terjadi. Lapisan batuannya terlepas, sementara inti besinya terus melaju menembus permukaan bulan dan membentuk cekungan memanjang khas SPA.<\/p>\n<p>Para peneliti menjelaskan bahwa bentuk elips meruncing pada SPA menjadi salah satu bukti penting bahwa objek penabraknya bukan asteroid biasa. Jika asteroid tersebut tidak memiliki inti besi padat, cekungan yang terbentuk kemungkinan akan berbentuk lebih bulat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/883970\/tiongkok-temukan-dua-mineral-baru-di-bulan-dari-misi-change-5\" title=\"Tiongkok Temukan Dua Mineral Baru di Bulan dari Misi Chang\u2019e-5\" target=\"_blank\">Tiongkok Temukan Dua Mineral Baru di Bulan dari Misi Chang\u2019e-5<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tak hanya membentuk kawah raksasa, tumbukan itu juga diyakini melemparkan material dari mantel bulan menuju wilayah kutub selatan lunar. Material tersebut diperkirakan berasal dari kedalaman lebih dari 90 kilometer di bawah permukaan bulan.<\/p>\n<p>Temuan ini menjadi penting bagi program Artemis milik NASA yang berencana kembali mengirim astronaut ke bulan. Para ilmuwan menilai astronaut Artemis berpeluang menemukan endapan material purba dari bagian dalam bulan apabila mendarat di sekitar kutub selatan.<\/p>\n<p>Sampel batuan yang nantinya dibawa kembali ke Bumi dinilai dapat membantu ilmuwan menentukan usia cekungan SPA sekaligus mengungkap komposisi interior bulan. Informasi tersebut berpotensi membuka pemahaman baru mengenai proses evolusi bulan pada masa awal tata surya, lebih dari 4 miliar tahun lalu.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Space<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/889155\/cekungan-raksasa-di-bulan-diduga-terbentuk-oleh-asteroid-terdiferensiasi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) PARA ilmuwan mengungkap kemungkinan adanya jejak asteroid purba yang masih tersimpan di wilayah kutub selatan bulan. Jejak tersebut diyakini berasal dari tumbukan dahsyat miliaran tahun lalu yang membentuk _South Pole Aitken_ (SPA), yaitu cekungan terbesar di permukaan bulan. Dilansir dari Space.com, penelitian terbaru menunjukkan bahwa cekungan SPA kemungkinan terbentuk akibat hantaman asteroid terdiferensiasi, yakni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40453,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-40452","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40452","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40452"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40452\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40452"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40452"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40452"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}