{"id":31428,"date":"2026-04-22T21:03:37","date_gmt":"2026-04-22T21:03:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/jelang-pendaftaran-mahasiswa-baru-pts-gelisah-jumlah-pendaftar-terus-menurun\/"},"modified":"2026-04-22T21:03:37","modified_gmt":"2026-04-22T21:03:37","slug":"jelang-pendaftaran-mahasiswa-baru-pts-gelisah-jumlah-pendaftar-terus-menurun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/jelang-pendaftaran-mahasiswa-baru-pts-gelisah-jumlah-pendaftar-terus-menurun\/","title":{"rendered":"Jelang Pendaftaran Mahasiswa Baru, PTS Gelisah Jumlah Pendaftar Terus Menurun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/22\/1776866470_b056ebd03bca1ba5831f.jpg\" alt=\"Jelang Pendaftaran Mahasiswa Baru, PTS Gelisah Jumlah Pendaftar Terus Menurun\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/ARDI TERISTI)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/seleksi-mandiri\" title=\"seleksi mandiri\">SELEKSI mandiri<\/a> untuk masuk perguruan tinggi negeri (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ptn\" title=\"PTN\">PTN<\/a>) mulai digelar masing-masing PTN. Di sisi lain, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perguruan-tinggi-swasta\" title=\"Perguruan Tinggi Swasta\">perguruan tinggi swasta<\/a> (PTS) gelisah karena semakin sedikit jumlah mahasiswa yang mendaftar ke PTS.<\/p>\n<p>Menyikapi hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk merevisi kebijakan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) yang dinilai menciptakan ketimpangan struktural dalam ekosistem <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pendidikan-tinggi\" title=\"pendidikan tinggi\">pendidikan tinggi<\/a> nasional.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., dalam forum Coffee Morning dan Diskusi bersama Media Partner, Rabu (22\/4) di Kampus Terpadu UMY.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/869427\/menjaga-asa-masa-depan-perguruan-tinggi-swasta-di-indonesia\" title=\"Menjaga Asa Masa Depan Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia\" target=\"_blank\">Menjaga Asa Masa Depan Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pasalnya, dalam empat tahun terakhir, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi maupun Kementerian Agama disebut telah menyerap tambahan sekitar 1,4 juta mahasiswa baru. Angka tersebut berdampak langsung dan terukur terhadap penurunan peminat di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cPTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) dan PTN BLU (Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum) selama empat tahun terakhir menambah sekitar satu juta empat ratus mahasiswa. Yang dulu kuotanya hanya delapan ribu menjadi dua belas ribu dan seterusnya,\u201d terang Nurmandi.<\/p>\n<p>Nurmandi menegaskan bahwa ketimpangan ini bersifat struktural dan tidak adil secara sistemis. PTN dibangun menggunakan anggaran negara (APBN), tenaga pengajarnya digaji dari APBN, dan infrastrukturnya diproteksi oleh pemerintah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/674340\/polemik-ukt-pengamat-pendidikan-jangan-dikelola-dengan-mekanisme-pasar\" title=\"Polemik UKT, Pengamat: Pendidikan Jangan Dikelola dengan Mekanisme Pasar\" target=\"_blank\">Polemik UKT, Pengamat: Pendidikan Jangan Dikelola dengan Mekanisme Pasar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara PTS membangun seluruh infrastruktur secara mandiri tanpa subsidi operasional dari negara.<\/p>\n<p>\u201cKetidakadilnya adalah mereka dibangun oleh pemerintah, gajinya dari APBN, kita membangun sendiri, gaji kita tidak dari APBN. Ini persaingan yang tidak sejajar,\u201d tegas Nurmandi.<\/p>\n<p>Sebagai perbandingan, Nurmandi menyebut Korea Selatan dan Taiwan sebagai contoh negara dengan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih berimbang. Di kedua negara itu, subsidi pemerintah kepada PTS diberikan secara proporsional berdasarkan jumlah mahasiswa, dan kuota penerimaan mahasiswa baru dikelola secara nasional tanpa diskriminasi antara PTN dan PTS.<\/p>\n<p>Sekretaris Universitas UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA, menambahkan bahwa perjuangan advokasi ini telah dilakukan secara terorganisir. Perwakilan UMY melalui Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah, bersama rektor-rektor PTS dan asosiasi perguruan tinggi swasta, telah bertemu langsung dengan Komisi DPR yang membidangi pendidikan.<\/p>\n<p>Dari pertemuan tersebut, DPR mengonfirmasi bahwa fenomena ini bukan kasus terisolasi, melainkan masalah sistemik yang dirasakan oleh PTS di seluruh pelosok negeri.<\/p>\n<p>\u201cKeresahan ini sudah ditangkap DPR. Terkonfirmasi bahwa gejala ini tidak kasuistik, tapi sudah fenomena nasional,\u201d imbuh Bachtiar.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan, pemerintah di tingkat eksekutif telah berjanji untuk membuat regulasi baru yang akan membatasi penerimaan mahasiswa S1 PTN, khususnya melalui jalur Seleksi Mandiri. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/882391\/jelang-pendaftaran-mahasiswa-baru-pts-gelisah-jumlah-pendaftar-terus-menurun\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/ARDI TERISTI) SELEKSI mandiri untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) mulai digelar masing-masing PTN. Di sisi lain, perguruan tinggi swasta (PTS) gelisah karena semakin sedikit jumlah mahasiswa yang mendaftar ke PTS. Menyikapi hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara resmi meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk merevisi kebijakan penerimaan mahasiswa baru di perguruan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31429,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-31428","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31428","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31428"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31428\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31429"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31428"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31428"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31428"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}