{"id":38524,"date":"2026-05-07T04:33:38","date_gmt":"2026-05-07T04:33:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/07\/kulit-perempuan-di-as-ini-berubah-jadi-biru-kehitaman-setelah-minum-antibiotik\/"},"modified":"2026-05-07T04:33:38","modified_gmt":"2026-05-07T04:33:38","slug":"kulit-perempuan-di-as-ini-berubah-jadi-biru-kehitaman-setelah-minum-antibiotik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/07\/kulit-perempuan-di-as-ini-berubah-jadi-biru-kehitaman-setelah-minum-antibiotik\/","title":{"rendered":"Kulit Perempuan di AS ini Berubah Jadi Biru Kehitaman Setelah Minum Antibiotik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/07\/1778108661_88935c030128cb0cdd15.jpg\" alt=\"Kulit Perempuan di AS ini Berubah Jadi Biru Kehitaman Setelah Minum Antibiotik\"\/><figcaption>Seorang perempuan mengalami hiperpigmentasi biru keabu-abuan yang mencolok di lengan dan kakinya.(The New England Journal of Medicine \u00a92026)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SEORANG perempuan berusia 68 tahun di Amerika Serikat mengalami kondisi medis yang mengejutkan setelah menjalani pengobatan untuk masalah kulitnya. Hanya dalam waktu enam minggu, muncul bercak-bercak gelap menyerupai lebam di sekujur lengan dan kakinya, dengan warna yang bervariasi mulai dari biru tua, ungu, hingga hitam pekat.<\/p>\n<p>Kejadian ini bermula saat pasien didiagnosis menderita <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rosacea\" title=\"Rosacea\">rosacea<\/a>, sebuah kondisi peradangan kronis yang menyebabkan kemerahan dan jerawat bernanah pada wajah. Untuk mengatasinya, dokter meresepkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/minocycline\" title=\"Minocycline\">minocycline<\/a>, sebuah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/antibiotik\" title=\"Antibiotik\">antibiotik<\/a> oral dengan dosis 100 miligram per hari. Namun, dua minggu setelah memulai pengobatan, gejala aneh justru muncul.<\/p>\n<h2>Diagnosis Hiperpigmentasi Tipe II<\/h2>\n<p>Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan adanya hiperpigmentasi biru-abu-abu pada lengan bawah, tulang kering, hingga sisi lidah pasien. Laporan medis mengonfirmasi perempuan tersebut mengalami hiperpigmentasi tipe II akibat induksi minocycline.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/884693\/benarkah-virus-cacar-air-tidak-hilang-dari-tubuh-ini-penjelasannya\" title=\"Benarkah Virus Cacar Air Tidak Hilang dari Tubuh? Ini Penjelasannya\" target=\"_blank\">Benarkah Virus Cacar Air Tidak Hilang dari Tubuh? Ini Penjelasannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kondisi ini didefinisikan sebagai &#8220;perubahan warna biru-abu-abu pada kulit normal di area permukaan ekstensor lengan dan kaki.&#8221; Secara medis, terdapat tiga tipe hiperpigmentasi yang bisa dipicu oleh obat ini:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Tipe I: Perubahan warna biru-hitam pada area bekas luka atau peradangan di wajah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tipe II: Perubahan warna pada kulit sehat di area ekstremitas (lengan dan kaki).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tipe III: Pigmentasi cokelat keruh pada area tubuh yang sering terpapar sinar matahari.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Keunikan Kasus: Reaksi yang Terlalu Cepat<\/h2>\n<p>Kasus ini menarik perhatian para ahli karena kecepatan kemunculan gejalanya. Umumnya, hiperpigmentasi tipe II membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga obat menumpuk di dalam tubuh sebelum manifestasi warna muncul di kulit.<\/p>\n<p>&#8220;Biasanya kondisi ini berkembang setelah berbulan-bulan pengobatan, tetapi jarang terjadi pada jangka waktu yang lebih pendek,&#8221; tulis penulis laporan kasus tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/883653\/tips-perawatan-kulit-pengantin-mulai-6-bulan-sebelum-pernikahan\" title=\"Tips Perawatan Kulit Pengantin: Mulai 6 Bulan sebelum Pernikahan\" target=\"_blank\">Tips Perawatan Kulit Pengantin: Mulai 6 Bulan sebelum Pernikahan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hingga saat ini, penyebab pasti kondisi ini belum sepenuhnya dipahami. Namun, para ahli menduga hal itu terjadi akibat proses pemecahan antibiotik di dalam tubuh. Produk sampingan dari obat ini berikatan dengan zat besi yang kemudian diserap oleh sel kekebalan (makrofag) dan menumpuk di kulit. Selain itu, obat tersebut memicu aktivitas melanin (pigmen warna kulit) secara berlebihan.<\/p>\n<h2>Proses Pemulihan yang Lama<\/h2>\n<p>Sebagai langkah penanganan, dokter segera menginstruksikan pasien untuk menghentikan konsumsi minocycline dan menghindari paparan sinar ultraviolet, yang diyakini dapat memperburuk kondisi pigmentasi tersebut.<\/p>\n<p>Meski pengobatan telah dihentikan, proses pemulihan kulit tidak terjadi secara instan. Enam bulan setelah berhenti mengonsumsi obat, hiperpigmentasi pada lengan dan kaki pasien dilaporkan &#8220;agak mereda,&#8221; namun masih terlihat jelas. Secara medis, bekas pigmentasi ini memang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk benar-benar hilang, bahkan pada beberapa kasus tipe III, warna tersebut bersifat permanen. (Live Science\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/887534\/kulit-perempuan-di-as-ini-berubah-jadi-biru-kehitaman-setelah-minum-antibiotik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang perempuan mengalami hiperpigmentasi biru keabu-abuan yang mencolok di lengan dan kakinya.(The New England Journal of Medicine \u00a92026) SEORANG perempuan berusia 68 tahun di Amerika Serikat mengalami kondisi medis yang mengejutkan setelah menjalani pengobatan untuk masalah kulitnya. Hanya dalam waktu enam minggu, muncul bercak-bercak gelap menyerupai lebam di sekujur lengan dan kakinya, dengan warna yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":38525,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-38524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38524"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38524\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}