{"id":36767,"date":"2026-05-04T02:10:51","date_gmt":"2026-05-04T02:10:51","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/04\/4-dokter-internship-wafat-dalam-3-bulan-evaluasi-sistemik-harus-dilakukan\/"},"modified":"2026-05-04T02:10:51","modified_gmt":"2026-05-04T02:10:51","slug":"4-dokter-internship-wafat-dalam-3-bulan-evaluasi-sistemik-harus-dilakukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/04\/4-dokter-internship-wafat-dalam-3-bulan-evaluasi-sistemik-harus-dilakukan\/","title":{"rendered":"4 Dokter Internship Wafat dalam 3 Bulan, Evaluasi Sistemik harus Dilakukan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/04\/1777860167_7fd29f12e2b1fae0005b.jpeg\" alt=\"4 Dokter Internship Wafat dalam 3 Bulan, Evaluasi Sistemik harus Dilakukan\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dunia kedokteran Indonesia tengah berduka menyusul kabar meninggalnya empat dokter yang sedang menjalani Program Internship dalam beberapa bulan terakhir. Rentetan peristiwa tragis ini memicu keprihatinan mendalam serta dorongan kuat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dan praktik kedokteran di tanah air.<\/p>\n<p>Kasus terbaru yang mencuat adalah wafatnya dr. Myta Aprilia Azmi pada awal Mei 2026. Kematian dr\u00a0Myta menambah daftar panjang duka setelah sebelumnya, sejak Februari 2026, tercatat tiga dokter internship lainnya juga meninggal dunia saat menjalankan tugas.<\/p>\n<p>Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menyatakan bahwa kejadian ini merupakan kehilangan besar bagi bangsa. \u201cWafatnya empat orang dokter membawa kesedihan yang sangat besar. Mereka adalah tenaga muda yang seharusnya berkontribusi dalam pelayanan kesehatan,\u201d ujarnya di Jakarta, Senin (4\/5).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/886161\/mgbki-tuntut-audit-independen-meninggalnya-dokter-internship-saat-bertugas\" title=\"MGBKI Tuntut Audit Independen Meninggalnya Dokter Internship saat Bertugas\" target=\"_blank\">MGBKI Tuntut Audit Independen Meninggalnya Dokter Internship saat Bertugas<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Ironi di Tengah Kelangkaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tenaga-medis\" title=\"Tenaga Medis\">Tenaga Medis<\/a><\/h2>\n<p>Tjandra menyoroti bahwa kematian para dokter muda ini menjadi semakin memprihatinkan mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan besar berupa kekurangan tenaga dokter. Sebagai bagian penting dari transisi menuju praktik profesional, dokter internship seharusnya mendapatkan dukungan optimal, bukan justru menghadapi risiko kesehatan yang fatal.<\/p>\n<p>Ia mengindikasikan bahwa kondisi kerja selama menjalani program internship perlu ditinjau ulang secara kritis. Tjandra merujuk pada artikel jurnal internasional <em>Medscape<\/em> tertanggal 24 April 2026 yang berjudul <em>&#8220;The Health Worker Paradox: When Caregivers Become Patients&#8221;<\/em>.<\/p>\n<p>Artikel tersebut mengulas fenomena beban kerja tenaga kesehatan yang ekstrem, meliputi:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/875643\/70-persen-pasien-kanker-di-indonesia-datang-saat-stadium-lanjut\" title=\"70 Persen Pasien Kanker di Indonesia Datang saat Stadium Lanjut\" target=\"_blank\">70 Persen Pasien Kanker di Indonesia Datang saat Stadium Lanjut<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Jam kerja yang sangat panjang (long hours).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tugas jaga malam yang menguras fisik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tekanan pekerjaan tinggi yang memicu stres dan kelelahan berkepanjangan (burnout).<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>\u201cKondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental tenaga medis, bahkan menurunkan kualitas hidup, terutama jika sistem kerja tidak mendukung,\u201d tegas Tjandra.<\/p>\n<h2>Tiga Aspek Utama Pembenahan<\/h2>\n<p>Sebagai dokter junior, peserta internship berada pada posisi yang rentan. Di satu sisi mereka harus memenuhi syarat administratif untuk karier profesional, di sisi lain mereka sering kali dihadapkan pada tekanan lingkungan kerja yang berat. Menanggapi hal ini, Tjandra mendorong pemangku kebijakan untuk segera membenahi tiga aspek krusial:<\/p>\n<div style=\"background-color: #f0f7ff; padding: 20px; border-radius: 5px; border: 1px solid #d1e3f8; margin: 20px 0;\">\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Penjaminan Mutu:<\/strong> Memastikan kesiapan klinis dokter sebelum dilepas ke praktik mandiri tanpa mengabaikan batas kemampuan fisik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Perlindungan Kerja:<\/strong> Menjamin lingkungan kerja yang sehat, bebas dari tekanan fisik dan mental yang berlebihan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kesejahteraan:<\/strong> Memberikan jaminan kesejahteraan yang layak selama masa penugasan di berbagai daerah.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<\/div>\n<p>Tragedi ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah dan instansi terkait untuk merombak program internship agar tidak lagi memakan korban jiwa. \u201cPeristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki program internship agar lebih bermutu, manusiawi, dan bermartabat,\u201d pungkasnya. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/886328\/4-dokter-internship-wafat-dalam-3-bulan-evaluasi-sistemik-harus-dilakukan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Dunia kedokteran Indonesia tengah berduka menyusul kabar meninggalnya empat dokter yang sedang menjalani Program Internship dalam beberapa bulan terakhir. Rentetan peristiwa tragis ini memicu keprihatinan mendalam serta dorongan kuat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dan praktik kedokteran di tanah air. Kasus terbaru yang mencuat adalah wafatnya dr. Myta Aprilia Azmi pada awal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36768,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-36767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36767"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36767\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}