{"id":31614,"date":"2026-04-23T05:05:53","date_gmt":"2026-04-23T05:05:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/23\/piala-dunia-2014-pesta-sepak-bola-di-negeri-samba-yang-penuh-kejutan\/"},"modified":"2026-04-23T05:05:53","modified_gmt":"2026-04-23T05:05:53","slug":"piala-dunia-2014-pesta-sepak-bola-di-negeri-samba-yang-penuh-kejutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/23\/piala-dunia-2014-pesta-sepak-bola-di-negeri-samba-yang-penuh-kejutan\/","title":{"rendered":"Piala Dunia 2014 Pesta Sepak Bola di Negeri Samba yang Penuh Kejutan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/22\/1776851343_3cb62342b80ef393c834.jpg\" alt=\"Piala Dunia 2014: Pesta Sepak Bola di Negeri Samba yang Penuh Kejutan\"\/><figcaption>Timnas Jerman melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Dunia 2014(AFP\/JUAN MABROMATA)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia\" title=\"piala dunia\">PIALA Dunia<\/a> FIFA 2014 menjadi salah satu edisi turnamen sepak bola paling ikonik dalam sejarah modern. Diselenggarakan di <strong>Brasil<\/strong>, turnamen ini menandai kedua kalinya negara tersebut menjadi tuan rumah setelah tahun 1950. Dengan atmosfer karnaval yang kental, ajang ini menyuguhkan drama, produktivitas gol yang tinggi, dan hasil akhir yang mengejutkan dunia.<\/p>\n<h3>Tuan Rumah dan Peserta<\/h3>\n<p>Brasil terpilih sebagai tuan rumah untuk menyambut 32 tim nasional terbaik dari seluruh dunia. Pertandingan digelar di 12 kota berbeda, mulai dari Manaus di hutan Amazon hingga Porto Alegre di wilayah selatan.<\/p>\n<p>Daftar 32 negara peserta <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia-2014\" title=\"piala dunia 2014\">Piala Dunia 2014<\/a> dibagi berdasarkan konfederasi:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/882111\/piala-dunia-2006-italia-juara-dan-drama-tandukan-zinedine-zidane\" title=\"Piala Dunia 2006: Italia Juara dan Drama Tandukan Zinedine Zidane\" target=\"_blank\">Piala Dunia 2006: Italia Juara dan Drama Tandukan Zinedine Zidane<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>UEFA (Eropa):<\/strong> Jerman, Belanda, Belgia, Prancis, Swiss, Italia, Inggris, Portugal, Spanyol, Yunani, Kroasia, Rusia, Bosnia dan Herzegovina.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>CONMEBOL (Amerika Selatan):<\/strong> Brasil (Tuan Rumah), Argentina, Kolombia, Chili, Uruguay, Ekuador.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>CAF (Afrika):<\/strong> Nigeria, Aljazair, Pantai Gading, Kamerun, Ghana.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>AFC (Asia):<\/strong> Australia, Jepang, Korea Selatan, Iran.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>CONCACAF (Amerika Utara &amp; Tengah):<\/strong> Amerika Serikat, Meksiko, Kosta Rika, Honduras.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h3>Laga Final dan Hasil Pertandingan<\/h3>\n<p>Pertandingan puncak atau final mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia: <strong>Jerman vs Argentina<\/strong>. Laga ini menjadi pertemuan ketiga kedua negara di partai final Piala Dunia (setelah 1986 dan 1990).<\/p>\n<p>Pertandingan final digelar di stadion legendaris <strong>Estadio do Maracana<\/strong>, Rio de Janeiro, pada 13 Juli 2014. Setelah bermain imbang 0-0 selama 90 menit, laga berlanjut ke babak tambahan waktu (extra time).<\/p>\n<p><strong>Hasil Akhir:<\/strong> Jerman keluar sebagai juara setelah menang dengan skor <strong>1-0<\/strong>. Gol tunggal kemenangan <em>Die Mannschaft<\/em> dicetak oleh <strong>Mario G\u00f6tze<\/strong> pada menit ke-113 setelah menerima umpan silang dari Andre Sch\u00fcrrle. Kemenangan ini menjadikan Jerman sebagai negara Eropa pertama yang berhasil menjuarai Piala Dunia di tanah Amerika.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/882078\/piala-dunia-2002-sejarah-di-asia-dan-kontroversi-besar\" title=\"Piala Dunia 2002: Sejarah di Asia dan Kontroversi Besar\" target=\"_blank\">Piala Dunia 2002: Sejarah di Asia dan Kontroversi Besar<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Kisah Menarik dan Kontroversi<\/h3>\n<p>Piala Dunia 2014 tidak lepas dari momen-momen yang terus dibicarakan hingga saat ini:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Momen<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Deskripsi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Tragedi Mineirazo<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kekalahan memalukan tuan rumah Brasil dari Jerman dengan skor 1-7 di babak semifinal. Ini adalah kekalahan terbesar Brasil sepanjang sejarah turnamen.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Gigitan Luis Suarez<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Penyerang Uruguay, Luis Suarez, menggigit bahu bek Italia, Giorgio Chiellini, yang berujung pada sanksi berat dari FIFA.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Sinar James Rodriguez<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Pemain muda Kolombia ini menjadi top skor (Golden Boot) dengan 6 gol, termasuk gol voli spektakuler melawan Uruguay.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Teknologi Garis Gawang<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Edisi pertama Piala Dunia yang menggunakan teknologi garis gawang (Goal-line technology) untuk menghindari gol hantu.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p><strong>Catatan Statistik:<\/strong> Berdasarkan data resmi, Piala Dunia 2014 mencatatkan total 171 gol, menyamai rekor gol terbanyak yang pernah tercipta dalam satu edisi Piala Dunia (sebelum akhirnya dipecahkan pada edisi 2022).<\/p>\n<p>PENAFIAN<\/p>\n<p>Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/882254\/piala-dunia-2014-pesta-sepak-bola-di-negeri-samba-yang-penuh-kejutan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Timnas Jerman melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Dunia 2014(AFP\/JUAN MABROMATA) PIALA Dunia FIFA 2014 menjadi salah satu edisi turnamen sepak bola paling ikonik dalam sejarah modern. Diselenggarakan di Brasil, turnamen ini menandai kedua kalinya negara tersebut menjadi tuan rumah setelah tahun 1950. Dengan atmosfer karnaval yang kental, ajang ini menyuguhkan drama, produktivitas gol yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31615,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-31614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}