{"id":36721,"date":"2026-05-04T00:40:56","date_gmt":"2026-05-04T00:40:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/04\/gempa-bumi-di-pangandaran-magnitudo-4-0-terasa-di-tasikmalaya-hingga-garut\/"},"modified":"2026-05-04T00:40:56","modified_gmt":"2026-05-04T00:40:56","slug":"gempa-bumi-di-pangandaran-magnitudo-4-0-terasa-di-tasikmalaya-hingga-garut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/05\/04\/gempa-bumi-di-pangandaran-magnitudo-4-0-terasa-di-tasikmalaya-hingga-garut\/","title":{"rendered":"Gempa bumi di Pangandaran Magnitudo 4.0, Terasa di Tasikmalaya hingga Garut"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/05\/04\/1777854961_2eeae16504c782722c04.jpg\" alt=\"Gempa bumi di Pangandaran Magnitudo 4.0, Terasa di Tasikmalaya hingga Garut\"\/><figcaption>Gempa bumi guncang Pangandaran, hari ini (4\/5)(Dok.BMKG)<\/figcaption><\/figure>\n<p>GEMPA bumi\u00a0berkekuatan magnitudo 4.0 mengguncang Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pangandaran\" title=\"pangandaran\">Pangandaran<\/a>, Senin (4\/5) sekitar pukul 02.06.13 WIB yang terletak di koordinat 8.25 LS dan 108.25 BT tepat pada jarak 66 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kedalaman 29 kilometer tidak berpotensi tsunami.<\/p>\n<p>Herdiana, 55, warga Kecamatan Cipatujah, mengatakan, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gempa-bumi-di-pangandaran\" title=\"Gempa bumi di Pangandaran\">gempa bumi di Pangandaran<\/a> berkekuatan magnitudo 4.0 yang terjadi dini hari di wilayah Kabupaten Pangandaran getaran terasa dan keluarga termasuk tetangganya berlari keluar rumah dengan membawa anak menyelamatkan diri. Namun, getaran gempa mengagetkan keluarga dan setelah aman kembali ke dalam rumah lantaran kondisi itu masih gelap.<\/p>\n<p>&#8220;Gempa bumi yang terjadi memang terasa getarannya membuat tetangga rumahnya berlari untuk menyelamatkan diri, karena semuanya takut pada kejadian yang pernah terjadi di tahun lalu. Akan tetapi, setelah kejadian kami dan tetangga kembali masuk rumah hingga kembali beristirahat meski gelombang air laut tetap normal seperti biasa,&#8221; ujar Herdiana,&#8221; \u00a0Senin (4\/5\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/884178\/gempa-tektonik-magnitudo-40-guncang-tasikmalaya-terasa-hingga-bandung-barat\" title=\"Gempa tektonik magnitudo 4.0 guncang Tasikmalaya terasa hingga Bandung Barat\" target=\"_blank\">Gempa tektonik magnitudo 4.0 guncang Tasikmalaya terasa hingga Bandung Barat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi mengatakan, gempa bumi 4,0 magnitudo yang terjadi berpusat di Kabupaten Pangandaan kedalaman 29 kilometer tersebut tak berpotensi tsunami. Namun, kejadian gempa tersebut masih belum menerima laporan kerusakan rumah warga yang terdampak di Tasikmalaya.<\/p>\n<p>&#8220;Relawan BPBD di beberapa lokasi tengah melakukan cek rumah pasca gempa bumi di Kabupaten Pangandaran yang dirasakan oleh masyarakat Manonjaya, Singaparna, Cikatomas dan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Karena, lokasi terpusat di Kabupaten Pangandaran getaranya terasa hingga Garut tapi untuk gelombang laut di Cipatujah tetap normal,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\">BMKG<\/a>, gempa bumi di Pangandaran\u00a0magnitudo 4,0 terjadi Senin (4\/5) sekitar pukul 02.06.13 WIB di wilayah Kabupaten Pangandaran, hasil analisis menunjukkan gempa bumi memiliki parameter update magnitudo 4.0. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.25 LS dan 108.25 BT, atau tepatnya pada jarak 66 Kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran Jawa Barat kedalaman 29 km.<\/p>\n<p>Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi di Pangandaran yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi dirasakan di Kecamatan Mnanonjaya, Kecamatan Singaparna, Kecamatan Cikatomas, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Cimaragas, Kecamatan Banjaranyar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, dan Pangandaran dengan skala intensitas II-III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah. (H-4)<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/886312\/gempa-bumi-di-pangandaran-magnitudo-40-terasa-di-tasikmalaya-hingga-garut\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gempa bumi guncang Pangandaran, hari ini (4\/5)(Dok.BMKG) GEMPA bumi\u00a0berkekuatan magnitudo 4.0 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Senin (4\/5) sekitar pukul 02.06.13 WIB yang terletak di koordinat 8.25 LS dan 108.25 BT tepat pada jarak 66 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kedalaman 29 kilometer tidak berpotensi tsunami. Herdiana, 55, warga Kecamatan Cipatujah, mengatakan, gempa bumi di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-36721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36721"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36721\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}