{"id":37018,"date":"2026-05-04T11:11:29","date_gmt":"2026-05-04T11:11:29","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/04\/bps-harga-ayam-telur-dan-cabai-turun-tekan-laju-inflasi-april\/"},"modified":"2026-05-04T11:11:29","modified_gmt":"2026-05-04T11:11:29","slug":"bps-harga-ayam-telur-dan-cabai-turun-tekan-laju-inflasi-april","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/04\/bps-harga-ayam-telur-dan-cabai-turun-tekan-laju-inflasi-april\/","title":{"rendered":"BPS Harga Ayam, Telur, dan Cabai Turun, Tekan Laju Inflasi April"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/04\/1777892567_76d43a2697840e7bf80e.jpeg\" alt=\"BPS: Harga Ayam, Telur, dan Cabai Turun, Tekan Laju Inflasi April\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Kementan RI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DI tengah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/inflasi\" title=\"inflasi\">inflasi<\/a> April 2026 yang tercatat sebesar 0,13% secara bulanan, penurunan harga sejumlah komoditas pangan justru menjadi penahan utama laju kenaikan harga. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat memberikan andil deflasi sebesar 0,06%, didorong turunnya harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa penurunan harga komoditas pangan terjadi seiring normalisasi permintaan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).<\/p>\n<p>\u201cHarga beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras dan telur ayam ras mengalami penurunan seiring normalisasi permintaan pasca HBKN. Sementara itu, harga cabai mengalami penurunan akibat meningkatnya pasokan selama masa panen di sejumlah daerah sentra produksi,\u201d kata Ateng dalam Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (4\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/886379\/inflasi-april-2026-secara-tahunan-sentuh-242-persen-emas-dan-pangan-pemicu-utama\" title=\"Inflasi April 2026 secara Tahunan Sentuh 2,42 Persen, Emas dan Pangan Pemicu Utama\" target=\"_blank\">Inflasi April 2026 secara Tahunan Sentuh 2,42 Persen, Emas dan Pangan Pemicu Utama<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Penurunan harga tersebut berdampak langsung terhadap laju inflasi. BPS mencatat, daging ayam ras memberi andil deflasi bulanan, yakni sebesar 0,11%; cabai rawit dengan andil deflasi 0,06%; telur ayam ras sebesar 0,04%; serta cabai merah sebesar 0,02%. Selain itu, beberapa komoditas lain seperti ikan segar, kacang panjang, kangkung, dan bayam juga turut menyumbang deflasi masing-masing sebesar 0,01%.<\/p>\n<p>\u201cKomoditas yang masih memberikan andil deflasi di April 2026 yaitu daging ayam ras dengan andil delfasi 0,11%; cabai rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing 0,06% dan 0,04%,\u201d jelas Ateng.<\/p>\n<p>Ateng menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,20% pada April 2026. Kondisi ini menunjukkan pola musiman pasca-Lebaran yakni permintaan yang mulai normal diikuti oleh ketersediaan pasokan yang lebih memadai, khususnya pada komoditas hortikultura dan protein hewani.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/867758\/gerakan-pasar-murah-mampu-tekan-inflasi-di-toba\" title=\"Gerakan Pasar Murah Mampu Tekan Inflasi di Toba\" target=\"_blank\">Gerakan Pasar Murah Mampu Tekan Inflasi di Toba<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi atau meredam inflasi. Umumnya lebih rendah pada momen pasca-Lebaran seiring normalisasi permintaan pasca-HBKN. Momen pasca-Lebaran tahun ini bertepatan dengan April 2026. Kelompok ini mengalami deflasi 0,20% dengan andil deflasi 0,06%, terutama daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,42%, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menyumbang inflasi sebesar 3,06% dan andil 0,90%. Meski demikian, pada periode bulanan April, kelompok ini justru berperan sebagai penahan laju inflasi.<\/p>\n<p>Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi tahunan, antara lain cabai merah sebesar 0,13%; bawang putih sebesar 0,09%; bawang merah sebesar 0,07%; cabai rawit dan kentang masing-masing sebesar 0,02%; kelapa, daging babi, dan wortel masing-masing sebesar 0,01%.<\/p>\n<p>Kondisi ini mengindikasikan bahwa stabilitas pasokan dan distribusi pangan pada periode pascalebaran relatif terjaga, sehingga mampu meredam tekanan inflasi yang lebih tinggi di tengah meningkatnya harga pada kelompok pengeluaran lainnya.<\/p>\n<p>Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kondisi ini menunjukkan pasokan pangan relatif terjaga pada periode pasca-Lebaran. Upaya menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi terus diperkuat, terutama untuk komoditas strategis seperti ayam ras, telur, dan cabai yang berperan langsung terhadap stabilitas harga.<\/p>\n<p>Kementerian Pertanian menegaskan akan terus memantau dinamika produksi dan distribusi di berbagai daerah sentra, guna memastikan pasokan tetap mencukupi dan mampu meredam gejolak harga, khususnya pada momen-momen dengan potensi tekanan inflasi. (RO\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/886485\/bps-harga-ayam-telur-dan-cabai-turun-tekan-laju-inflasi-april\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Kementan RI) DI tengah inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13% secara bulanan, penurunan harga sejumlah komoditas pangan justru menjadi penahan utama laju kenaikan harga. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat memberikan andil deflasi sebesar 0,06%, didorong turunnya harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37019,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-37018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37018"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37018\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}