{"id":32031,"date":"2026-04-24T01:07:37","date_gmt":"2026-04-24T01:07:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/24\/tips-meninggalkan-mobil-listrik-dalam-jangka-panjang-agar-baterai-awet\/"},"modified":"2026-04-24T01:07:37","modified_gmt":"2026-04-24T01:07:37","slug":"tips-meninggalkan-mobil-listrik-dalam-jangka-panjang-agar-baterai-awet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/24\/tips-meninggalkan-mobil-listrik-dalam-jangka-panjang-agar-baterai-awet\/","title":{"rendered":"Tips Meninggalkan Mobil Listrik dalam Jangka Panjang agar Baterai Awet"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/24\/1776992223_1b1a3861f0fcae2ea903.jpg\" alt=\"Tips Meninggalkan Mobil Listrik dalam Jangka Panjang agar Baterai Awet\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/Usman Iskandar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MEMASUKI masa libur panjang atau saat harus meninggalkan kendaraan dalam waktu lama, pemilik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mobil-listrik\" title=\"mobil listrik\">mobil listrik<\/a> (EV) perlu memberikan perhatian ekstra pada sistem penyimpanan energi mereka.<\/p>\n<p>Berbeda dengan mobil konvensional, mobil listrik memiliki dua sistem baterai yang saling berkaitan: baterai traksi (tegangan tinggi) dan aki 12V (tegangan rendah).<\/p>\n<p>Pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya langkah preventif untuk menjaga kesehatan baterai agar tidak mengalami kerusakan permanen atau penurunan performa yang drastis.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/otomotif\/872053\/tips-mudik-hemat-energi-dengan-mobil-listrik-perhatikan-gaya-berkendara-hingga-suhu-baterai\" title=\"Tips Mudik Hemat Energi dengan Mobil Listrik: Perhatikan Gaya Berkendara hingga Suhu Baterai\" target=\"_blank\">Tips Mudik Hemat Energi dengan Mobil Listrik: Perhatikan Gaya Berkendara hingga Suhu Baterai<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>1. Lepas Terminal Negatif Aki 12V<\/h3>\n<p>Salah satu langkah krusial yang disarankan adalah melepas terminal negatif pada aki 12V. Meskipun mobil dalam keadaan mati, sistem elektronik tertentu tetap mengonsumsi daya dalam jumlah kecil.<\/p>\n<p style=\"border-left: 4px solid #ccc; padding-left: 15px; font-style: italic;\">\u201cMelepas aki terminal negatif itu bertujuan untuk mencegah <em>deep discharge<\/em> yang merusak,\u201d ujar Yannes.<\/p>\n<p>Kondisi <em>deep discharge<\/em> atau pengosongan daya secara total pada aki 12V dapat memperpendek usia pakai aki dan bahkan membuat sistem mobil listrik tidak bisa diaktifkan sama sekali (mati total) saat ingin digunakan kembali.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/otomotif\/823956\/ini-tips-aman-bagi-anda-yang-baru-pertama-kali-mengemudikan-mobil-listrik\" title=\"Ini Tips Aman Bagi Anda yang Baru Pertama Kali Mengemudikan Mobil Listrik\" target=\"_blank\">Ini Tips Aman Bagi Anda yang Baru Pertama Kali Mengemudikan Mobil Listrik<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Jaga Kapasitas Baterai (SoC) di Angka 40-60 Persen<\/h3>\n<p>Kesalahan umum pemilik mobil listrik adalah meninggalkan kendaraan dengan kondisi baterai penuh (100%) atau hampir habis (di bawah 20%). Yannes menyarankan agar tingkat pengisian daya atau <em>State of Charge<\/em> (SoC) berada di rentang <strong>40% hingga 60%<\/strong>.<\/p>\n<p>Menjaga baterai di rentang menengah ini sangat efektif untuk mencegah degradasi baterai. Degradasi adalah proses alami penurunan kapasitas sel baterai untuk menyimpan energi. Jika dibiarkan ekstrem (kosong atau penuh dalam waktu lama), jarak tempuh maksimal kendaraan akan berkurang dan performa pengisian daya akan menurun di masa depan.<\/p>\n<h3>3. Nonaktifkan Fitur Pintar<\/h3>\n<p>Mobil listrik modern umumnya dilengkapi dengan fitur <em>connected car<\/em> dan <em>keyless entry<\/em> yang selalu aktif mencari sinyal. Untuk menghemat daya aki 12V, sebaiknya fitur-fitur ini dinonaktifkan sementara melalui menu pengaturan kendaraan.<\/p>\n<h3>4. Perhatikan Lokasi dan Suhu Parkir<\/h3>\n<p>Suhu lingkungan memainkan peran besar dalam stabilitas kimia sel baterai. Pemilik disarankan memarkirkan kendaraan di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Idealnya, kendaraan berada pada suhu stabil antara <strong>15 hingga 25 derajat Celcius<\/strong> untuk meminimalisir stres termal pada baterai.<\/p>\n<h3>5. Pemanasan Berkala<\/h3>\n<p>Jika memungkinkan, mintalah bantuan orang kepercayaan untuk menyalakan mobil secara berkala. Cukup posisikan mobil dalam status <strong>&#8220;Ready&#8221;<\/strong> selama 15 hingga 20 menit setiap satu atau dua minggu sekali.<\/p>\n<p>Langkah ini memungkinkan sistem manajemen baterai (BMS) bekerja dan mengisi ulang kedua sistem baterai secara otomatis, sehingga sirkulasi daya tetap terjaga dengan baik meskipun kendaraan tidak dijalankan. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Tindakan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Tujuan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Cabut Terminal Negatif Aki<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Mencegah aki 12V soak (deep discharge).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Set SoC 40% &#8211; 60%<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Menghambat degradasi sel baterai utama.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Matikan <i>Connected Car<\/i><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Mengurangi konsumsi daya saat standby.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Parkir di Tempat Teduh<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Menjaga stabilitas suhu sel baterai.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/otomotif\/882954\/tips-meninggalkan-mobil-listrik-dalam-jangka-panjang-agar-baterai-awet\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/Usman Iskandar) MEMASUKI masa libur panjang atau saat harus meninggalkan kendaraan dalam waktu lama, pemilik mobil listrik (EV) perlu memberikan perhatian ekstra pada sistem penyimpanan energi mereka. Berbeda dengan mobil konvensional, mobil listrik memiliki dua sistem baterai yang saling berkaitan: baterai traksi (tegangan tinggi) dan aki 12V (tegangan rendah). Pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32032,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-32031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32031"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32031\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}