{"id":36897,"date":"2026-05-04T07:06:35","date_gmt":"2026-05-04T07:06:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/04\/mengenal-ube-emas-ungu-dari-filipina-yang-kini-mendunia-dan-jadi-primadona-kuliner-global\/"},"modified":"2026-05-04T07:06:35","modified_gmt":"2026-05-04T07:06:35","slug":"mengenal-ube-emas-ungu-dari-filipina-yang-kini-mendunia-dan-jadi-primadona-kuliner-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/04\/mengenal-ube-emas-ungu-dari-filipina-yang-kini-mendunia-dan-jadi-primadona-kuliner-global\/","title":{"rendered":"Mengenal Ube, Emas Ungu dari Filipina yang Kini Mendunia dan Jadi Primadona Kuliner Global"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/03\/1777818953_37d7b8ddc30b9a327bda.jpg\" alt=\"Mengenal Ube, \" emas=\"\" ungu=\"\" dari=\"\" filipina=\"\" yang=\"\" kini=\"\" mendunia=\"\" dan=\"\" jadi=\"\" primadona=\"\" kuliner=\"\" global=\"\"\/><figcaption>Ubi ungu yang dikenal sebagai ube disajikan di atas piring.(In\u00e8s dan Nora Gozan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DI balik warna ungunya yang mencolok dan teksturnya yang lembut, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ube\" title=\"ube\">Ube<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ubi-ungu\" title=\"ubi ungu\">ubi ungu<\/a> khas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/filipina\" title=\"Filipina\">Filipina<\/a>, kini telah bertransformasi dari sekadar makanan rumahan menjadi fenomena kuliner global. Tren ini membawa angin segar sekaligus tantangan baru bagi para petani lokal di Filipina yang kini berupaya memenuhi permintaan dunia yang melonjak tajam.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat Filipina, ube bukan sekadar bahan makanan; ia adalah bagian dari identitas budaya. Secara tradisional, ube diolah menjadi ube halaya, selai manis yang menjadi pelengkap wajib dalam berbagai hidangan penutup. Namun kini, ube telah merambah ke berbagai menu modern di seluruh dunia, mulai dari donat, es krim, hingga minuman latte di kafe-kafe ternama di New York dan London.<\/p>\n<h2>Peluang Ekonomi dan Julukan \u2018Emas Ungu\u2019<\/h2>\n<p>Peningkatan popularitas ini membuat ube dijuluki sebagai &#8220;emas ungu&#8221;. Bagi para petani di wilayah seperti Bohol dan Luzon, kenaikan harga pasar memberikan harapan besar untuk kesejahteraan ekonomi mereka.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/884333\/26-wna-calon-scammer-disekap-di-bali-dibebaskan\" title=\"26 WNA Calon Scammer Disekap di Bali, Dibebaskan\" target=\"_blank\">26 WNA Calon Scammer Disekap di Bali, Dibebaskan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, mengelola lonjakan permintaan ini tidaklah mudah. Budidaya ube membutuhkan waktu sekitar delapan hingga sepuluh bulan hingga masa panen, dan tanaman ini sangat bergantung pada kondisi cuaca yang stabil.<\/p>\n<p>&#8220;Permintaannya sangat besar, baik dari dalam negeri maupun pasar luar negeri,&#8221; ujar salah satu perwakilan industri pertanian lokal. &#8220;Tantangan kami saat ini adalah bagaimana meningkatkan produksi tanpa mengurangi kualitas rasa dan warna yang menjadi ciri khas ube Filipina.&#8221;<\/p>\n<h2>Tantangan Perubahan Iklim<\/h2>\n<p>Di tengah masa kejayaannya, industri ube menghadapi ancaman nyata dari perubahan iklim. Filipina, yang sering dilanda badai tropis, membuat pertanian ube menjadi sektor yang berisiko tinggi. Cuaca ekstrem dapat merusak hasil panen dan menyebabkan kelangkaan stok, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga secara signifikan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/881275\/dampak-konflik-timur-tengah-2026-harga-bbm-global-melonjak-indonesia-relatif-stabil\" title=\"Dampak Konflik Timur Tengah 2026: Harga BBM Global Melonjak, Indonesia Relatif Stabil\" target=\"_blank\">Dampak Konflik Timur Tengah 2026: Harga BBM Global Melonjak, Indonesia Relatif Stabil<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah Filipina dan berbagai koperasi petani kini mulai fokus pada pengembangan teknologi pertanian untuk melindungi tanaman ube dari dampak cuaca buruk, sekaligus memastikan rantai pasok ke pasar internasional tetap terjaga.<\/p>\n<h2>Tren yang Tak Sekadar Visual<\/h2>\n<p>Daya tarik utama ube terletak pada warnanya yang sangat Instagrammable. Namun, para ahli kuliner menekankan bahwa ube bertahan di pasar global bukan hanya karena penampilannya.<\/p>\n<p>&#8220;Ube memiliki profil rasa yang unik, manis yang lembut dengan sentuhan rasa seperti kacang dan vanila,&#8221; tulis laporan tersebut. Karakteristik inilah yang membuatnya sangat serbaguna untuk dipadukan dengan berbagai jenis bahan makanan barat maupun timur.<\/p>\n<p>Dengan dukungan promosi global dan manajemen pertanian yang lebih modern, Filipina berharap ube akan terus menjadi komoditas unggulan yang memperkenalkan kekayaan rasa nusantara mereka ke seluruh penjuru dunia. (CNN\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kuliner\/886234\/mengenal-ube-emas-ungu-dari-filipina-yang-kini-mendunia-dan-jadi-primadona-kuliner-global\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ubi ungu yang dikenal sebagai ube disajikan di atas piring.(In\u00e8s dan Nora Gozan) DI balik warna ungunya yang mencolok dan teksturnya yang lembut, Ube, ubi ungu khas Filipina, kini telah bertransformasi dari sekadar makanan rumahan menjadi fenomena kuliner global. Tren ini membawa angin segar sekaligus tantangan baru bagi para petani lokal di Filipina yang kini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36898,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-36897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36897"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36897\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}