{"id":32125,"date":"2026-04-24T04:58:02","date_gmt":"2026-04-24T04:58:02","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/24\/alasan-medis-perempuan-sensitif-saat-menstruasi-menurut-psikiater\/"},"modified":"2026-04-24T04:58:02","modified_gmt":"2026-04-24T04:58:02","slug":"alasan-medis-perempuan-sensitif-saat-menstruasi-menurut-psikiater","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/24\/alasan-medis-perempuan-sensitif-saat-menstruasi-menurut-psikiater\/","title":{"rendered":"Alasan Medis Perempuan Sensitif Saat Menstruasi Menurut Psikiater"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/24\/1777005694_acfcab235b9acc917503.jpg\" alt=\"Alasan Medis Perempuan Sensitif Saat Menstruasi Menurut Psikiater\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PERUBAHAN emosi yang dialami <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perempuan\" title=\"perempuan\">perempuan<\/a> saat memasuki masa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menstruasi\" title=\"menstruasi\">menstruasi<\/a> sering kali dianggap sekadar masalah suasana hati biasa. Namun, pakar kesehatan jiwa menegaskan bahwa fenomena ini merupakan proses biologis yang kompleks, melibatkan dinamika hormon dan kerja sistem saraf di otak.<\/p>\n<p>Psikiater dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, menjelaskan bahwa fluktuasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hormon-estrogen\" title=\"Hormon Estrogen\">hormon estrogen<\/a> dan progesteron selama siklus menstruasi memiliki dampak langsung terhadap kadar neurotransmiter, seperti <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/serotonin\" title=\"Serotonin\">serotonin<\/a> dan dopamin. Kedua zat kimia ini bertanggung jawab dalam mengatur motivasi serta stabilitas emosi seseorang.<\/p>\n<p>\u201cKetika memasuki awal menstruasi, kadar estrogen cenderung menurun. Hal itu berdampak pada serotonin dan dopamin, sehingga perempuan bisa merasa lebih sensitif atau emosional,\u201d ujar Elvine dalam sebuah acara bincang-bincang memperingati Hari Kartini di Jakarta, dikutip Jumat (24\/4).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/779448\/tips-bebas-berekspresi-saat-sedang-menstruasi\" title=\"Tips Bebas Berekspresi Saat sedang Menstruasi\u00a0\" target=\"_blank\">Tips Bebas Berekspresi Saat sedang Menstruasi\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Mekanisme Biologis di Balik Perubahan Emosi<\/h3>\n<p>Penurunan kadar hormon ini tidak hanya memengaruhi perasaan secara internal, tetapi juga mengubah cara perempuan mempersepsikan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan sejumlah penelitian, perempuan pada fase awal menstruasi cenderung menjadi lebih peka terhadap ekspresi wajah atau respons sosial dari orang lain.<\/p>\n<p>Akibatnya, interaksi atau komentar yang sebenarnya bersifat netral bisa saja tertangkap sebagai sesuatu yang tajam atau negatif. Kondisi inilah yang sering kali memicu stigma di masyarakat bahwa perempuan menjadi &#8220;mudah marah&#8221; atau &#8220;terlalu sensitif&#8221; saat datang bulan.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Komponen Biologis<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Peran dalam Tubuh<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Dampak Saat Menstruasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Estrogen &amp; Progesteron<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Hormon reproduksi utama.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kadar menurun drastis di awal fase.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Serotonin<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pengatur suasana hati (mood).<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Menurun, memicu perasaan sensitif.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Dopamin<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Pusat kesenangan dan motivasi.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Terganggu, memengaruhi level energi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Pentingnya Dukungan Lingkungan<\/h3>\n<p>Kabar baiknya, kondisi ini bersifat sementara. Elvine menambahkan bahwa setelah fase menstruasi berlalu dan kadar estrogen kembali meningkat, kondisi neurotransmiter akan membaik secara alami, sehingga stabilitas emosional perempuan kembali pulih.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/776636\/1-dari-4-perempuan-berpotensi-alami-pendaraan-menstruasi-berat\" title=\"1 dari 4 Perempuan Berpotensi Alami Pendaraan Menstruasi Berat\" target=\"_blank\">1 dari 4 Perempuan Berpotensi Alami Pendaraan Menstruasi Berat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pemahaman dari lingkungan terdekat, terutama pasangan dan keluarga. Komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama untuk menghindari konflik yang tidak perlu akibat kesalahpahaman persepsi.<\/p>\n<p>\u201cEmpati tidak cukup dalam bentuk kata-kata. Perlu tindakan nyata dan pemahaman bahwa ini adalah proses biologis yang dialami setiap perempuan,\u201d tegasnya. Ia juga mendorong agar edukasi mengenai kesehatan reproduksi dimulai dari lingkup rumah tangga guna menghapus stigma negatif dan membangun sistem dukungan yang lebih sehat bagi perempuan.<\/p>\n<p>Melalui pemahaman yang tepat, perubahan emosi saat menstruasi tidak lagi dipandang sebagai sebuah kelemahan, melainkan bagian dari mekanisme alami tubuh yang patut dihormati dan didukung bersama. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/883005\/alasan-medis-perempuan-sensitif-saat-menstruasi-menurut-psikiater\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) PERUBAHAN emosi yang dialami perempuan saat memasuki masa menstruasi sering kali dianggap sekadar masalah suasana hati biasa. Namun, pakar kesehatan jiwa menegaskan bahwa fenomena ini merupakan proses biologis yang kompleks, melibatkan dinamika hormon dan kerja sistem saraf di otak. Psikiater dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, menjelaskan bahwa fluktuasi hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32126,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-32125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32125"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32125\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}