{"id":33081,"date":"2026-04-26T08:28:17","date_gmt":"2026-04-26T08:28:17","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/26\/kiat-cegah-campak-pada-bayi-yang-belum-vaksin-tips-dokter-spesialis\/"},"modified":"2026-04-26T08:28:17","modified_gmt":"2026-04-26T08:28:17","slug":"kiat-cegah-campak-pada-bayi-yang-belum-vaksin-tips-dokter-spesialis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/26\/kiat-cegah-campak-pada-bayi-yang-belum-vaksin-tips-dokter-spesialis\/","title":{"rendered":"Kiat Cegah Campak pada Bayi yang belum Vaksin Tips Dokter Spesialis"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/26\/1777191788_ff0084d98587fd102c77.jpg\" alt=\"Kiat Cegah Campak pada Bayi yang belum Vaksin: Tips Dokter Spesialis\"\/><figcaption>Petugas kesehatan menyiapkan vaksin campak dan rubella (MR) saat kegiatan vaksinasi campak gratis di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kasus-campak\" title=\"kasus campak\">KASUS campak<\/a> di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-14 tahun 2026, tercatat sebanyak 16.912 kasus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/campak\" title=\"Campak\">campak<\/a> telah dilaporkan. Bahkan, pada minggu ke-11, terdapat 58 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang tersebar di 39 kabupaten\/kota di 14 provinsi.<\/p>\n<p>Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi orang tua yang memiliki bayi di bawah usia 9 bulan. Pasalnya, berdasarkan panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2024, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/vaksinasi-campak\" title=\"vaksinasi campak\">vaksinasi campak<\/a> atau imunisasi <em>Measles Rubella<\/em> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/imunisasi-mr\" title=\"imunisasi MR\">imunisasi MR<\/a>) baru bisa diberikan saat bayi menginjak usia 9 bulan.<\/p>\n<p>Dokter spesialis anak, Attila Dewanti, memberikan sejumlah kiat strategis bagi orang tua untuk melindungi buah hati yang belum bisa menerima vaksin karena batasan usia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/878242\/kemenkes-beri-imunisasi-mr-untuk-tenaga-medis-di-14-provinsi-rawan-campak\" title=\"Kemenkes Beri Imunisasi MR untuk Tenaga Medis di 14 Provinsi Rawan Campak\" target=\"_blank\">Kemenkes Beri Imunisasi MR untuk Tenaga Medis di 14 Provinsi Rawan Campak<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>1. Disiplin Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)<\/h2>\n<p>Langkah utama yang ditekankan oleh dr. Attila adalah meminimalkan risiko penularan dari lingkungan luar. Virus campak sangat mudah menular melalui percikan air liur (<em>droplet<\/em>) saat penderita bersin atau batuk.<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Rutin Cuci Tangan: Orang tua wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh bayi, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penggunaan Masker: &#8220;Pakai masker bahkan ketika orang tuanya tidak sakit,&#8221; ujar dr. Attila. Hal ini penting untuk mencegah orang tua menjadi pembawa virus (<em>carrier<\/em>) bagi bayi di rumah.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>2. Memperkuat Daya Tahan Tubuh dengan Vitamin D<\/h2>\n<p>Selain faktor eksternal, menjaga imunitas internal bayi sangat krusial. Salah satu caranya adalah dengan memastikan asupan Vitamin D sesuai anjuran medis.<\/p>\n<p>Vitamin D berperan besar dalam mendukung sistem kekebalan tubuh agar lebih kuat melawan infeksi. &#8220;Kalau sudah memberikan vitamin D tiap hari, satu tetes yang identiknya 400 IU, harusnya lebih kuat daya tahan tubuhnya,&#8221; jelas dr. Attila.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/873324\/peningkatan-campak-salah-satunya-disebabkan-penurunan-kekebalan-pascapandemi\" title=\"Peningkatan Campak, Salah Satunya Disebabkan Penurunan Kekebalan Pascapandemi\" target=\"_blank\">Peningkatan Campak, Salah Satunya Disebabkan Penurunan Kekebalan Pascapandemi<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>3. Vaksinasi bagi Orang Dewasa di Sekitar Bayi<\/h2>\n<p>Untuk menciptakan kekebalan kelompok (<em>herd immunity<\/em>) di lingkungan terkecil yaitu rumah, orang tua atau penghuni rumah lainnya disarankan untuk menerima vaksin MMR dewasa.<\/p>\n<p>Langkah ini sangat direkomendasikan jika orang tua tidak yakin dengan status vaksinasi mereka di masa kecil. Vaksinasi pada orang dewasa di sekitar bayi akan memutus rantai penularan sehingga virus tidak sampai menjangkau bayi yang belum divaksin.<\/p>\n<p><span style=\"background-color: rgb(255, 255, 255);\">Dengan kombinasi antara penerapan PHBS yang ketat, pemenuhan nutrisi pendukung seperti Vitamin D, serta memastikan orang-orang di sekitar bayi sudah tervaksinasi, risiko penularan campak pada bayi dapat ditekan secara maksimal di tengah kenaikan kasus saat ini. (Ant\/H-3)<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/883639\/kiat-cegah-campak-pada-bayi-yang-belum-vaksin-tips-dokter-spesialis\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas kesehatan menyiapkan vaksin campak dan rubella (MR) saat kegiatan vaksinasi campak gratis di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta.(Dok. Antara) KASUS campak di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-14 tahun 2026, tercatat sebanyak 16.912 kasus campak telah dilaporkan. Bahkan, pada minggu ke-11, terdapat 58 Kejadian Luar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33082,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-33081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33081"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33081\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}