{"id":40331,"date":"2026-05-11T10:21:43","date_gmt":"2026-05-11T10:21:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/11\/kemenkes-tegaskan-antidepresan-ssri-tak-bersifat-adiktif-stigma-kesehatan-jiwa-dinilai-jadi-hambatan\/"},"modified":"2026-05-11T10:21:43","modified_gmt":"2026-05-11T10:21:43","slug":"kemenkes-tegaskan-antidepresan-ssri-tak-bersifat-adiktif-stigma-kesehatan-jiwa-dinilai-jadi-hambatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/11\/kemenkes-tegaskan-antidepresan-ssri-tak-bersifat-adiktif-stigma-kesehatan-jiwa-dinilai-jadi-hambatan\/","title":{"rendered":"Kemenkes Tegaskan Antidepresan SSRI tak Bersifat Adiktif, Stigma Kesehatan Jiwa Dinilai Jadi Hambatan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/11\/1778494487_1dc40db2932578ef704f.png\" alt=\"Kemenkes Tegaskan Antidepresan SSRI tak Bersifat Adiktif, Stigma Kesehatan Jiwa Dinilai Jadi Hambatan\"\/><figcaption>ilustrasi depresi.(MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p data-end=\"1189\" data-start=\"1016\">SALAH satu hambatan terbesar dalam pengobatan kesehatan jiwa adalah kekhawatiran bahwa antidepresan golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ssri\" title=\"SSRI\">SSRI<\/a>) bersifat adiktif.<\/p>\n<p data-end=\"1341\" data-start=\"1191\">Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kementerian-kesehatan\" title=\"Kementerian Kesehatan\">Kementerian Kesehatan<\/a>, Imran Pambudi, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sesuai dengan bukti medis.<\/p>\n<p data-end=\"1639\" data-start=\"1343\">\u201cBukti menunjukkan hal sebaliknya. Gejala putus obat memang bisa muncul bila penggunaan dihentikan mendadak, namun hal ini berbeda dengan kecanduan. Tidak ada euforia, tidak ada dorongan kompulsif untuk mencari obat, dan SSRI tidak dikategorikan sebagai zat terkontrol,\u201d kata Imran, Senin (11\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/700423\/krisis-mental-remaja-tantangan-terlupakan\" title=\"Krisis Mental Remaja: Tantangan Terlupakan\" target=\"_blank\">Krisis Mental Remaja: Tantangan Terlupakan<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-end=\"1809\" data-start=\"1641\">Ia menjelaskan SSRI tidak menyebabkan ketergantungan seperti zat adiktif lainnya karena tidak menimbulkan efek euforia maupun dorongan kompulsif untuk mengonsumsi obat.<\/p>\n<h2 data-end=\"1855\" data-section-id=\"1yrk2yt\" data-start=\"1811\">Efektivitas SSRI dalam Pengobatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/depresi\" title=\"Depresi\">Depresi<\/a><\/h2>\n<p data-end=\"1984\" data-start=\"1857\">Imran menyebut antidepresan golongan SSRI terbukti memberikan manfaat signifikan bagi penderita depresi dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gangguan-kecemasan\" title=\"Gangguan Kecemasan\">gangguan kecemasan<\/a>.<\/p>\n<p data-end=\"2125\" data-start=\"1986\">Sejumlah tinjauan penelitian internasional menunjukkan bahwa antidepresan lebih efektif dibandingkan plasebo dalam menangani depresi mayor.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/810449\/1-dari-8-ibu-alami-kecemasan-pascapersalinan-begini-penjelasan-ahli\" title=\"1 dari 8 Ibu Alami Kecemasan Pascapersalinan, Begini Penjelasan Ahli\" target=\"_blank\">1 dari 8 Ibu Alami Kecemasan Pascapersalinan, Begini Penjelasan Ahli<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-end=\"2317\" data-start=\"2127\">\u201cSSRI juga terbukti membantu mengurangi gejala gangguan kecemasan umum. Bahkan obat seperti sertraline dapat memberikan perbaikan terukur hanya dalam dua minggu pertama pengobatan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h2 data-end=\"2361\" data-section-id=\"1inbtze\" data-start=\"2319\">Gangguan Jiwa Masih Jadi Masalah Global<\/h2>\n<p data-end=\"2575\" data-start=\"2363\">Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/who\" title=\"WHO\">WHO<\/a>) 2025, lebih dari satu miliar orang di dunia hidup dengan gangguan jiwa. Kondisi ini menjadikannya penyebab kedua terbesar disabilitas jangka panjang secara global.<\/p>\n<p data-end=\"2713\" data-start=\"2577\">Depresi dan kecemasan juga diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi hingga 1 triliun dolar AS per tahun akibat hilangnya produktivitas.<\/p>\n<p data-end=\"2862\" data-start=\"2715\">Selain itu, sekitar 727 ribu orang meninggal akibat bunuh diri pada 2021, menjadikannya salah satu penyebab kematian utama pada kelompok usia muda.<\/p>\n<h2 data-end=\"2887\" data-section-id=\"ni0ilw\" data-start=\"2864\">Situasi di Indonesia<\/h2>\n<p data-end=\"3059\" data-start=\"2889\">Di Indonesia, survei kesehatan jiwa nasional menunjukkan prevalensi gangguan mental pada remaja berkisar 15\u201317 persen, dengan depresi dan kecemasan sebagai kasus dominan.<\/p>\n<p data-end=\"3255\" data-start=\"3061\">\u201cData tersebut menegaskan bahwa isu kesehatan jiwa di Indonesia tidak bisa dianggap remeh, apalagi dengan tantangan stigma, keterbatasan layanan, dan ketimpangan akses antar daerah,\u201d kata Imran. (Iam\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/888994\/kemenkes-tegaskan-antidepresan-ssri-tak-bersifat-adiktif-stigma-kesehatan-jiwa-dinilai-jadi-hambatan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi depresi.(MI) SALAH satu hambatan terbesar dalam pengobatan kesehatan jiwa adalah kekhawatiran bahwa antidepresan golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRI) bersifat adiktif. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sesuai dengan bukti medis. \u201cBukti menunjukkan hal sebaliknya. Gejala putus obat memang bisa muncul bila penggunaan dihentikan mendadak, namun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40332,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-40331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40331"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40331\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}