{"id":31513,"date":"2026-04-23T01:14:37","date_gmt":"2026-04-23T01:14:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/23\/kemendikdasmen-dan-poros-pelajar-diskusikan-relevansi-semangat-kartini\/"},"modified":"2026-04-23T01:14:37","modified_gmt":"2026-04-23T01:14:37","slug":"kemendikdasmen-dan-poros-pelajar-diskusikan-relevansi-semangat-kartini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/23\/kemendikdasmen-dan-poros-pelajar-diskusikan-relevansi-semangat-kartini\/","title":{"rendered":"Kemendikdasmen dan Poros Pelajar Diskusikan Relevansi Semangat Kartini"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/23\/1776905221_e4c640fa9010f5ffb0aa.jpg\" alt=\"Kemendikdasmen dan Poros Pelajar Diskusikan Relevansi Semangat Kartini\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KARTINI bukanlah sekadar nama yang setiap 21 April diperingati dengan seremoni busana adat Nusantara. Lebih dari itu, Kartini adalah energi bagi gerakan perempuan Indonesia yang terus berjuang demi pendidikan, keadilan, dan kesempatan.<\/p>\n<p>Pandangan tersebut ditegaskan oleh Kepala Biro Umum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemendikdasmen\" title=\"kemendikdasmen\">Kemendikdasmen<\/a>), Herdiana, saat membuka Diskusi Publik bertajuk Perempuan dan Pendidikan. Acara ini diselenggarakan Kemendikdasmen bersama <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/poros-pelajar\" title=\"Poros Pelajar\">Poros Pelajar<\/a> yang terdiri dari perwakilan organisasi kesiswaan nasional di Tangerang Selatan, Selasa (21\/4\/2026).<\/p>\n<p>Herdiana menyatakan bahwa memaknai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hari-kartini\" title=\"HARI KARTINI\">Hari Kartini<\/a> harus dilakukan dengan melihat energi, gerakan, dan gagasannya yang visioner. &#8220;Kalau hari ini kita masih berbicara tentang pendidikan, keadilan, dan kesempatan, itu artinya semangat Kartini masih sangat relevan sampai saat ini,&#8221; ujar Herdiana.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/881748\/hari-kartini-wamen-fajar-akses-dan-mutu-pendidikan-harus-sejalan\" title=\"Hari Kartini, Wamen Fajar: Akses dan Mutu Pendidikan Harus Sejalan\" target=\"_blank\">Hari Kartini, Wamen Fajar: Akses dan Mutu Pendidikan Harus Sejalan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Tiga Peran Sentral Perempuan dalam Pendidikan<\/h3>\n<p>Dalam diskusi tersebut, Herdiana memaparkan tiga peran krusial perempuan dalam dunia pendidikan yang menjadi fondasi bangsa:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pendidik Karakter:<\/strong> Sejalan dengan program prioritas Kemendikdasmen, sosok ibu adalah madrasah pertama bagi anak untuk mempelajari akidah, akhlak, dan nilai kehidupan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pilar Generasi:<\/strong> Kualitas generasi masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diberikan oleh kaum perempuan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Fondasi Pendidikan:<\/strong> Perempuan mendidik anak sejak dalam kandungan hingga lahir, menjadikannya basis utama perkembangan manusia.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Senada dengan hal itu, Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal, Desi Elvera Dewi, menyoroti peningkatan partisipasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pendidikan-perempuan\" title=\"Pendidikan Perempuan\">pendidikan perempuan<\/a>. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait serapan tenaga kerja.<\/p>\n<p>&#8220;Meskipun partisipasi pendidikan perempuan tinggi, terdapat tantangan dalam pasar kerja. Banyak perempuan yang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, tetapi\u00a0tidak seluruhnya berlanjut ke dunia kerja atau sektor sosial-ekonomi,&#8221; ungkap Desi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/882373\/refleksi-hari-kartini-perjuangan-emansipasi-dan-pr-kesetaraan-gender-di-indonesia\" title=\"Refleksi Hari Kartini: Perjuangan Emansipasi dan PR Kesetaraan Gender di Indonesia\" target=\"_blank\">Refleksi Hari Kartini: Perjuangan Emansipasi dan PR Kesetaraan Gender di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\"><strong>Perspektif Poros Pelajar:<\/strong><\/p>\n<p>Diskusi ini turut menghadirkan suara dari organisasi pelajar besar seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).<\/p>\n<\/div>\n<h3>Suara Pemuda: Dari Berpikir Kritis hingga Dobrak Dominasi<\/h3>\n<p>Ketua Umum PP IPM, Dany Rahmat Muharram, menekankan pentingnya pendidikan berkualitas yang merata untuk menciptakan kesetaraan di ruang publik. Menurutnya, pelajar saat ini bukan lagi objek, melainkan subjek aktif yang harus berpikir kritis untuk menciptakan kualitas pendidikan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PP IPNU, Muhammad Ghulam Dhofir, mendorong pelajar perempuan untuk aktif dalam pengembangan diri dan <em>self-branding<\/em>. &#8220;Pelajar perlu mengenali minat mereka dan bergabung dengan komunitas untuk memperluas wawasan. Membaca adalah langkah awal yang mutlak,&#8221; tegas Ghulam.<\/p>\n<p>Dari sisi pelajar putri, Nada dari PP IPPNU menekankan tiga refleksi kunci warisan Kartini: agensi intelektual, percakapan kolektif, dan refleksi kritis. Ia mengajak pelajar perempuan untuk berani tampil di ruang publik.<\/p>\n<p>&#8220;Para pemuda, khususnya pelajar perempuan, harus berani mendobrak fenomena <em>male mainstream<\/em> atau dominasi laki-laki di ruang publik demi meneruskan perjuangan Kartini,&#8221; pungkas Nada. (RO\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/882518\/kemendikdasmen-dan-poros-pelajar-diskusikan-relevansi-semangat-kartini\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Antara) KARTINI bukanlah sekadar nama yang setiap 21 April diperingati dengan seremoni busana adat Nusantara. Lebih dari itu, Kartini adalah energi bagi gerakan perempuan Indonesia yang terus berjuang demi pendidikan, keadilan, dan kesempatan. Pandangan tersebut ditegaskan oleh Kepala Biro Umum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Herdiana, saat membuka Diskusi Publik bertajuk Perempuan dan Pendidikan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31514,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-31513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31513"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31513\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}