{"id":40337,"date":"2026-05-11T10:41:07","date_gmt":"2026-05-11T10:41:07","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/11\/ekonomi-tumbuh-561-indef-soroti-tekanan-rupiah-dan-defisit-fiskal-indonesia\/"},"modified":"2026-05-11T10:41:07","modified_gmt":"2026-05-11T10:41:07","slug":"ekonomi-tumbuh-561-indef-soroti-tekanan-rupiah-dan-defisit-fiskal-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/11\/ekonomi-tumbuh-561-indef-soroti-tekanan-rupiah-dan-defisit-fiskal-indonesia\/","title":{"rendered":"Ekonomi Tumbuh 5,61, Indef Soroti Tekanan Rupiah dan Defisit Fiskal Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/11\/1778495849_4caaae8131739a7d3e8c.png\" alt=\"Ekonomi Tumbuh 5,61%, Indef Soroti Tekanan Rupiah dan Defisit Fiskal Indonesia\"\/><figcaption>ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.(MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p data-end=\"1369\" data-start=\"1074\">KEPALA Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/indef\" title=\"Indef\">Indef<\/a>), M. Rizal Taufikurahman, menilai pertumbuhan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ekonomi-indonesia\" title=\"Ekonomi Indonesia\">ekonomi Indonesia<\/a> sebesar 5,61% secara tahunan (year on year\/yoy) pada kuartal I-2026 belum sepenuhnya ditopang oleh fundamental ekonomi yang kuat.<\/p>\n<p data-end=\"1516\" data-start=\"1371\">Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari tekanan nilai tukar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rupiah\" title=\"Rupiah\">rupiah<\/a> yang masih melemah ke level Rp17.383 per dolar AS atau turun sekitar 0,06%.<\/p>\n<p data-end=\"1737\" data-start=\"1518\">\u201c<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertumbuhan-ekonomi\" title=\"Pertumbuhan Ekonomi\">Pertumbuhan ekonomi<\/a> ini belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan fundamental yang tidak hanya eksternal, tetapi juga stabilitas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fiskal\" title=\"Fiskal\">fiskal<\/a> dan daya tahan sektor riil domestik,\u201d ujar Rizal dalam diskusi daring, Senin (11\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/887295\/mau-naik-haji-purbaya-yudhi-sadewa-doakan-ekonomi-indonesia-tumbuh-561-persen-dan-klaim-keluar-dari-kutukan-5-persen\" title=\"Mau Naik Haji, Purbaya Yudhi Sadewa Doakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen dan Klaim Keluar dari \u201cKutukan 5 Persen\u201d\" target=\"_blank\">Mau Naik Haji, Purbaya Yudhi Sadewa Doakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen dan Klaim Keluar dari \u201cKutukan 5 Persen\u201d<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-end=\"1876\" data-start=\"1739\">Ia menilai tekanan terhadap rupiah masih cukup besar dan belum sesuai dengan asumsi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/apbn\" title=\"APBN\">APBN<\/a> 2026 yang berada di level Rp16.500 per dolar AS.<\/p>\n<p data-end=\"2091\" data-start=\"1917\">Rizal juga menyoroti penurunan cadangan devisa Indonesia yang tercatat sebesar US$146,2 miliar pada akhir April 2026, turun sekitar US$2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.<\/p>\n<p data-end=\"2221\" data-start=\"2093\">Menurutnya, kondisi ini menunjukkan kebutuhan stabilisasi rupiah masih tinggi dan memerlukan dukungan cadangan devisa yang kuat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/888993\/menkeu-purbaya-tegaskan-bond-stabilization-fund-hanya-aktif-saat-krisis\" title=\"Menkeu Purbaya Tegaskan Bond Stabilization Fund Hanya Aktif Saat Krisis\" target=\"_blank\">Menkeu Purbaya Tegaskan Bond Stabilization Fund Hanya Aktif Saat Krisis<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-end=\"2343\" data-start=\"2223\">\u201cKita lihat pertumbuhan ekonomi ini ternyata belum mampu menahan tekanan terhadap rupiah dan sektor eksternal,\u201d katanya.<\/p>\n<p data-end=\"2507\" data-start=\"2345\">Dari sisi fiskal, ia mencatat penerimaan negara hingga kuartal I-2026 baru mencapai sekitar Rp574 triliun, sementara belanja negara sudah mendekati Rp815 triliun.<\/p>\n<p data-end=\"2593\" data-start=\"2509\">Kondisi tersebut menghasilkan defisit sekitar Rp240 triliun atau 0,93% terhadap PDB.<\/p>\n<p data-end=\"2659\" data-start=\"2595\">\u201cFiskal kita sudah mulai tekanannya semakin meningkat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h2 data-end=\"2688\" data-section-id=\"104hb6n\" data-start=\"2661\">Konsumsi dan Sektor Riil<\/h2>\n<p data-end=\"2858\" data-start=\"2690\">Rizal juga menilai pertumbuhan konsumsi masyarakat belum sepenuhnya mencerminkan penguatan daya beli, karena masih didorong oleh faktor musiman seperti THR dan Lebaran.<\/p>\n<p data-end=\"2959\" data-start=\"2860\">Ia menyebut sebagian masyarakat mempertahankan konsumsi dengan memanfaatkan pinjaman atau tabungan.<\/p>\n<p data-end=\"3049\" data-start=\"2961\">\u201cMereka tetap konsumsi, tetapi dengan pinjaman online atau menguras tabungan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p data-end=\"3177\" data-start=\"3051\">Ia memperingatkan bahwa pada kuartal II-2026, konsumsi berpotensi melambat karena tidak ada momentum besar seperti sebelumnya.<\/p>\n<h2 data-end=\"3211\" data-section-id=\"17h28o3\" data-start=\"3179\">Ekonomi Harus Punya \u201cStamina\u201d<\/h2>\n<p data-end=\"3434\" data-start=\"3213\">Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Akhmad Syakir Kurnia, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% merupakan capaian positif, namun harus dijaga keberlanjutannya.<\/p>\n<p data-end=\"3549\" data-start=\"3436\">Ia menyebut tantangan utama saat ini adalah menjaga \u201cstamina\u201d pertumbuhan ekonomi agar tidak kehilangan momentum.<\/p>\n<p data-end=\"3656\" data-start=\"3551\">\u201cYang menjadi perhatian sebenarnya adalah seberapa lama kecepatan lari itu mampu dipertahankan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-end=\"3782\" data-start=\"3658\">Syakir juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi masih ditopang kuat oleh belanja pemerintah yang naik 21,81% secara tahunan.<\/p>\n<p data-end=\"3906\" data-start=\"3784\">Namun ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada stimulus fiskal tidak bisa menjadi motor utama pertumbuhan jangka panjang.<\/p>\n<h2 data-end=\"3943\" data-section-id=\"1qak2ua\" data-start=\"3908\">Pemerintah: Tren Ekonomi Menguat<\/h2>\n<p data-end=\"4057\" data-start=\"3945\">Menteri Keuangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/purbaya-yudhi-sadewa\" title=\"Purbaya Yudhi Sadewa\">Purbaya Yudhi Sadewa<\/a> menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren yang terus menguat.<\/p>\n<p data-end=\"4153\" data-start=\"4059\">Ia menolak anggapan bahwa capaian 5,61% hanya dipengaruhi efek basis rendah (low base effect).<\/p>\n<p data-end=\"4249\" data-start=\"4155\">Menurutnya, pertumbuhan tersebut merupakan kelanjutan dari tren positif sejak kuartal IV-2025.<\/p>\n<p data-end=\"4322\" data-start=\"4251\">\u201cTrennya jelas naik, dan ini akan kita dorong terus ke depan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-end=\"4487\" data-start=\"4324\">Purbaya juga menegaskan pemerintah telah menjaga likuiditas dan mempercepat belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih merata sepanjang tahun.<\/p>\n<p data-end=\"4593\" data-start=\"4489\">Ia menyebut konsumsi rumah tangga yang tumbuh di atas 5% menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga.<\/p>\n<p data-end=\"4648\" data-start=\"4595\">\u201cArtinya daya beli masyarakat juga membaik,\u201d katanya. (Ins\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/889005\/ekonomi-tumbuh-561-indef-soroti-tekanan-rupiah-dan-defisit-fiskal-indonesia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.(MI) KEPALA Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% secara tahunan (year on year\/yoy) pada kuartal I-2026 belum sepenuhnya ditopang oleh fundamental ekonomi yang kuat. Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari tekanan nilai tukar rupiah yang masih melemah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-40337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40337"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40337\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}