{"id":32027,"date":"2026-04-24T00:55:36","date_gmt":"2026-04-24T00:55:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/24\/sinopsis-film-the-bell-panggilan-untuk-mati-teror-hantu-penebok-dari-belitung\/"},"modified":"2026-04-24T00:55:36","modified_gmt":"2026-04-24T00:55:36","slug":"sinopsis-film-the-bell-panggilan-untuk-mati-teror-hantu-penebok-dari-belitung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/24\/sinopsis-film-the-bell-panggilan-untuk-mati-teror-hantu-penebok-dari-belitung\/","title":{"rendered":"Sinopsis Film The Bell Panggilan untuk Mati, Teror Hantu Penebok dari Belitung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/24\/1776991936_b1b25402165749931bdf.jpg\" alt=\"Sinopsis Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Teror Hantu Penebok dari Belitung\"\/><figcaption>Poster film The Bell: Panggilan untuk Mati(imdb)<\/figcaption><\/figure>\n<p>INDUSTRI perfilman horor Indonesia kembali mengeksplorasi kekayaan mitos lokal dari luar Pulau Jawa. Kali ini, rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo memperkenalkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/film\" title=\"film\">film<\/a> terbaru bertajuk <em>The Bell: Panggilan untuk Mati<\/em>. Film ini mengangkat legenda urban menyeramkan dari Pulau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/belitung\" title=\"Belitung\">Belitung<\/a>, yakni sosok hantu tanpa kepala yang dikenal dengan sebutan Penebok.<\/p>\n<p>Aktor senior Mathias Muchus, yang turut membintangi film ini, mengungkapkan ketertarikannya pada proyek tersebut karena latar belakang budayanya yang unik. Menurutnya, kehadiran <em>The Bell<\/em>\u00a0memberikan warna baru di tengah dominasi cerita mistis yang biasanya berakar dari tradisi Jawa.<\/p>\n<p>&#8220;Menariknya itu ternyata ada juga horor di luar Pulau Jawa. Di Pulau Belitung yang indah itu, ada hantu namanya Penebok. Uniknya, ini bukan sekadar kepalanya yang buntung, tapi lehernya yang buntung,&#8221; ujar Mathias Muchus saat memberikan keterangan di Jakarta.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/882802\/iko-uwais-angkat-kekayaan-pencak-silat-dalam-film-ikatan-darah\" title=\"Iko Uwais Angkat Kekayaan Pencak Silat dalam Film Ikatan Darah\" target=\"_blank\">Iko Uwais Angkat Kekayaan Pencak Silat dalam Film Ikatan Darah<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Nuansa Magis di Balik Keindahan Belitung<\/h3>\n<p>Selain karena faktor cerita, Mathias mengaku bergabung dalam proyek ini untuk mendukung produksi lokal, mengingat produser film tersebut merupakan putra daerah Belitung. Ia juga menceritakan pengalaman syuting yang penuh dengan aura magis di antara bangunan-bangunan tua yang masih terjaga di sana.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"The Bell - Official Trailer\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/2M02dobFABQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Senada dengan Mathias, aktris muda Ratu Sofya mengaku sangat antusias menjalani proses syuting yang dilakukan sepenuhnya di Belitung. Baginya, ini adalah pengalaman pertama menginjakkan kaki di pulau tersebut sekaligus tantangan baru dalam memerankan karakter yang ia sukai.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/882070\/promosi-film-dilan-itb-1997-falcon-pictures-gelar-touring-jakarta-bandung\" title=\"Promosi Film Dilan ITB 1997: Falcon Pictures Gelar Touring Jakarta-Bandung\" target=\"_blank\">Promosi Film Dilan ITB 1997: Falcon Pictures Gelar Touring Jakarta-Bandung<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Sinopsis Singkat: Teror Lonceng Keramat<\/h3>\n<p>Film yang disutradarai oleh Jay Sukmo ini mengisahkan tentang sebuah lonceng keramat di Belitung yang dipercaya sebagai penjara bagi roh-roh jahat. Petaka dimulai ketika sekelompok YouTuber mencuri lonceng tersebut demi konten media sosial.<\/p>\n<p>Tindakan ceroboh itu membebaskan Penebok, entitas mengerikan bergaun merah tanpa kepala yang telah terkurung selama ratusan tahun. Penebok mulai memburu mereka satu per satu, menagih kepala siapa pun yang mendengar denting lonceng kematian tersebut.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; margin: 20px 0; background-color: #f9f9f9;\">\n<h4 style=\"margin-top: 0;\">Detail Produksi Film<\/h4>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd; font-weight: bold;\">Judul Film<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">The Bell: Panggilan untuk Mati<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd; font-weight: bold;\">Sutradara<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Jay Sukmo<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd; font-weight: bold;\">Produksi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Sinemata Buana Kreasindo<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd; font-weight: bold;\">Lokasi Syuting<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Pulau Belitung (Full)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd; font-weight: bold;\">Pemeran Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Mathias Muchus, Ratu Sofya, Bhisma Mulia, Shaloom Razade<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd; font-weight: bold;\">Pemeran Pendukung<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Givina Dewi, Septian Dwi Cahyo, Nabil Lunggana, Maulidan Zuhri<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd; font-weight: bold;\">Jadwal Tayang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">7 Mei 2026<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Film <em>The Bell: Panggilan untuk Mati<\/em>\u00a0dijadwalkan akan meneror penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai <strong>7 Mei 2026<\/strong>. Pastikan Anda siap mendengarkan denting loncengnya. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/882953\/sinopsis-film-the-bell-panggilan-untuk-mati-teror-hantu-penebok-dari-belitung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Poster film The Bell: Panggilan untuk Mati(imdb) INDUSTRI perfilman horor Indonesia kembali mengeksplorasi kekayaan mitos lokal dari luar Pulau Jawa. Kali ini, rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo memperkenalkan film terbaru bertajuk The Bell: Panggilan untuk Mati. Film ini mengangkat legenda urban menyeramkan dari Pulau Belitung, yakni sosok hantu tanpa kepala yang dikenal dengan sebutan Penebok. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32028,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-32027","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32027"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32027\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}