{"id":31460,"date":"2026-04-22T22:41:46","date_gmt":"2026-04-22T22:41:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/zelensky-khawatir-fokus-as-terbagi-ke-perang-iran-ukraina-bukan-prioritas-nanti\/"},"modified":"2026-04-22T22:41:46","modified_gmt":"2026-04-22T22:41:46","slug":"zelensky-khawatir-fokus-as-terbagi-ke-perang-iran-ukraina-bukan-prioritas-nanti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/zelensky-khawatir-fokus-as-terbagi-ke-perang-iran-ukraina-bukan-prioritas-nanti\/","title":{"rendered":"Zelensky Khawatir Fokus AS Terbagi ke Perang Iran Ukraina Bukan Prioritas Nanti"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/23\/1776895310_9de6b92a2ae44dfb9e05.jpg\" alt=\"Zelensky Khawatir Fokus AS Terbagi ke Perang Iran: Ukraina Bukan Prioritas Nanti\"\/><figcaption>Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan risiko besar jika bantuan senjata dan atensi diplomatik AS beralih sepenuhnya ke konflik Iran.(Media Sosial X)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PRESIDEN Ukraina, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/volodymyr-zelensky\" title=\"Volodymyr Zelensky\">Volodymyr Zelensky<\/a>, mengakui eskalasi konflik di Iran telah mengalihkan perhatian internasional dari agresi Rusia di negaranya. Dalam wawancara eksklusif bersama Christiane Amanpour dari CNN, Zelensky menegaskan menunda upaya perdamaian di Ukraina hingga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/konflik-iran\" title=\"Konflik Iran\">konflik Iran<\/a> usai adalah sebuah &#8220;risiko besar.&#8221;<\/p>\n<p>Zelensky mengungkapkan meskipun pembicaraan teknis dengan Amerika Serikat masih berjalan, ia merasa ruang untuk pertemuan tingkat tinggi menjadi terbatas.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak melihat adanya peluang untuk bertemu\u2026 sampai pertanyaan, atau kasus Iran ini ditutup,&#8221; ujar Zelensky dari kantor kepresidenan di Kyiv, Rabu waktu setempat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/871719\/khawatir-pecah-kongsi-zelensky-desak-trump-dan-starmer-segera-bertemu\" title=\"Khawatir Pecah Kongsi, Zelensky Desak Trump dan Starmer Segera Bertemu\" target=\"_blank\">Khawatir Pecah Kongsi, Zelensky Desak Trump dan Starmer Segera Bertemu<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Tantangan Tim Negosiator yang Sama<\/h2>\n<p>Salah satu poin krusial yang disoroti Zelensky adalah tumpang tindihnya tim negosiator Amerika Serikat. Tim yang dipimpin oleh utusan AS <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/steve-witkoff\" title=\"Steve Witkoff\">Steve Witkoff<\/a> dan menantu Donald Trump, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jared-kushner\" title=\"Jared Kushner\">Jared Kushner<\/a>, saat ini memimpin pembicaraan untuk dua front sekaligus: Iran dan Ukraina.<\/p>\n<p>Zelensky memahami fokus AS saat ini sedang tersedot ke Iran, namun ia mengingatkan bahwa pertempuran di Ukraina terus berkecamuk tanpa henti. Baginya, menangani masalah Ukraina tidak bisa menunggu momentum lain.<\/p>\n<p>&#8220;Kita tidak bisa mengatakan bahwa &#8216;kita akan membicarakan (Ukraina) sedikit nanti&#8217;. Ukraina bukan masalah &#8216;nanti&#8217;. Ukraina sudah berada dalam tragedi yang begitu besar, kita harus menemukan cara untuk mengelola ini secara paralel,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/870987\/jerman-tolak-kirim-militer-ke-selat-hormuz-fokus-jalur-diplomasi-dengan-iran\" title=\"Jerman Tolak Kirim Militer ke Selat Hormuz, Fokus Jalur Diplomasi dengan Iran\" target=\"_blank\">Jerman Tolak Kirim Militer ke Selat Hormuz, Fokus Jalur Diplomasi dengan Iran<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Krisis Pasokan Senjata dan Amunisi<\/h2>\n<p>Pengalihan fokus ini tidak hanya berdampak pada meja diplomasi, tetapi juga pada pasokan militer di lapangan. Zelensky menyebutkan bahwa pengiriman beberapa senjata kunci, terutama rudal anti-ballistic, mulai terganggu. Hal ini diperparah oleh keterbatasan kapasitas produksi di Amerika Serikat yang kini harus membagi suplai.<\/p>\n<p>Selain masalah rudal, kendala finansial juga memukul industri pertahanan domestik Ukraina. Zelensky mencontohkan produksi drone interceptor yang tidak maksimal. Saat ini, Ukraina memproduksi sekitar 1.000 unit per hari, padahal mereka memiliki kapasitas untuk memproduksi 2.000 unit.<\/p>\n<p>&#8220;Namun kami tidak memiliki pendanaan. Ini benar-benar masalah hidup dan kelangsungan hidup kami. Untuk pertahanan, kami sangat membutuhkan uang ini,&#8221; kata Zelensky.<\/p>\n<p>Di tengah kekhawatiran tersebut, secercah harapan muncul setelah Uni Eropa akhirnya menyetujui pinjaman penting sebesar 90 miliar Euro untuk Ukraina. Dana ini sebelumnya tertahan selama berbulan-bulan akibat veto dari Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orb\u00e1n.<\/p>\n<p>Kekalahan telak Orb\u00e1n dalam pemilu parlemen pekan lalu menjadi titik balik. Seiring dengan dilanjutkannya transit minyak Rusia melalui pipa Druzhba di wilayah Ukraina, duta besar Uni Eropa memberikan lampu hijau bagi pencairan dana tersebut. Bagi Zelensky, bantuan finansial ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan napas buatan bagi eksistensi negaranya di tengah gempuran Rusia. (CNN\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/882476\/zelensky-khawatir-fokus-as-terbagi-ke-perang-iran-ukraina-bukan-prioritas-nanti\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan risiko besar jika bantuan senjata dan atensi diplomatik AS beralih sepenuhnya ke konflik Iran.(Media Sosial X) PRESIDEN Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengakui eskalasi konflik di Iran telah mengalihkan perhatian internasional dari agresi Rusia di negaranya. Dalam wawancara eksklusif bersama Christiane Amanpour dari CNN, Zelensky menegaskan menunda upaya perdamaian di Ukraina hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31461,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-31460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31460"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31460\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}