{"id":32133,"date":"2026-04-24T05:14:28","date_gmt":"2026-04-24T05:14:28","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/24\/waspada-modus-penipuan-paket-hilang-ojk-catat-kerugian-rp91-triliun\/"},"modified":"2026-04-24T05:14:28","modified_gmt":"2026-04-24T05:14:28","slug":"waspada-modus-penipuan-paket-hilang-ojk-catat-kerugian-rp91-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/24\/waspada-modus-penipuan-paket-hilang-ojk-catat-kerugian-rp91-triliun\/","title":{"rendered":"Waspada Modus Penipuan Paket Hilang, OJK Catat Kerugian Rp9,1 Triliun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/24\/1777005025_134b620ab00e979a1e69.jpg\" alt=\"Waspada Modus Penipuan Paket Hilang, OJK Catat Kerugian Rp9,1 Triliun\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MENINGKATNYA aktivitas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/transaksi-digital\" title=\"transaksi digital\">transaksi digital<\/a> di Indonesia membawa tantangan baru dalam aspek keamanan siber. Belakangan ini, modus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penipuan\" title=\"penipuan\">penipuan<\/a> berkedok <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/paket\" title=\"paket\">paket<\/a> hilang kian marak terjadi. Para pelaku secara sistematis mengatasnamakan perusahaan logistik ternama untuk mengelabui masyarakat dan menguras dana mereka.<\/p>\n<p>Skala kerugian akibat praktik ilegal ini tidak main-main. Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan data mengejutkan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Maret 2026. Berdasarkan keterangan resmi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/spx-express\" title=\"SPX Express\">SPX Express<\/a> yang diterima pada Rabu (22\/4), total kerugian masyarakat akibat <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/scam\" title=\"scam\">scam<\/a><\/i> ini mencapai angka triliunan.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kategori Data<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Informasi Terverifikasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Total Kerugian Masyarakat<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Rp9,1 Triliun<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Sumber Data<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">OJK (Rapat Kerja Komisi XI DPR RI)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Modus Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pesan WhatsApp\/Telepon paket bermasalah<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Akun Palsu Terdeteksi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">@spx.express.info.center (Instagram)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Anatomi Modus Penipuan<\/h3>\n<p>Pelaku biasanya memulai aksi dengan menghubungi korban melalui WhatsApp atau telepon. Mereka mengklaim adanya kendala pada paket, seperti paket hilang atau perlu dikembalikan ke gudang. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, korban diminta memberikan data pribadi yang sensitif atau melakukan transfer sejumlah uang sebagai biaya administrasi fiktif.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/880245\/penipuan-digital-kian-masif-kerugian-capai-rp91-triliun\" title=\"Penipuan Digital kian Masif, Kerugian Capai Rp9,1 Triliun\" target=\"_blank\">Penipuan Digital kian Masif, Kerugian Capai Rp9,1 Triliun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kecanggihan modus ini juga terlihat dari penggunaan akun media sosial palsu yang sangat meyakinkan. Salah satu temuan menunjukkan akun Instagram <b>@spx.express.info.center<\/b> memiliki tanda verifikasi dan pengikut hampir 25 ribu orang. Namun, pihak SPX Express secara tegas menyatakan bahwa akun tersebut bukan milik perusahaan.<\/p>\n<p><strong>Peringatan Penting:<\/strong> SPX Express menegaskan bahwa perusahaan <strong>tidak memiliki akun Instagram resmi<\/strong>. Masyarakat diimbau untuk tidak membagikan nama lengkap, detail akun, atau tangkapan layar (screenshot) kepada pihak yang tidak dikenal.<\/p>\n<h3>Panduan Keamanan dan Kanal Resmi<\/h3>\n<p>Guna menghindari risiko penipuan, masyarakat diminta untuk selalu menggunakan kanal komunikasi resmi yang telah disediakan oleh perusahaan logistik. Berikut adalah daftar kanal resmi SPX Express yang dapat digunakan untuk verifikasi dan layanan pelanggan:<\/p>\n<p>Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap panggilan dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan kurir atau manajemen logistik. Pastikan setiap transaksi dan koordinasi pengiriman dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi guna menjamin keamanan data dan dana Anda. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/883002\/waspada-modus-penipuan-paket-hilang-ojk-catat-kerugian-rp91-triliun\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) MENINGKATNYA aktivitas transaksi digital di Indonesia membawa tantangan baru dalam aspek keamanan siber. Belakangan ini, modus penipuan berkedok paket hilang kian marak terjadi. Para pelaku secara sistematis mengatasnamakan perusahaan logistik ternama untuk mengelabui masyarakat dan menguras dana mereka. Skala kerugian akibat praktik ilegal ini tidak main-main. Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32134,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-32133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32133"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32133\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}