{"id":39364,"date":"2026-05-09T02:46:37","date_gmt":"2026-05-09T02:46:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/09\/video-timelapse-nasa-ungkap-6-tahun-perjuangan-robot-curiosity-melintasi-medan-ekstrem-mars\/"},"modified":"2026-05-09T02:46:37","modified_gmt":"2026-05-09T02:46:37","slug":"video-timelapse-nasa-ungkap-6-tahun-perjuangan-robot-curiosity-melintasi-medan-ekstrem-mars","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/09\/video-timelapse-nasa-ungkap-6-tahun-perjuangan-robot-curiosity-melintasi-medan-ekstrem-mars\/","title":{"rendered":"Video Timelapse NASA Ungkap 6 Tahun Perjuangan Robot Curiosity Melintasi Medan Ekstrem Mars"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/08\/1778248928_beb66da8f961f2f99dae.jpg\" alt=\"Video Timelapse NASA Ungkap 6 Tahun Perjuangan Robot Curiosity Melintasi Medan Ekstrem Mars\"\/><figcaption>NASA merilis video timelapse perjalanan robot Curiosity di Mars sejak 2020 hingga 2026. Lihat bagaimana roda-rodanya bertahan menghadapi medan ekstrem Planet Merah.(NASA)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nasa\" title=\"NASA\">NASA<\/a> baru saja merilis video time-lapse memukau yang merangkum perjalanan panjang robot penjelajah Curiosity di Planet Merah. Video ini menunjukkan perjuangan berat selama bertahun-tahun saat roda-roda robot tersebut berputar melintasi medan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mars\" title=\"Mars\">Mars<\/a> yang kasar dan tak kenal ampun.<\/p>\n<p>Footage yang ditangkap kamera navigasi kanan Curiosity ini memadatkan lebih dari enam tahun perjalanan menjadi durasi sekitar dua menit. Mencakup periode dari awal 2020 hingga 2026, rekaman tersebut memperlihatkan dek bagian belakang robot sementara roda aluminiumnya terus berputar melintasi berbagai medan, mulai dari lempengan batu besar hingga debu halus.<iframe loading=\"lazy\" allowtransparency=\"true\" frameborder=\"0\" height=\"480\" scrolling=\"no\" src=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DXwlt92tBr0\/embed\" width=\"400\"><\/iframe><\/p>\n<h2>Lebih dari Sekadar Rekaman Perjalanan<\/h2>\n<p>Meskipun terlihat seperti catatan sinematik, kamera ini sebenarnya berfungsi membantu tim misi mengidentifikasi fitur batuan menarik setelah Curiosity melewatinya. Namun, dengan menggabungkan ribuan gambar rutin, para insinyur berhasil menciptakan catatan kontinu tentang gerak dan perubahan lingkungan di Mars.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/888034\/robot-curiosity-disandera-batu-seberat-13-kg-selama-seminggu\" title=\"Robot Curiosity 'Disandera' Batu Seberat 13 Kg Selama Seminggu\" target=\"_blank\">Robot Curiosity &#8216;Disandera&#8217; Batu Seberat 13 Kg Selama Seminggu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kini, para ilmuwan bahkan menggunakan rekaman tersebut untuk mempelajari bagaimana pasir menumpuk dan bergeser di atas dek robot.<\/p>\n<p>&#8220;Tim Curiosity menggunakan timelapse ini untuk mengamati butiran pasir yang bergeser di dek penjelajah,&#8221; ujar pejabat NASA dalam sebuah pernyataan resmi. &#8220;Membedakan antara pasir yang terguncang oleh setiap perjalanan dengan pasir yang terbawa embusan angin dapat memberikan informasi baru tentang perubahan musiman di atmosfer.&#8221;<\/p>\n<h2>Roda yang Babak Belur Namun Tangguh<\/h2>\n<p>Video ini juga menyoroti realitas keras penjelajahan ruang angkasa: keausan fisik. Enam roda Curiosity, yang masing-masing berdiameter sekitar 50 sentimeter, dirancang untuk menangani tanah yang tidak rata. Namun, permukaan Mars terbukti jauh lebih keras dari yang diperkirakan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/883865\/nasa-temukan-molekul-organik-di-mars-perkuat-dugaan-planet-layak-huni\" title=\"NASA Temukan Molekul Organik di Mars, Perkuat Dugaan Planet Layak Huni\" target=\"_blank\">NASA Temukan Molekul Organik di Mars, Perkuat Dugaan Planet Layak Huni<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tak lama setelah mendarat pada 2012, para insinyur mulai menyadari adanya kerusakan pada lapisan tipis roda aluminium tersebut, termasuk lubang dan sobekan akibat bebatuan tajam. Foto-foto terbaru menunjukkan bekas luka baru di samping kerusakan lama, mempertegas dampak kumulatif dari lebih dari satu dekade misi di Mars. Meski rodanya tampak &#8220;babak belur&#8221;, Curiosity tetap dapat bergerak penuh berkat strategi mengemudi yang hati-hati dari tim insinyur.<\/p>\n<h2>Misi yang Melampaui Batas<\/h2>\n<p>Sejak mendarat, Curiosity telah menempuh perjalanan lebih dari 32 kilometer melintasi Kawah Gale dan mendaki lereng Gunung Sharp. Perjalanan ini telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars, mengonfirmasi bahwa lingkungan kuno di kawah tersebut dulunya mampu mendukung kehidupan mikrob.<\/p>\n<p>Roda yang penuh lubang dan tertutup debu dalam video tersebut adalah bukti nyata dari sebuah perjalanan robotik yang telah jauh melampaui masa pakai aslinya yang hanya dua tahun. Video ini menjadi pengingat bahwa bahkan perspektif sederhana dari sebuah kamera yang diarahkan ke roda yang aus dapat menangkap skala luar biasa dari misi penjelajahan planet lain. (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/888246\/video-timelapse-nasa-ungkap-6-tahun-perjuangan-robot-curiosity-melintasi-medan-ekstrem-mars\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NASA merilis video timelapse perjalanan robot Curiosity di Mars sejak 2020 hingga 2026. Lihat bagaimana roda-rodanya bertahan menghadapi medan ekstrem Planet Merah.(NASA) NASA baru saja merilis video time-lapse memukau yang merangkum perjalanan panjang robot penjelajah Curiosity di Planet Merah. Video ini menunjukkan perjuangan berat selama bertahun-tahun saat roda-roda robot tersebut berputar melintasi medan Mars yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39365,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-39364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39364"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39364\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}