{"id":38192,"date":"2026-05-06T13:04:13","date_gmt":"2026-05-06T13:04:13","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/06\/8-bahaya-sering-menahan-kentut\/"},"modified":"2026-05-06T13:04:13","modified_gmt":"2026-05-06T13:04:13","slug":"8-bahaya-sering-menahan-kentut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/06\/8-bahaya-sering-menahan-kentut\/","title":{"rendered":"8 Bahaya Sering Menahan Kentut"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/06\/1778072399_642030046d3c2db0d4b8.jpg\" alt=\"8 Bahaya Sering Menahan Kentut\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kentut\" title=\"kentut\">KENTUT<\/a> adalah proses keluarnya gas dari saluran pencernaan melalui anus. Dalam istilah medis, kentut disebut Flatulensi.<\/p>\n<p>Gas yang dikeluarkan saat kentut berasal dari udara yang tertelan saat makan atau minum, proses pencernaan makanan di usus, dan aktivitas bakteri di dalam usus.<\/p>\n<h3><strong>1. Perut kembung<\/strong><\/h3>\n<p>Gas yang tertahan membuat perut terasa penuh, tegang, dan tidak nyaman.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/853377\/jangan-malu-pola-buang-angin-ternyata-bisa-ungkap-kondisi-kesehatan-anda\" title=\"Jangan Malu, Pola Buang Angin Ternyata Bisa Ungkap Kondisi Kesehatan Anda\" target=\"_blank\">Jangan Malu, Pola Buang Angin Ternyata Bisa Ungkap Kondisi Kesehatan Anda<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Nyeri perut<\/strong><\/h3>\n<p>Penumpukan gas bisa menimbulkan rasa sakit atau kram di perut.<\/p>\n<h3><strong>3. Gangguan pencernaan<\/strong><\/h3>\n<p>Menahan gas dapat mengganggu proses normal sistem pencernaan.<\/p>\n<h3><strong>4. Tekanan pada usus<\/strong><\/h3>\n<p>Gas yang tidak keluar memberi tekanan berlebih pada usus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/847164\/12-bahaya-menahan-kentut\" title=\"12 Bahaya Menahan Kentut\" target=\"_blank\">12 Bahaya Menahan Kentut<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Bisa memicu sembelit<\/strong><\/h3>\n<p>Pergerakan usus menjadi kurang lancar karena tekanan gas.<\/p>\n<h3><strong>6. Rasa tidak nyaman di dada<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam beberapa kasus, gas bisa naik dan menimbulkan sensasi tidak enak di bagian dada.<\/p>\n<h3><strong>7. Nafsu makan menurun<\/strong><\/h3>\n<p>Perut yang penuh gas bisa membuat kamu merasa cepat kenyang.<\/p>\n<h3><strong>8. Gas bisa keluar lewat cara lain<\/strong><\/h3>\n<p>Jika ditahan, gas bisa terserap kembali ke aliran darah lalu dikeluarkan lewat napas.<\/p>\n<p>Menahan kentut sesekali tidak berbahaya, tapi jika terlalu sering bisa menyebabkan ketidaknyamanan hingga gangguan pencernaan ringan. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>halodoc, alodokter<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/887386\/8-bahaya-sering-menahan-kentut\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) KENTUT adalah proses keluarnya gas dari saluran pencernaan melalui anus. Dalam istilah medis, kentut disebut Flatulensi. Gas yang dikeluarkan saat kentut berasal dari udara yang tertelan saat makan atau minum, proses pencernaan makanan di usus, dan aktivitas bakteri di dalam usus. 1. Perut kembung Gas yang tertahan membuat perut terasa penuh, tegang, dan tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":38193,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-38192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38192"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38192\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}