{"id":39547,"date":"2026-05-09T11:31:39","date_gmt":"2026-05-09T11:31:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/09\/lima-perkembangan-terbaru-hantavirus-data-per-8-mei-2026\/"},"modified":"2026-05-09T11:31:39","modified_gmt":"2026-05-09T11:31:39","slug":"lima-perkembangan-terbaru-hantavirus-data-per-8-mei-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/09\/lima-perkembangan-terbaru-hantavirus-data-per-8-mei-2026\/","title":{"rendered":"Lima Perkembangan Terbaru Hantavirus, Data per 8 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/09\/1778325948_5b9d2073a694f2a3f101.jpeg\" alt=\"Lima Perkembangan Terbaru Hantavirus, Data per 8 Mei 2026\"\/><figcaption>Prof Tjandra Yoga Aditama(Dok Pribadi)<\/figcaption><\/figure>\n<p data-end=\"392\" data-start=\"65\">JUMAT (8\/5) WHO kembali mengeluarkan <em data-end=\"130\" data-start=\"107\">Disease Outbreak News<\/em> (DONs) terkait laporan yang diterima WHO pada 2 Mei 2026 mengenai klaster pasien dengan penyakit paru berat (<em data-end=\"268\" data-start=\"240\">severe respiratory illness<\/em>) di sebuah kapal pesiar. Berikut lima perkembangan terbaru mengenai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hantavirus\" title=\"hantavirus\">Hantavirus<\/a> yang kini menjadi perhatian dunia kesehatan.<\/p>\n<p data-end=\"683\" data-start=\"396\"><strong data-end=\"407\" data-start=\"396\">Pertama<\/strong>, hingga 8 Mei 2026 tercatat enam kasus yang telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Seluruh kasus tersebut dipastikan merupakan Hantavirus jenis Andes virus (ANDV) berdasarkan hasil pemeriksaan <em data-end=\"658\" data-start=\"616\">virus-specific polymerase chain reaction<\/em> (PCR) maupun sekuensing.<\/p>\n<p data-end=\"810\" data-start=\"687\">Selain itu, terdapat dua kasus probable, sehingga total terdapat delapan kasus infeksi Hantavirus di kapal pesiar tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/888427\/taiwan-perketat-pengendalian-tikus-usai-kasus-kematian-akibat-hantavirus-warga-diminta-waspada\" title=\"Taiwan Perketat Pengendalian Tikus usai Kasus Kematian akibat Hantavirus, Warga Diminta Waspada\" target=\"_blank\">Taiwan Perketat Pengendalian Tikus usai Kasus Kematian akibat Hantavirus, Warga Diminta Waspada<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-end=\"1069\" data-start=\"814\"><strong data-end=\"823\" data-start=\"814\">Kedua<\/strong>, dari delapan kasus tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia. Dengan demikian, angka kematian (<em data-end=\"943\" data-start=\"922\">case fatality ratio<\/em>) mencapai 38 persen. Artinya, hampir 40 persen kasus berujung pada kematian, angka yang tergolong tinggi dan mengkhawatirkan.<\/p>\n<p data-end=\"1366\" data-start=\"1073\"><strong data-end=\"1083\" data-start=\"1073\">Ketiga<\/strong>, hingga saat ini telah dilakukan dua kali penerbangan evakuasi medik dari Cabo Verde, tempat kapal pesiar bersandar, menuju Belanda. Berdasarkan data terbaru hingga 8 Mei, pasien dari kapal pesiar tersebut kini tersebar di Johannesburg (Afrika Selatan), Belanda, dan Zurich (Swiss).<\/p>\n<p data-end=\"1626\" data-start=\"1370\">Satu kasus sempat dibawa ke Jerman, namun hasil pemeriksaan PCR dan serologi menunjukkan hasil negatif sehingga tidak lagi dikategorikan sebagai kasus infeksi Hantavirus. Hal ini menunjukkan bahwa penumpang kapal telah menyebar ke berbagai negara di dunia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/888177\/klaster-hantavirus-kapal-pesiar-mv-hondius-pakar-unair-ingatkan-risiko-zoonosis\" title=\"Klaster Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius: Pakar Unair Ingatkan Risiko Zoonosis\" target=\"_blank\">Klaster Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius: Pakar Unair Ingatkan Risiko Zoonosis<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-end=\"1902\" data-start=\"1630\"><strong data-end=\"1641\" data-start=\"1630\">Keempat<\/strong>, berdasarkan data yang tersedia saat ini, WHO menyampaikan hipotesis kerja bahwa kasus pertama (<em data-end=\"1750\" data-start=\"1738\">index case<\/em>) kemungkinan besar telah terinfeksi Hantavirus sebelum naik ke kapal pesiar, melalui paparan lingkungan saat melakukan kegiatan di Argentina dan Chile.<\/p>\n<p data-end=\"2222\" data-start=\"1906\">Selanjutnya, diduga terjadi penularan antarmanusia di atas kapal pesiar. Dugaan ini antara lain didasarkan pada waktu munculnya gejala serta kaitannya dengan masa inkubasi ANDV. Untuk menganalisis hipotesis tersebut, penelitian masih terus dilakukan, baik secara epidemiologis maupun melalui penyelidikan sekuensing.<\/p>\n<p data-end=\"2547\" data-start=\"2226\"><strong data-end=\"2236\" data-start=\"2226\">Kelima<\/strong>, dalam dua hingga tiga hari terakhir sempat muncul laporan mengenai seorang pramugari KLM yang diobservasi karena kemungkinan tertular setelah melakukan kontak dengan salah satu pasien terkonfirmasi. Namun, data terbaru per 8 Mei menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan laboratoriumnya negatif terhadap Hantavirus.<\/p>\n<p data-end=\"2773\" data-start=\"2551\">Pemantauan terhadap kontak-kontak lain masih terus dilakukan. Dalam konteks ini, perlu diketahui bahwa di kapal pesiar tersebut juga terdapat warga negara ASEAN dari negara tetangga Indonesia, yaitu Filipina dan Singapura.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/888458\/lima-perkembangan-terbaru-hantavirus-data-per-8-mei-2026\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prof Tjandra Yoga Aditama(Dok Pribadi) JUMAT (8\/5) WHO kembali mengeluarkan Disease Outbreak News (DONs) terkait laporan yang diterima WHO pada 2 Mei 2026 mengenai klaster pasien dengan penyakit paru berat (severe respiratory illness) di sebuah kapal pesiar. Berikut lima perkembangan terbaru mengenai Hantavirus yang kini menjadi perhatian dunia kesehatan. Pertama, hingga 8 Mei 2026 tercatat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39548,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-39547","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39547"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39547\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}