{"id":38282,"date":"2026-05-06T17:21:24","date_gmt":"2026-05-06T17:21:24","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/06\/kesaksian-penumpang-mv-hondius-terjebak-di-tengah-samudra-dalam-bayang-bayang-hantavirus\/"},"modified":"2026-05-06T17:21:24","modified_gmt":"2026-05-06T17:21:24","slug":"kesaksian-penumpang-mv-hondius-terjebak-di-tengah-samudra-dalam-bayang-bayang-hantavirus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/06\/kesaksian-penumpang-mv-hondius-terjebak-di-tengah-samudra-dalam-bayang-bayang-hantavirus\/","title":{"rendered":"Kesaksian Penumpang MV Hondius Terjebak di Tengah Samudra dalam Bayang-Bayang Hantavirus"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/07\/1778087880_710fd5e85e88328994c8.jpg\" alt=\"Kesaksian Penumpang MV Hondius: Terjebak di Tengah Samudra dalam Bayang-Bayang Hantavirus\"\/><figcaption>Tangkapan Layar.(BBC)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pelayaran impian melintasi Samudra Atlantik berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan penumpang kapal pesiar mewah MV Hondius. Kapal yang berangkat dari Argentina pada 1 April ini kini terombang-ambing di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat, setelah wabah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hantavirus\" title=\"hantavirus\">Hantavirus<\/a> yang mematikan menyerang para penumpang dan kru di atas kapal.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, tiga orang dilaporkan telah meninggal dunia, sementara beberapa lainnya dalam kondisi kritis. Suasana di atas kapal yang semula penuh kegembiraan kini berubah menjadi ketakutan dan ketidakpastian saat isolasi mulai diberlakukan di tengah laut.<\/p>\n<h2>&#8220;Kami Bukan Sekadar Judul Berita&#8221;<\/h2>\n<p>Jake Rosmarin, seorang vlogger perjalanan asal Amerika Serikat yang berada di atas kapal, membagikan kesaksian emosional mengenai kondisi di dalam MV Hondius. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan bahwa situasi di atas kapal jauh lebih mencekam daripada yang terlihat di media.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/887182\/3-orang-segera-dievakuasi-dari-kapal-wabah-hantavirus-who-soroti-potensi-penularan\" title=\"3 Orang Segera Dievakuasi dari Kapal Wabah Hantavirus, WHO Soroti Potensi Penularan\" target=\"_blank\">3 Orang Segera Dievakuasi dari Kapal Wabah Hantavirus, WHO Soroti Potensi Penularan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kami bukan sekadar cerita. Kami bukan sekadar judul berita; kami adalah manusia dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu kami di rumah,&#8221; ujar Rosmarin dalam sebuah unggahan video yang viral.<\/p>\n<p>Sekitar 150 orang dari 23 negara berbeda kini terjebak dalam situasi yang sama. Mereka harus menghadapi kenyataan bahwa virus yang biasanya disebarkan oleh tikus ini telah menyusup ke dalam fasilitas mewah kapal pesiar tersebut.<\/p>\n<h2>Kronologi Wabah dan Evakuasi Medis<\/h2>\n<p>Wabah ini mulai terdeteksi setelah kapal berlayar selama hampir satu bulan. Berdasarkan data terbaru, terdapat tiga kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek Hantavirus. Penyakit ini dikenal langka namun sangat parah, menyerang sistem pernapasan atau menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/887102\/spanyol-evakuasi-kapal-pesiar-belanda-akibat-wabah-hantavirus\" title=\"Spanyol Evakuasi Kapal Pesiar Belanda Akibat Wabah Hantavirus\" target=\"_blank\">Spanyol Evakuasi Kapal Pesiar Belanda Akibat Wabah Hantavirus<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pada Rabu pagi waktu setempat, proses evakuasi medis mulai dilakukan di Tanjung Verde. Tiga penumpang dalam kondisi serius\u2014masing-masing berasal dari Inggris, Jerman, dan Belanda\u2014telah dibawa ke daratan untuk mendapatkan perawatan intensif.<\/p>\n<p>Update Kondisi Pasien: Menteri Kesehatan Spanyol melaporkan bahwa seorang dokter asal Inggris berusia 56 tahun yang dievakuasi kini dalam kondisi stabil setelah sebelumnya sempat berada dalam masa kritis.<\/p>\n<h2>Ketegangan Diplomatik di Kepulauan Canary<\/h2>\n<p>Meskipun evakuasi telah dimulai, masalah baru muncul terkait pelabuhan tujuan berikutnya. MV Hondius dijadwalkan menuju Tenerife, Kepulauan Canary, setelah meninggalkan Tanjung Verde. Namun, rencana ini mendapat penolakan keras dari otoritas lokal.<\/p>\n<p>Presiden Kepulauan Canary menyatakan keberatannya terhadap rencana pemerintah pusat Spanyol yang mengizinkan kapal tersebut bersandar. Meski demikian, para menteri di Madrid menegaskan bahwa rencana disembarkasi di Tenerife telah melalui protokol keamanan yang ketat.<\/p>\n<p>Rencananya, warga negara Spanyol yang tidak menunjukkan gejala akan dikirim ke Madrid untuk menjalani karantina, sementara warga negara asing lainnya akan dipulangkan ke negara asal mereka di bawah pengawasan medis ketat.<\/p>\n<h2>Mengenal Hantavirus: Ancaman dari Rodensia<\/h2>\n<p>Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan terutama oleh tikus. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak dengan urine, tinja, atau air liur tikus yang terinfeksi, serta melalui udara.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/887501\/kesaksian-penumpang-mv-hondius-terjebak-di-tengah-laut-dalam-bayang-bayang-hantavirus\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tangkapan Layar.(BBC) Pelayaran impian melintasi Samudra Atlantik berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan penumpang kapal pesiar mewah MV Hondius. Kapal yang berangkat dari Argentina pada 1 April ini kini terombang-ambing di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat, setelah wabah Hantavirus yang mematikan menyerang para penumpang dan kru di atas kapal. Hingga saat ini, tiga orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":38283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-38282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38282"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38282\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}