{"id":36736,"date":"2026-05-04T01:17:38","date_gmt":"2026-05-04T01:17:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/04\/donald-trump-proposal-baru-iran-tampaknya-tak-dapat-diterima\/"},"modified":"2026-05-04T01:17:38","modified_gmt":"2026-05-04T01:17:38","slug":"donald-trump-proposal-baru-iran-tampaknya-tak-dapat-diterima","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/04\/donald-trump-proposal-baru-iran-tampaknya-tak-dapat-diterima\/","title":{"rendered":"Donald Trump Proposal Baru Iran Tampaknya tak Dapat Diterima"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/04\/1777856951_3016d25d55927edc2620.jpg\" alt=\"Donald Trump: Proposal Baru Iran Tampaknya tak Dapat Diterima\"\/><figcaption>Seorang pengunjuk rasa asal Korea Selatan mengenakan topeng bergambar Presiden AS Donald Trump saat aksi protes menentang permintaan Trump untuk mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz di depan Kedutaan Besar AS di Seoul pada 16 Maret 2026. Korea Selatan(Jung Yeon-je \/ AFP)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/iran\" title=\"Iran\">IRAN<\/a> mengatakan, Minggu (4\/5),\u00a0\u00a0telah menerima tanggapan dari Presiden Amerika Serikat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/donald-trump\" title=\"Donald Trump\">Donald Trump<\/a> atas proposal terbaru untuk pembicaraan damai, sehari setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia kemungkinan akan menolak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/proposal-iran\" title=\"proposal iran\">proposal Iran<\/a> karena \u201cmereka belum membayar harga yang cukup mahal.\u201d<\/p>\n<p>Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Washington telah menyampaikan tanggapannya terhadap proposal 14 poin Iran melalui Pakistan, dan bahwa Teheran kini sedang meninjaunya. Tidak ada konfirmasi langsung dari Washington atau Islamabad mengenai tanggapan AS tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPada tahap ini, kami tidak melakukan negosiasi nuklir,\u201d kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dikutip media pemerintah, yang tampaknya merujuk pada usulan Iran untuk menunda pembicaraan mengenai isu nuklir hingga perang berakhir dan pihak-pihak yang bertikai sepakat untuk mencabut blokade masing-masing terhadap pelayaran di Teluk.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/886092\/joe-kent-kebijakan-as-di-iran-disetir-kepentingan-israel\" title=\"Joe Kent: Kebijakan AS di Iran Disetir Kepentingan Israel\" target=\"_blank\">Joe Kent: Kebijakan AS di Iran Disetir Kepentingan Israel<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dilansir dari CNBC, Senin (4\/5), pada Sabtu (2\/5), Trump mengatakan ia belum meninjau redaksi tepat dari usulan perdamaian Iran tersebut, namun kemungkinan besar akan menolaknya.<\/p>\n<p>\u201cSaya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirimkan Iran kepada kami, namun tidak dapat membayangkan bahwa usulan itu akan dapat diterima, mengingat mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan terhadap kemanusiaan dan dunia selama 47 tahun terakhir,\u201d tulisnya di media sosial.<\/p>\n<p>Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangan udara mereka terhadap Iran empat minggu lalu, dan pejabat AS serta Iran telah menggelar satu putaran pembicaraan. Namun, upaya untuk menjadwalkan pertemuan lanjutan sejauh ini belum membuahkan hasil.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/886085\/iran-siap-berdialog-di-pakistan-jika-as-terima-proposal-baru-begini-respons-donald-trump\" title=\"Iran Siap Berdialog di Pakistan jika AS Terima Proposal Baru, Begini Respons Donald Trump\" target=\"_blank\">Iran Siap Berdialog di Pakistan jika AS Terima Proposal Baru, Begini Respons Donald Trump<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Iran menyerahkan proposal terbarunya pada Kamis, dan seorang pejabat senior Iran mengonfirmasi pada Sabtu bahwa Teheran berencana untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan krisis pelayaran terlebih dahulu, sementara pembicaraan mengenai program nuklir Iran ditunda untuk nanti.<\/p>\n<p>Meskipun Trump awalnya mengatakan bahwa ia tidak puas dengan proposal Iran, ia mengatakan pada hari Sabtu (2\/5) bahwa ia masih meninjaunya.\u00a0<\/p>\n<p>Usulan untuk menunda pembicaraan mengenai isu-isu nuklir hingga tahap perundingan AS-Iran selanjutnya tampaknya bertentangan dengan tuntutan berulang Washington agar Iran menerima pembatasan ketat terhadap program nuklir Iran sebelum perang dapat diakhiri.<\/p>\n<p>AS ingin Iran menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya tinggi sebanyak lebih dari 400 kg (900 pon), yang menurut Amerika Serikat dapat digunakan untuk membuat bom. Iran menyatakan program nuklirnya bersifat damai, meskipun bersedia membahas beberapa pembatasan sebagai imbalan atas pencabutan sanksi, sebagaimana telah disetujui dalam kesepakatan 2015 yang ditinggalkan Donald Trump.<\/p>\n<p>Meskipun berulang kali menyatakan tidak terburu-buru, \u00a0Donald Trump menghadapi tekanan domestik untuk memecahkan cengkeraman Iran atas Selat Hormuz, yang telah menghambat 20% pasokan minyak dan gas dunia serta mendorong kenaikan harga bensin di AS. Partai Republik Trump menghadapi risiko reaksi balik pemilih akibat kenaikan harga dalam pemilihan kongres tengah periode pada November. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/886318\/donald-trump-proposal-baru-iran-tampaknya-tak-dapat-diterima\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang pengunjuk rasa asal Korea Selatan mengenakan topeng bergambar Presiden AS Donald Trump saat aksi protes menentang permintaan Trump untuk mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz di depan Kedutaan Besar AS di Seoul pada 16 Maret 2026. Korea Selatan(Jung Yeon-je \/ AFP) IRAN mengatakan, Minggu (4\/5),\u00a0\u00a0telah menerima tanggapan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36737,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-36736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36736"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36736\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}