{"id":31511,"date":"2026-04-23T01:13:08","date_gmt":"2026-04-23T01:13:08","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/23\/hampir-jadi-sampah-72-keping-ram-server-bekas-kini-bernilai-300-jutaan\/"},"modified":"2026-04-23T01:13:08","modified_gmt":"2026-04-23T01:13:08","slug":"hampir-jadi-sampah-72-keping-ram-server-bekas-kini-bernilai-300-jutaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/23\/hampir-jadi-sampah-72-keping-ram-server-bekas-kini-bernilai-300-jutaan\/","title":{"rendered":"Hampir Jadi Sampah, 72 Keping RAM Server Bekas Kini Bernilai 300 Jutaan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Sebuah kisah unik dari komunitas Reddit menyoroti betapa seringnya perangkat keras perusahaan bernilai tinggi berakhir di tempat pembuangan. Sebanyak 72 keping <a href=\"https:\/\/www.murdockcruz.com\/tag\/ram\">memori<\/a> server DDR4 yang seharusnya dihancurkan, justru berhasil diselamatkan dan kini memiliki nilai pasar yang fantastis akibat lonjakan permintaan infrastruktur AI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Kasus ini bermula pada tahun 2024 saat sebuah perusahaan melakukan peningkatan (<em>upgrade<\/em>) sistem server. Sistem baru yang datang sudah dilengkapi memori berkapasitas lebih tinggi, membuat 72 keping RAM DDR4 yang lama menjadi tidak terpakai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Sesuai prosedur korporat, barang-barang ini dijadwalkan untuk dibuang. Namun, seorang karyawan berhasil mengambil unit-unit tersebut sebelum dihancurkan dan memberikannya kepada anggota keluarganya.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\"><strong>Baca juga:\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/www.murdockcruz.com\/2026\/04\/23\/klevv-neo-n410-solusi-upgrade-ssd-terjangkau-untuk-laptop-dan-pc-lama\/\">KLEVV NEO N410+: Solusi Upgrade SSD Terjangkau untuk Laptop dan PC Lama<\/a><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\"><strong>Lonjakan Harga Akibat Demam AI<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Pada saat dilepas dari layanan di tahun 2024, satu keping memori SK hynix tersebut hanya bernilai sekitar <strong>$35 (Rp500 ribuan)<\/strong>. Namun, data terbaru di tahun 2026 menunjukkan harga per kepingnya melonjak drastis menjadi <strong>$287.95 (sekitar Rp4,9 juta)<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Jika ditotal, 72 keping RAM tersebut kini bernilai lebih dari <strong>$20.000 atau setara dengan Rp344 jutaan<\/strong>. Kenaikan tajam ini dipicu oleh kelangkaan pasokan DRAM global karena produsen lebih memprioritaskan produksi memori untuk kebutuhan pusat data AI yang sedang <em>booming<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Meskipun bernilai tinggi, memori jenis <strong>Registered DIMM (RDIMM)<\/strong> ini tidak bisa digunakan pada komputer desktop atau PC <em>gaming<\/em> biasa. RDIMM memiliki fitur koreksi kesalahan (ECC) dan <em>buffering<\/em> yang hanya didukung oleh motherboard kelas server dengan prosesor seperti Intel Xeon atau AMD Epyc.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Bagi pengguna rumahan, opsi paling masuk akal adalah menjualnya kembali ke pasar <em>home-lab<\/em> atau pusat data kecil yang masih menggunakan platform enterprise generasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Kejadian ini memicu diskusi hangat mengenai limbah elektronik (<em>e-waste<\/em>) di lingkungan perusahaan. Banyak departemen IT yang memilih membuang perangkat keras yang masih berfungsi normal hanya karena nilai asetnya sudah dianggap nol di atas kertas akuntansi. Hal ini sering kali menyebabkan komponen berharga berakhir di tempat sampah tanpa ada upaya untuk daur ulang atau penggunaan kembali.<\/span><\/p>\n<p><!--end responsive_icons--><br \/>\n<!-- CONTENT END 2 -->\n\t\t<\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v21.0&#038;appId=227651364054326&#038;autoLogAppEvents=1\"><\/script><script>\n                    (function(d, s, id) {\n                        var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];\n                        if (d.getElementById(id)) return;\n                        js = d.createElement(s);\n                        js.id = id;\n                        js.src = \"https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/sdk.js#xfbml=1&version=v3.2\";\n                        fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);\n                    }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));\n                <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.murdockcruz.com\/2026\/04\/23\/hampir-jadi-sampah-72-keping-ram-server-bekas-kini-bernilai-300-jutaan\/\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah kisah unik dari komunitas Reddit menyoroti betapa seringnya perangkat keras perusahaan bernilai tinggi berakhir di tempat pembuangan. Sebanyak 72 keping memori server DDR4 yang seharusnya dihancurkan, justru berhasil diselamatkan dan kini memiliki nilai pasar yang fantastis akibat lonjakan permintaan infrastruktur AI. Kasus ini bermula pada tahun 2024 saat sebuah perusahaan melakukan peningkatan (upgrade) sistem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31512,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,8],"tags":[],"class_list":["post-31511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-tech"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31511"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31511\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}