{"id":38268,"date":"2026-05-06T16:39:00","date_gmt":"2026-05-06T16:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/06\/13-dampak-sering-makan-jeroan-ayam\/"},"modified":"2026-05-06T16:39:00","modified_gmt":"2026-05-06T16:39:00","slug":"13-dampak-sering-makan-jeroan-ayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/06\/13-dampak-sering-makan-jeroan-ayam\/","title":{"rendered":"13 Dampak Sering Makan Jeroan Ayam"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/06\/1778084972_9b329183bb2b10673140.jpg\" alt=\"13 Dampak Sering Makan Jeroan Ayam\"\/><figcaption>Berikut Dampak Sering Makan Jeroan Ayam(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jeroan-ayam\" title=\"Jeroan Ayam\">JEROAN ayam<\/a> adalah bagian dalam tubuh ayam yang biasanya dikonsumsi sebagai makanan, seperti hati, ampela, usus, dan paru-paru.<\/p>\n<p>Jeroan ayam berasal dari organ dalam ayam, teksturnya berbeda-beda ada yang lembut, kenyal, atau sedikit alot. Biasanya dimasak dengan cara digoreng, dibakar, atau dibuat sate atau sop.<\/p>\n<h3><strong>1. Kolesterol tinggi<\/strong><\/h3>\n<p>Jeroan mengandung kolesterol cukup tinggi yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.<\/p>\n<h3><strong>2. Risiko penyakit jantung<\/strong><\/h3>\n<p>Kolesterol berlebih dapat menyumbat pembuluh darah.<\/p>\n<h3><strong>3. Tekanan darah naik<\/strong><\/h3>\n<p>Konsumsi berlebihan bisa memicu hipertensi.<\/p>\n<h3><strong>4. Berat badan naik<\/strong><\/h3>\n<p>Jeroan cukup tinggi lemak sehingga bisa memicu obesitas.<\/p>\n<h3><strong>5. Asam urat meningkat<\/strong><\/h3>\n<p>Kandungan purin tinggi bisa memicu Gout.<\/p>\n<h3><strong>6. Gangguan metabolisme<\/strong><\/h3>\n<p>Tubuh jadi lebih sulit mengolah lemak dan kolesterol.<\/p>\n<h3><strong>7. Risiko stroke<\/strong><\/h3>\n<p>Penyumbatan pembuluh darah bisa meningkatkan risiko stroke.<\/p>\n<h3><strong>8. Gangguan pencernaan<\/strong><\/h3>\n<p>Terlalu banyak jeroan bisa bikin perut tidak nyaman.<\/p>\n<h3><strong>9. Racun menumpuk<\/strong><\/h3>\n<p>Hati dan organ dalam bisa menyimpan sisa racun dari tubuh hewan.<\/p>\n<h3><strong>10. Bau badan tidak sedap<\/strong><\/h3>\n<p>Konsumsi berlebihan bisa memengaruhi metabolisme tubuh.<\/p>\n<h3><strong>11. Risiko penyakit hati<\/strong><\/h3>\n<p>Lemak dan kolesterol tinggi dapat membebani fungsi hati.<\/p>\n<h3><strong>12. Jerawat bisa muncul<\/strong><\/h3>\n<p>Pada sebagian orang, makanan berlemak dapat memicu jerawat.<\/p>\n<h3><strong>13. Tidak baik jika sering<\/strong><\/h3>\n<p>Jika terlalu sering, manfaat gizi tidak seimbang dengan risikonya.<\/p>\n<p>Jeroan ayam boleh dimakan, tetapi tidak boleh berlebihan karena tinggi kolesterol, lemak, dan purin yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, hellosehat<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/887489\/13-dampak-sering-makan-jeroan-ayam\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Dampak Sering Makan Jeroan Ayam(magnific) JEROAN ayam adalah bagian dalam tubuh ayam yang biasanya dikonsumsi sebagai makanan, seperti hati, ampela, usus, dan paru-paru. Jeroan ayam berasal dari organ dalam ayam, teksturnya berbeda-beda ada yang lembut, kenyal, atau sedikit alot. Biasanya dimasak dengan cara digoreng, dibakar, atau dibuat sate atau sop. 1. Kolesterol tinggi Jeroan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":38269,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-38268","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38268"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38268\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}