{"id":38314,"date":"2026-05-06T18:52:04","date_gmt":"2026-05-06T18:52:04","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/06\/14-ribu-hektare-lahan-sawah-di-bandung-barat-rawan-kekeringan\/"},"modified":"2026-05-06T18:52:04","modified_gmt":"2026-05-06T18:52:04","slug":"14-ribu-hektare-lahan-sawah-di-bandung-barat-rawan-kekeringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/06\/14-ribu-hektare-lahan-sawah-di-bandung-barat-rawan-kekeringan\/","title":{"rendered":"14 Ribu Hektare Lahan Sawah di Bandung Barat Rawan Kekeringan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/06\/1778082377_d3c17b8f52c404a5cac0.jpg\" alt=\"14 Ribu Hektare Lahan Sawah di Bandung Barat Rawan Kekeringan\"\/><figcaption>Lahan Pertanian di Kabupaten Bandung Barat.(MI\/Depi Gunawan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DARI total lahan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sawah\" title=\"sawah\">sawah<\/a> 18.093 hektare di Kabupaten Bandung Barat, hanya sekitar 3.618 hektare yang relatif aman karena memiliki irigasi. Sisanya, sekitar 14.475 hektare berpotensi terdampak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kekeringan\" title=\"kekeringan\">kekeringan<\/a> saat El Nino.\u00a0<\/p>\n<p>Mengatasi persoalan itu, pemerintah daerah kini fokus tidak hanya pada penguatan infrastruktur pengairan, tetapi juga gencar melakukan penyesuaian teknis budidaya untuk menjaga produksi pangan.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bandung Barat, Lukmanul Hakim mengakui, lahan persawahan di wilayahnya sangat bergantung pada curah hujan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/877087\/antisipasi-kekeringan-bpbd-tasikmalaya-data-sumber-mata-air-hingga-sumur-bor\" title=\"Antisipasi Kekeringan, BPBD Tasikmalaya Data Sumber Mata Air hingga Sumur Bor\" target=\"_blank\">Antisipasi Kekeringan, BPBD Tasikmalaya Data Sumber Mata Air hingga Sumur Bor<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Dari total lahan baku sawah seluas 18.093 hektare, hanya sekitar 20 persen yang memiliki sistem irigasi, sementara sisanya sangat bergantung pada curah hujan,&#8221; kata Lukmanul Hakim, Rabu (6\/5).<\/p>\n<p>Pihaknya mendorong petani menyesuaikan teknis budidaya sebagai langkah cepat dan adaptif di tingkat petani. Salah satunya dengan penggunaan varietas tahan kering seperti padi Inpago 8, jagung Bisi 18, dan cabai Dewata 43.<\/p>\n<p>Selain itu, petani juga diarahkan menerapkan teknik hemat air seperti penggunaan mulsa untuk menjaga kelembaban tanah, serta mengatur ulang jadwal tanam agar fase kritis tanaman tidak terjadi saat puncak kemarau.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/701844\/revitalisasi-saluran-irigasi-bantu-warga-akses-air-bersih\" title=\"Revitalisasi Saluran Irigasi Bantu Warga Akses Air Bersih\" target=\"_blank\">Revitalisasi Saluran Irigasi Bantu Warga Akses Air Bersih<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Pola tanam juga disesuaikan. Di wilayah rawan, petani dianjurkan mengganti padi dengan palawija yang lebih hemat air,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Upaya mitigasi juga dilakukan melalui pendampingan intensif oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), termasuk pemetaan wilayah rawan kekeringan dan sosialisasi prediksi cuaca dari BMKG.<\/p>\n<p>Pemerintah juga mendorong petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) guna melindungi dari risiko gagal panen, serta memastikan kesiapan sarana seperti pompa air dan pengelolaan irigasi yang efisien.<\/p>\n<p>&#8220;Sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah menjadi kunci. Dengan penyesuaian budidaya dan mitigasi yang tepat, kami optimistis produksi pangan tetap terjaga meski dihadapkan pada ancaman El Nino,&#8221; tuturnya.\u00a0<\/p>\n<p>Dari sisi infrastruktur, pihaknya menggenjot program pompanisasi atau brigade pompa. Sepanjang 2024 hingga 2025, sebanyak 393 unit pompa telah disebar, dan pada 2026 ditargetkan bertambah 125 unit dari APBD dan APBN.<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, pembangunan irigasi perpompaan dan jaringan irigasi air tanah juga terus dilakukan. Sampai 2025, ada 65 unit irigasi perpompaan dan 2 unit jaringan air tanah telah dibangun, dengan tambahan 19 unit direncanakan pada 2026,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, ancaman El Nino menjadi tantangan serius bagi Bandung Barat yang sejak 2014 telah mencapai swasembada pangan dan terus menyumbang produksi beras nasional.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Pada tahun lalu, produksi padi Bandung Barat tercatat mencapai 274.221 ton atau setara 147.424 ton beras,&#8221; jelasnya. (DG\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/887473\/14-ribu-hektare-lahan-sawah-di-bandung-barat-rawan-kekeringan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lahan Pertanian di Kabupaten Bandung Barat.(MI\/Depi Gunawan) DARI total lahan sawah 18.093 hektare di Kabupaten Bandung Barat, hanya sekitar 3.618 hektare yang relatif aman karena memiliki irigasi. Sisanya, sekitar 14.475 hektare berpotensi terdampak kekeringan saat El Nino.\u00a0 Mengatasi persoalan itu, pemerintah daerah kini fokus tidak hanya pada penguatan infrastruktur pengairan, tetapi juga gencar melakukan penyesuaian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":38315,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-38314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38314"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38314\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}