{"id":38332,"date":"2026-05-06T19:38:18","date_gmt":"2026-05-06T19:38:18","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/06\/film-dokumenter-jejak-wallacea-suarakan-konservasi-pesisir-berbasis-komunitas\/"},"modified":"2026-05-06T19:38:18","modified_gmt":"2026-05-06T19:38:18","slug":"film-dokumenter-jejak-wallacea-suarakan-konservasi-pesisir-berbasis-komunitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/06\/film-dokumenter-jejak-wallacea-suarakan-konservasi-pesisir-berbasis-komunitas\/","title":{"rendered":"Film Dokumenter Jejak Wallacea Suarakan Konservasi Pesisir Berbasis Komunitas"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/06\/1778079518_289184455efcf36ee4f2.jpg\" alt=\"Film Dokumenter Jejak Wallacea: Suarakan Konservasi Pesisir Berbasis Komunitas\"\/><figcaption>Konferensi pers film dokumenter Jejak Wallacea(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>UPAYA<b> <\/b>memperkuat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/konservasi\" title=\"konservasi\">konservasi<\/a> pesisir berbasis komunitas kembali menggema melalui peluncuran <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/film\" title=\"film\">film<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dokumenter\" title=\"Dokumenter\">dokumenter<\/a> berjudul <em>Jejak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wallacea\" title=\"wallacea\">Wallacea<\/a><\/em>. Pemutaran perdana film ini digelar di Auditorium CGV FX Sudirman, Jakarta, pada Rabu (6\/5\/2026), sebagai bentuk advokasi penyelamatan ekosistem laut di wilayah Indonesia Timur.<\/p>\n<p>Film hasil kolaborasi Arisel Indonesia dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/burung\" title=\"burung\">Burung<\/a> Indonesia ini diproduksi dengan dukungan <em>Critical Ecosystem Partnership Fund<\/em> (CEPF) melalui Program Kemitraan Wallacea II. Narasi visual ini merekam perjuangan nyata masyarakat pesisir dalam melindungi laut dari ancaman destruktif, seperti penggunaan bom ikan, racun, hingga perburuan satwa dilindungi seperti penyu.<\/p>\n<p>Produser sekaligus sutradara film <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jejak-wallacea\" title=\"Jejak Wallacea\">Jejak Wallacea<\/a><\/em>, SAM August Himmawan, mengungkapkan bahwa proses produksi film ini merupakan perjalanan fisik dan emosional yang mendalam. Selama 22 hari, tim mendokumentasikan kearifan lokal di empat provinsi di wilayah Wallacea.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/879274\/hikayatussistance-film-dokumenter-hibrida-aceh-di-panggung-sinema-dunia\" title=\"Hikayatussistance: Film Dokumenter Hibrida Aceh di Panggung Sinema Dunia\" target=\"_blank\">Hikayatussistance: Film Dokumenter Hibrida Aceh di Panggung Sinema Dunia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cLokasinya cukup menantang. Tim harus menyeberang ke pulau-pulau kecil dengan perahu nelayan, menyelam di area konservasi, hingga mendaki bukit terjal menuju desa adat demi mendapatkan perspektif otentik dari masyarakat,\u201d ujar SAM August.<\/p>\n<h3><iframe loading=\"lazy\" title=\"Jejak Wallacea Trailer\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/bmTL6EMrfqQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/h3>\n<h3>Menjaga Benteng Terakhir Keanekaragaman Hayati<\/h3>\n<p>Wilayah Wallacea bukan sekadar gugusan pulau, melainkan fondasi ekologis yang menopang kehidupan melalui terumbu karang, hutan mangrove, dan padang lamun. Namun, kekayaan ini terus dibayangi praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak zona inti kawasan konservasi.<\/p>\n<p>Wahyu Teguh Prawira, Marine Specialist Burung Indonesia sekaligus Team Leader Program Kemitraan Wallacea II, menjelaskan bahwa inisiatif ini menitikberatkan pada penguatan hukum adat dan pengetahuan lokal. Menurutnya, masyarakat adalah aktor utama yang paling efektif dalam menjaga kedaulatan pangan dan kelestarian laut mereka sendiri.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/791632\/film-dokumenter-simple-plan-the-kids-in-the-crowd-tayang-di-prime-video\" title=\"Film Dokumenter Simple Plan. The Kids in the Crowd Tayang di Prime Video\" target=\"_blank\">Film Dokumenter Simple Plan. The Kids in the Crowd Tayang di Prime Video<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berikut adalah rincian fokus wilayah dan capaian strategis dari Program Kemitraan Wallacea II:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Aspek Program<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Informasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Tujuh Koridor Prioritas<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Togean-Banggai, Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Solor Alor, dan Bentang Laut Buru.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Capaian Tata Kelola<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Peningkatan tata kelola di 14 <em>Key Biodiversity Area<\/em> (KBA).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Dampak Sosial<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Penciptaan sumber pendapatan baru bagi perempuan pesisir melalui pemanfaatan SDA berkelanjutan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Target Konservasi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Penurunan ancaman terhadap spesies laut dilindungi dan pemulihan habitat kritis.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Keberlanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor<\/h3>\n<p>Meski telah menunjukkan hasil positif dalam menekan angka perusakan lingkungan, tantangan besar masih menghadang. Burung Indonesia menekankan pentingnya integrasi model konservasi berbasis komunitas ke dalam kebijakan pemerintah pusat dan daerah.<\/p>\n<p>Ke depan, film <em>Jejak Wallacea<\/em> diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pemantik kolaborasi antara akademisi, sektor swasta, dan pemerintah. Tujuannya jelas: memastikan inisiatif lokal ini tetap berkelanjutan melampaui masa pendanaan program, demi menjaga laut sebagai warisan untuk generasi mendatang. (Z-1)<\/p>\n<p>Program Kemitraan Wallacea II merupakan kelanjutan dari fase pertama yang berfokus pada pemberian hibah bagi organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat tata kelola sumber daya alam di kawasan Wallacea.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/887455\/film-dokumenter-jejak-wallacea-suarakan-konservasi-pesisir-berbasis-komunitas\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konferensi pers film dokumenter Jejak Wallacea(MI\/HO) UPAYA memperkuat konservasi pesisir berbasis komunitas kembali menggema melalui peluncuran film dokumenter berjudul Jejak Wallacea. Pemutaran perdana film ini digelar di Auditorium CGV FX Sudirman, Jakarta, pada Rabu (6\/5\/2026), sebagai bentuk advokasi penyelamatan ekosistem laut di wilayah Indonesia Timur. Film hasil kolaborasi Arisel Indonesia dan Burung Indonesia ini diproduksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":38333,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-38332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38332"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38332\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}