{"id":40303,"date":"2026-05-11T09:08:44","date_gmt":"2026-05-11T09:08:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/11\/kcn-perkuat-komitmen-inklusi-melalui-gerakan-setiap-anak-punya-suara\/"},"modified":"2026-05-11T09:08:44","modified_gmt":"2026-05-11T09:08:44","slug":"kcn-perkuat-komitmen-inklusi-melalui-gerakan-setiap-anak-punya-suara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/11\/kcn-perkuat-komitmen-inklusi-melalui-gerakan-setiap-anak-punya-suara\/","title":{"rendered":"KCN Perkuat Komitmen Inklusi melalui Gerakan Setiap Anak Punya Suara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/11\/1778490266_811199405cb4368b83eb.jpeg\" alt=\"KCN Perkuat Komitmen Inklusi melalui Gerakan \u201cSetiap Anak Punya Suara\u201d \"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok KCN)<\/figcaption><\/figure>\n<p><em>KARENA <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/setiap-anak-punya-suara\" title=\"Setiap Anak Punya Suara\">setiap anak punya suara<\/a>.<\/em><\/p>\n<p>Inilah yang menjadi latar belakang peluncurkan buku<em> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/naya-dan-talkernya\" title=\"Naya dan Talkernya\">Naya dan Talkernya<\/a><\/em>, yang menjadi momentum perkenalan Gerakan Setiap Anak Punya Suara. Gerakan ini merupakan inisiatif yang bertujuan membangun pemahaman masyarakat terhadap anak autis non-verbal sekaligus mendorong terciptanya ruang yang lebih inklusif bagi mereka.<\/p>\n<p>Peluncurkan buku digelar di Gramedia Matraman dengan diikuti rangkaian sesi<em> talkshow<\/em>, diskusi dan berbagi pengalaman, meet &amp; greet, serta seremoni kolaborasi bersama berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu inklusi anak berkebutuhan khusus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/885835\/benarkah-gadget-penyebab-adhd-dan-autisme-pada-anak-ini-penjelasan-pakar-idai\" title=\"Benarkah Gadget Penyebab ADHD dan Autisme pada Anak? Ini Penjelasan Pakar IDAI\" target=\"_blank\">Benarkah Gadget Penyebab ADHD dan Autisme pada Anak? Ini Penjelasan Pakar IDAI<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Buku <em>Naya dan Talkernya<\/em>\u00a0mengangkat kisah perjalanan seorang anak autis non-verbal dalam menemukan cara berkomunikasi melalui talker, alat bantu komunikasi yang menjadi jembatan bagi anak untuk menyampaikan kebutuhan, emosi, dan pikirannya. Melalui pendekatan visual dan cerita yang hangat, buku ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memahami bahwa setiap anak memiliki caranya masing-masing untuk berkomunikasi dan menyampaikan dirinya.<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat bersyukur peluncuran buku <em>Naya dan Talkernya\u00a0<\/em> dapat terlaksana. Berawal dari keinginan sederhana untuk berbagi pengalaman melihat perkembangan anak kami setelah menggunakan talker. Terbukanya komunikasi ini merupakan langkah yang sangat berarti dan diharapkan dapat membantu perkembangan positif lainnya,\u201d ungkap Dewi Mareta, pengarang buku <em>Naya dan Talkernya<\/em>, yang merupakan ibu dari Naya.<\/p>\n<p>Penggagas Gerakan \u201cSetiap Anak Punya Suara\u201d, Sofia Karina, menyampaikan bahwa gerakan ini hadir untuk membuka perspektif bahwa komunikasi tidak selalu tentang berbicara. Dengan pendekatan yang tepat, setiap anak memiliki cara untuk terhubung dan mengekspresikan dirinya.\u00a0\u201cSaya berharap Gerakan \u201cSetiap Anak Punya Suara\u201d dapat mendorong kesadaran, empati, dan pemahaman publik terhadap anak autis non-verbal. Anak-anak ini juga membutuhkan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk didengar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/879093\/autism-awarness-day-2026-farhan-ajak-warga-bandung-hapus-stigma-autisme\" title=\"Autism Awarness Day 2026, Farhan Ajak Warga Bandung Hapus Stigma Autisme\" target=\"_blank\">Autism Awarness Day 2026, Farhan Ajak Warga Bandung Hapus Stigma Autisme<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebagai bagian dari gerakan ini, PT <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karya-citra-nusantara\" title=\"Karya Citra Nusantara\">Karya Citra Nusantara<\/a> (KCN), perusahaan yang bergerak di bidang kepelabuhanan dan logistik, telah lama menjalin sinergi bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Disabilitas Rumah Autis Depok Yayasan Cagar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada dukungan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap anak autis non-verbal.\u00a0<\/p>\n<p>KCN yang diwakili oleh Bella Mardiana selaku Public Relation Supervisor, \u00a0menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus.<\/p>\n<p>\u201cKolaborasi dan gerakan yang digaungkan hari ini memiliki kesinambungan yang kuat dengan berbagai inisiatif sosial yang sebelumnya telah dijalankan melalui program CSR KCN,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Pembina dan ketua LKS Disabilitas Yayasan Cagar Rumah Autis Depok, Suyono, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKami percaya kolaborasi antar orang tua, guru dan masyarakat merupakan kunci penting karena dapat membantu membuka wawasan masyarakat bahwa anak autis non-verbal bukan tidak mampu berkomunikasi, melainkan memiliki cara komunikasi yang berbeda. Dukungan dari berbagai pihak akan sangat berarti bagi perkembangan mereka,\u201d kata Suyono.\u00a0<\/p>\n<p>Dukungan serupa juga disampaikan oleh Andrea, terapis anak berkebutuhan khusus dari Jakarta Behaviour Center (JBC), yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, pemahaman lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam perkembangan kemampuan komunikasi anak autis non-verbal.<\/p>\n<p>\u201cKetika lingkungan memahami cara anak berkomunikasi, anak akan merasa lebih aman dan percaya diri untuk mengekspresikan dirinya. Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar anak-anak ini dapat berkembang secara optimal,\u201d ujar Andrea.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, CEO Indonesia Writing Edu Center (IWEC) Editor Cerita sekaligus penerbit buku <em>Naya dan Talkernya,<\/em> \u00a0Maylia Erna Sutarto menyampaikan bahwa kisah Naya sangat spesial karena dikemas dengan konsep cerita bergambar sehingga dapat dinikmati berbagai usia. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah khasanah buku cerita anak yang saat ini masih terbatas.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cBuku ini sangat insightful. Pendekatan penceritaannya menggunakan sudut pandang Naya untuk menggambarkan perasaan dan pikirannya dalam proses belajar berkomunikasi dengan orang lain, sehingga terasa lebih emosional, dekat, dan mudah dipahami oleh pembaca,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Gerakan \u201cSetiap Anak Punya Suara\u201d mengajak berbagai elemen masyarakat, mulai dari keluarga, komunitas, sekolah, media, dunia usaha, hingga institusi publik untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan suportif bagi anak autis non-verbal.<\/p>\n<p>Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat Hari Kesadaran <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/autisme\" title=\"Autisme\">Autisme<\/a> Dunia, dan diharapkan akan mendorong tumbuhnya pemahaman bahwa komunikasi tidak selalu hadir melalui kata-kata, dan bahwa setiap anak memiliki suara yang layak untuk didengar. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/888959\/kcn-perkuat-komitmen-inklusi-melalui-gerakan-setiap-anak-punya-suara-\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok KCN) KARENA setiap anak punya suara. Inilah yang menjadi latar belakang peluncurkan buku Naya dan Talkernya, yang menjadi momentum perkenalan Gerakan Setiap Anak Punya Suara. Gerakan ini merupakan inisiatif yang bertujuan membangun pemahaman masyarakat terhadap anak autis non-verbal sekaligus mendorong terciptanya ruang yang lebih inklusif bagi mereka. Peluncurkan buku digelar di Gramedia Matraman dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40304,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-40303","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40303","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40303"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40303\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40304"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40303"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40303"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}