{"id":32718,"date":"2026-04-25T11:26:43","date_gmt":"2026-04-25T11:26:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/25\/kpk-cegah-bos-maktour-dan-kesthuri-ke-luar-negeri-terkait-korupsi-haji\/"},"modified":"2026-04-25T11:26:43","modified_gmt":"2026-04-25T11:26:43","slug":"kpk-cegah-bos-maktour-dan-kesthuri-ke-luar-negeri-terkait-korupsi-haji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/25\/kpk-cegah-bos-maktour-dan-kesthuri-ke-luar-negeri-terkait-korupsi-haji\/","title":{"rendered":"KPK Cegah Bos Maktour dan Kesthuri ke Luar Negeri Terkait Korupsi Haji"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/25\/1777116150_33ccdc6f2af0023a8b93.jpg\" alt=\"KPK Cegah Bos Maktour dan Kesthuri ke Luar Negeri Terkait Korupsi Haji\"\/><figcaption>Mantan staf khusus eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz atau Gus Alex (kanan) berjalan menuju ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (16\/4\/2026). KPK melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Ishfah Abidal Aziz sebag(ANTARA FOTO\/Reno Esnir\/fzn\/kye)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KOMISI<b>\u00a0<\/b>Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kpk\" title=\"KPK\">KPK<\/a>) resmi memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri terhadap dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023\u20132024. Langkah ini diambil untuk memastikan kedua tersangka tetap berada di Indonesia selama proses penyidikan berlangsung.<\/p>\n<p>Kedua tersangka tersebut adalah Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesthuri\" title=\"kesthuri\">Kesthuri<\/a>, <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/asrul-azis-taba\" title=\"Asrul Azis Taba\">Asrul Azis Taba<\/a><\/strong>, dan Direktur Operasional PT Makassar Toraja (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/maktour\" title=\"Maktour\">Maktour<\/a>), <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ismail-adham\" title=\"Ismail Adham\">Ismail Adham<\/a><\/strong>.<\/p>\n<p>Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengonfirmasi bahwa surat permohonan pencegahan telah dikirimkan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi. Pencegahan ini berlaku efektif setelah kedua tersangka dipastikan telah berada di Tanah Air.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/862279\/kpk-minta-ditjen-imigrasi-perpanjang-pencegahan-eks-menteri-agama-yaqut-dan-gus-alex-kasus-kuota-haji\" title=\"KPK Minta Ditjen Imigrasi Perpanjang Pencegahan Eks Menteri Agama Yaqut dan Gus Alex Kasus Kuota Haji\" target=\"_blank\">KPK Minta Ditjen Imigrasi Perpanjang Pencegahan Eks Menteri Agama Yaqut dan Gus Alex Kasus Kuota Haji<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Iya betul, (pencekalannya buat dua tersangka),&#8221; ujar Taufik saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (24\/4\/2026).<\/p>\n<p>Penyidik KPK menekankan bahwa langkah ini krusial agar kedua tersangka bersikap kooperatif dan tidak meninggalkan yurisdiksi Indonesia saat jadwal pemeriksaan dilakukan dalam waktu dekat.<\/p>\n<h3>Pengembangan Kasus Eks Menag Yaqut<\/h3>\n<p>Penetapan Asrul Azis Taba dan Ismail Adham sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan penyidikan perkara yang sebelumnya telah menjerat mantan Menteri Agama <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/yaqut-cholil-qoumas\" title=\"Yaqut Cholil Qoumas\">Yaqut Cholil Qoumas<\/a> dan mantan Staf Khusus Menag, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/836058\/sambil-menunggu-penetapan-tersangka-kpk-jelaskan-peran-yaqut-dan-pemilik-maktour-di-kasus-haji-yang-dicegah-ke-luar-negeri\" title=\"Sambil Menunggu Penetapan Tersangka, KPK Jelaskan Peran Yaqut dan Pemilik Maktour di Kasus Haji yang Dicegah ke Luar Negeri\" target=\"_blank\">Sambil Menunggu Penetapan Tersangka, KPK Jelaskan Peran Yaqut dan Pemilik Maktour di Kasus Haji yang Dicegah ke Luar Negeri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>KPK menemukan bukti kuat adanya peran aktif kedua tersangka dalam memanipulasi pengisian <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kuota-haji\" title=\"Kuota Haji\">kuota haji<\/a> khusus tambahan. Mereka diduga melakukan pertemuan intensif dengan Yaqut dan Ishfah untuk mendesak penambahan kuota haji khusus hingga melampaui batas legal 8 persen.<\/p>\n<p>Kesepakatan tersebut kemudian dieksekusi melalui kebijakan sepihak dengan skema pembagian kuota 50:50. Selain itu, para tersangka mengatur agar perusahaan yang terafiliasi dengan mereka mendapatkan jatah skema percepatan keberangkatan\u00a0yang secara terang-terangan mengabaikan nomor antrean nasional jamaah.<\/p>\n<h3>Aliran Dana dan Keuntungan Tidak Sah<\/h3>\n<p>Dalam konstruksi perkara yang disusun penyidik, ditemukan adanya aliran dana dalam bentuk mata uang asing yang cukup signifikan untuk memuluskan pemufakatan jahat tersebut:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Tersangka<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Dugaan Suap\/Pelicin<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Keuntungan Tidak Sah (Illegal Gain)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Ismail Adham (Maktour)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">USD 30.000 (ke Ishfah), USD 5.000 &amp; 16.000 Riyal (ke Dirjen PHU)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Rp 27,8 Miliar (Mata Uang Rupiah)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Asrul Azis Taba (Kesthuri)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">USD 406.000 (ke Ishfah)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Rp 40,8 Miliar (Mata Uang Rupiah)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>KPK terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain di internal Kementerian Agama guna menuntaskan skandal yang merugikan ribuan calon jamaah haji ini. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/883442\/kpk-cegah-bos-maktour-dan-kesthuri-ke-luar-negeri-terkait-korupsi-haji\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mantan staf khusus eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz atau Gus Alex (kanan) berjalan menuju ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (16\/4\/2026). KPK melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Ishfah Abidal Aziz sebag(ANTARA FOTO\/Reno Esnir\/fzn\/kye) KOMISI\u00a0Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri terhadap dua tersangka baru dalam kasus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32719,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-32718","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32718","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32718"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32718\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32719"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}