{"id":38489,"date":"2026-05-07T03:13:12","date_gmt":"2026-05-07T03:13:12","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/07\/bayern-vs-psg-penyebab-die-roten-tersingkir-dari-final-liga-champions\/"},"modified":"2026-05-07T03:13:12","modified_gmt":"2026-05-07T03:13:12","slug":"bayern-vs-psg-penyebab-die-roten-tersingkir-dari-final-liga-champions","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/07\/bayern-vs-psg-penyebab-die-roten-tersingkir-dari-final-liga-champions\/","title":{"rendered":"Bayern vs PSG Penyebab Die Roten Tersingkir dari Final Liga Champions"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/07\/1778123442_3ff525143a553d039f35.jpg\" alt=\"Bayern vs PSG : Penyebab Die Roten Tersingkir dari Final Liga Champions\"\/><figcaption>Bayern Muenchen vs PSG di Liga Champions, Rabu (6\/5)(Instagram\/@fcbayern)<\/figcaption><\/figure>\n<p>BAYERN Muenchen harus mengubur mimpi kembali ke <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/final-liga-champions\" title=\"Final Liga Champions\">final Liga Champions<\/a> atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ucl-2026\" title=\"UCL 2026\">UCL 2026<\/a> setelah disingkirkan juara bertahan Paris Saint-Germain (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/psg\" title=\"PSG\">PSG<\/a>) dalam laga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bayern-vs-psg\" title=\"Bayern vs PSG\">Bayern vs PSG<\/a> di semifinal. Hasil imbang 1-1 pada leg kedua di Allianz Arena, Kamis (7\/5) dini hari membuat raksasa Jerman itu kalah agregat 5-6.<\/p>\n<p>Kekecewaan langsung terasa di kubu Bayern yang berjuluk Die Roten itu. Kapten tim Manuel Neuer menilai timnya gagal menunjukkan ketajaman pada momen-momen penting, meski mampu menciptakan sejumlah peluang.<\/p>\n<p>\u201cKami memang tidak memiliki banyak peluang besar, tetapi kami tetap menciptakan cukup kesempatan untuk mencetak gol. Kami kehilangan mentalitas pembunuh yang dimiliki PSG untuk mencetak gol,\u201d ujar Neuer.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/887543\/final-liga-champions-setelah-bayern-vs-psg--le-parisiens-bertemu-arsenal\" title=\"Final Liga Champions setelah Bayern vs PSG : Le Parisiens Bertemu Arsenal\" target=\"_blank\">Final Liga Champions setelah Bayern vs PSG : Le Parisiens Bertemu Arsenal<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sepanjang musim ini Bayern sebenarnya tampil produktif dengan torehan 175 gol di semua kompetisi. Namun, saat menghadapi PSG di leg kedua, efektivitas mereka justru menghilang.<\/p>\n<p>Gol penyama kedudukan dari Harry Kane baru tercipta pada masa injury time dan gagal menyelamatkan langkah Bayern.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah sangat dekat dengan final, tetapi gagal mengambil langkah berikutnya. Gol kami datang terlalu terlambat,\u201d kata Neuer.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/769116\/psg-vs-arsenal--luis-enrique-sebut-squadnya-layak-ke-final\" title=\"PSG Vs Arsenal : Luis Enrique Sebut Squadnya Layak ke Final\" target=\"_blank\">PSG Vs Arsenal : Luis Enrique Sebut Squadnya Layak ke Final<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kane mencetak gol pada menit keempat tambahan waktu. Namun waktu yang tersisa terlalu singkat untuk memaksakan laga berlanjut ke perpanjangan waktu.<\/p>\n<p>\u201cSayangnya gol kami datang sedikit terlambat. Kami tidak punya cukup waktu untuk menciptakan peluang lain atau mungkin mendapatkan bola mati. Pada titik itu semuanya sudah terlambat,\u201d imbuh Neuer.<\/p>\n<p>Meski Bayern sudah mengamankan gelar Bundesliga dan melaju ke final Piala Jerman, Neuer mengakui kekecewaan tetap mendominasi suasana tim.<\/p>\n<p>Pelatih Bayern Vincent Kompany sepakat dengan penilaian sang kapten. Dia menyebut timnya kurang tegas dalam memanfaatkan momentum penting sepanjang dua leg semifinal.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak bisa terlalu lama larut dalam kekecewaan. Pada akhirnya kami kalah dalam dua pertandingan yang sangat ketat melawan lawan yang sangat bagus. Rasanya pahit,\u201d ujar Kompany.<\/p>\n<p>\u201cKami seharusnya bisa lebih menentukan. Selamat untuk PSG. Liga Champions musim ini sudah selesai bagi kami, tetapi akan ada kesempatan lain dan itu menjadi motivasi bagi saya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Kekalahan memperpanjang penantian Bayern untuk kembali tampil di final Liga Champions sejak terakhir menjadi juara pada 2020. Enam kali kampiun Eropa itu juga belum pernah lagi lolos dari semifinal dua leg sejak 2013.<\/p>\n<p>(AFP\/H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/887591\/bayern-vs-psg--penyebab-die-roten-tersingkir-dari-final-liga-champions\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayern Muenchen vs PSG di Liga Champions, Rabu (6\/5)(Instagram\/@fcbayern) BAYERN Muenchen harus mengubur mimpi kembali ke final Liga Champions atau UCL 2026 setelah disingkirkan juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga Bayern vs PSG di semifinal. Hasil imbang 1-1 pada leg kedua di Allianz Arena, Kamis (7\/5) dini hari membuat raksasa Jerman itu kalah agregat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":38490,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-38489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}