{"id":31139,"date":"2026-04-22T07:41:35","date_gmt":"2026-04-22T07:41:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/piala-dunia-1998-era-baru-32-tim-dan-kejayaan-les-bleus\/"},"modified":"2026-04-22T07:41:35","modified_gmt":"2026-04-22T07:41:35","slug":"piala-dunia-1998-era-baru-32-tim-dan-kejayaan-les-bleus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/piala-dunia-1998-era-baru-32-tim-dan-kejayaan-les-bleus\/","title":{"rendered":"Piala Dunia 1998 Era Baru 32 Tim dan Kejayaan Les Bleus"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/22\/1776813157_52ded8974d6f9994a181.jpg\" alt=\"Piala Dunia 1998: Era Baru 32 Tim dan Kejayaan Les Bleus\"\/><figcaption>Timnas Prancis melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Dunia 1998 dengan mengalahkan timnas Brasil di laga final.(AFP\/PEDRO UGARTE)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia\" title=\"piala dunia\">PIALA Dunia<\/a> 1998, yang secara resmi dikenal sebagai edisi ke-16, menjadi tonggak sejarah penting dalam sepak bola modern. Turnamen ini menandai pertama kalinya FIFA menambah jumlah peserta dari 24 menjadi 32 timnas, memberikan kesempatan lebih luas bagi negara-negara dari berbagai benua untuk berkompetisi di panggung tertinggi.<\/p>\n<h2>Tuan Rumah dan Lokasi Penyelenggaraan<\/h2>\n<p>Prancis terpilih sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya dalam sejarah (setelah 1938). Turnamen berlangsung mulai 10 Juni hingga 12 Juli 1998. Pertandingan tersebar di 10 stadion di berbagai kota, dengan <strong>Stade de France<\/strong> di Saint-Denis sebagai stadion utama yang dibangun khusus untuk ajang ini.<\/p>\n<p>Dengan format baru 32 tim, peserta dibagi ke dalam 8 grup. Berikut adalah negara-negara yang berpartisipasi:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/810055\/kylian-mbappe-dukung-zinedine-zidane-jadi-pelatih-timnas-prancis\" title=\"Kylian Mbappe Dukung Zinedine Zidane Jadi Pelatih Timnas Prancis\" target=\"_blank\">Kylian Mbappe Dukung Zinedine Zidane Jadi Pelatih Timnas Prancis<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Eropa (UEFA):<\/strong> Prancis (Tuan Rumah), Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, Rumania, Inggris, Kroasia, Yugoslavia, Bulgaria, Norwegia, Denmark, Austria, Skotlandia, Belgia.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Amerika Selatan (CONMEBOL):<\/strong> Brasil (Juara Bertahan), Argentina, Kolombia, Cili, Paraguay.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Afrika (CAF):<\/strong> Nigeria, Kamerun, Afrika Selatan, Tunisia, Maroko.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Asia (AFC):<\/strong> Korea Selatan, Arab Saudi, Jepang, Iran.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Amerika Utara &amp; Tengah (CONCACAF):<\/strong> Amerika Serikat, Meksiko, Jamaika.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Laga Final: Dominasi Prancis di Stade de France<\/h2>\n<p>Partai puncak yang digelar pada 12 Juli 1998 di <strong>Stade de France<\/strong> mempertemukan tuan rumah <strong>Prancis<\/strong> melawan juara bertahan <strong>Brasil<\/strong>. Di hadapan sekitar 80.000 penonton, Prancis berhasil mengukir sejarah dengan kemenangan telak.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Finalis<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Skor Akhir<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Pencetak Gol<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Prancis<\/strong> vs Brasil<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\"><strong>3 &#8211; 0<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/zinedine-zidane\" title=\"Zinedine Zidane\">Zinedine Zidane<\/a> (27&#8242;, 45+1&#8242;), Emmanuel Petit (90+3&#8242;)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Kemenangan ini membawa Prancis meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.<\/p>\n<h2>Kisah Menarik dan Kontroversi<\/h2>\n<p>Piala Dunia 1998 tidak lepas dari drama yang terus dibicarakan hingga puluhan tahun kemudian:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/882036\/piala-dunia-1994-ketika-sepak-bola-menaklukkan-amerika-serikat\" title=\"Piala Dunia 1994: Ketika Sepak Bola Menaklukkan Amerika Serikat\" target=\"_blank\">Piala Dunia 1994: Ketika Sepak Bola Menaklukkan Amerika Serikat<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\"><strong>1. Misteri Kesehatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ronaldo-nazario\" title=\"Ronaldo Nazario\">Ronaldo Nazario<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Beberapa jam sebelum final, bintang Brasil Ronaldo Nazario dilaporkan mengalami kejang-kejang misterius di hotel. Namanya sempat hilang dari daftar susunan pemain awal, namun secara mengejutkan ia tetap bermain meski tampil tidak maksimal. Hal ini memicu berbagai teori konspirasi mengenai tekanan sponsor dan kondisi medis sang pemain.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\"><strong>2. Kartu Merah David Beckham<\/strong><\/p>\n<p>Pada babak 16 besar antara Inggris vs Argentina, David Beckham menerima kartu merah setelah menendang Diego Simeone. Insiden ini membuat Beckham menjadi musuh publik di Inggris setelah timnya tersingkir lewat adu penalti.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9;\"><strong>3. Debut Gemilang Kroasia<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai negara yang baru merdeka, Kroasia mengejutkan dunia dengan menempati posisi ketiga. Davor Suker keluar sebagai pencetak gol terbanyak (Top Scorer) dengan raihan 6 gol.<\/p>\n<\/div>\n<p>Turnamen ini diakhiri dengan perayaan luar biasa di Champs-\u00c9lys\u00e9es, saat wajah Zinedine Zidane diproyeksikan ke Arc de Triomphe dengan tulisan <em>&#8220;Merci Zizou&#8221;<\/em>, menyatukan bangsa Prancis melalui sepak bola.<\/p>\n<p>PENAFIAN<\/p>\n<p>Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/882055\/piala-dunia-1998-era-baru-32-tim-dan-kejayaan-les-bleus\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Timnas Prancis melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Dunia 1998 dengan mengalahkan timnas Brasil di laga final.(AFP\/PEDRO UGARTE) PIALA Dunia 1998, yang secara resmi dikenal sebagai edisi ke-16, menjadi tonggak sejarah penting dalam sepak bola modern. Turnamen ini menandai pertama kalinya FIFA menambah jumlah peserta dari 24 menjadi 32 timnas, memberikan kesempatan lebih luas bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31140,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-31139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31139"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31139\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}