{"id":31099,"date":"2026-04-22T05:06:36","date_gmt":"2026-04-22T05:06:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/piala-dunia-1990-drama-italia-90-dan-dominasi-jerman-barat\/"},"modified":"2026-04-22T05:06:36","modified_gmt":"2026-04-22T05:06:36","slug":"piala-dunia-1990-drama-italia-90-dan-dominasi-jerman-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/piala-dunia-1990-drama-italia-90-dan-dominasi-jerman-barat\/","title":{"rendered":"Piala Dunia 1990 Drama Italia 90 dan Dominasi Jerman Barat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/21\/1776778233_61427b1d59ff50b41f54.jpg\" alt=\"Piala Dunia 1990: Drama Italia 90 dan Dominasi Jerman Barat\"\/><figcaption>Pemain timnas Jerman Barat (dari kiri ke kanan) Andreas Brehme, Lothar Matthaeus, dan Pierre Littbarski melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Dunia 1990.(AFP\/DANIEL GARCIA)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia\" title=\"piala dunia\">PIALA Dunia<\/a> 1990, yang lebih dikenal dengan sebutan Italia &#8217;90, tetap menjadi salah satu edisi turnamen sepak bola paling ikonik dalam sejarah. Diselenggarakan di Italia pada 8 Juni hingga 8 Juli 1990, turnamen ke-14 ini menyuguhkan perpaduan antara pertahanan gerendel yang ketat, kejutan dari tim nonunggulan, hingga drama di partai puncak.<\/p>\n<h2>Tuan Rumah dan Peserta<\/h2>\n<p>Italia terpilih menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya setelah edisi 1934. Sebanyak 24 timnas dari berbagai konfederasi bertarung di putaran final setelah melalui proses kualifikasi yang diikuti oleh 116 negara.<\/p>\n<p>Daftar peserta <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia-1990\" title=\"piala dunia 1990\">Piala Dunia 1990<\/a> meliputi:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881843\/piala-dunia-1986-meksiko-panggung-kejayaan-diego-maradona-dan-kontroversi-tangan-tuhan\" title=\"Piala Dunia 1986 Meksiko: Panggung Kejayaan Diego Maradona dan Kontroversi Tangan Tuhan\" target=\"_blank\">Piala Dunia 1986 Meksiko: Panggung Kejayaan Diego Maradona dan Kontroversi Tangan Tuhan<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Eropa (UEFA):<\/strong> Italia (Tuan Rumah), Jerman Barat, Belanda, Inggris, Spanyol, Belgia, Yugoslavia, Cekoslowakia, Austria, Uni Soviet, Skotlandia, Swedia, Rumania, Irlandia.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Amerika Selatan (CONMEBOL):<\/strong> Argentina (Juara Bertahan), Brasil, Kolombia, Uruguay.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Amerika Utara &amp; Tengah (CONCACAF):<\/strong> Amerika Serikat, Kosta Rika.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Afrika (CAF):<\/strong> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kamerun\" title=\"Kamerun\">Kamerun<\/a>, Mesir.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Asia (AFC):<\/strong> Korea Selatan, Uni Emirat Arab.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Laga Final: Ulangan Meksiko 1986<\/h2>\n<p>Partai final Piala Dunia 1990 mempertemukan dua raksasa sepak bola, <strong>Jerman Barat<\/strong> dan <strong>Argentina<\/strong>. Laga ini merupakan ulangan final Piala Dunia 1986, namun dengan hasil yang berbeda.<\/p>\n<p>Pertandingan final digelar di <strong>Stadion Olimpico, Roma<\/strong>, pada 8 Juli 1990. Dalam laga yang berlangsung sangat ketat dan penuh tensi tinggi, Jerman Barat berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis <strong>1-0<\/strong>. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Andreas Brehme melalui titik penalti pada menit ke-85.<\/p>\n<p><strong>Hasil Final Piala Dunia 1990:<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nJerman Barat 1 &#8211; 0 Argentina<br \/>&#13;<br \/>\nPencetak Gol: Andreas Brehme (85&#8242; &#8211; Penalti)<br \/>&#13;<br \/>\nLokasi: Stadion Olimpico, Roma<\/p>\n<h2>Kisah Menarik dan Kontroversi<\/h2>\n<p>Piala Dunia 1990 dikenang bukan hanya karena taktik bertahannya, tetapi juga karena beberapa momen bersejarah dan kontroversial:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881720\/piala-dunia-1978-kemenangan-bersejarah-argentina-di-bawah-bayang-bayang-politik\" title=\"Piala Dunia 1978: Kemenangan Bersejarah Argentina di Bawah Bayang-Bayang Politik\" target=\"_blank\">Piala Dunia 1978: Kemenangan Bersejarah Argentina di Bawah Bayang-Bayang Politik<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>1. Kejutan Kamerun dan Roger Milla<\/h3>\n<p>Berdasarkan catatan sejarah, salah satu momen paling mengejutkan adalah ketika Kamerun mengalahkan juara bertahan Argentina di laga pembuka. Dipimpin oleh pemain veteran Roger Milla, &#8220;The Indomitable Lions&#8221; menjadi tim Afrika pertama yang berhasil menembus babak perempat final, sebuah pencapaian yang mengubah peta kekuatan sepak bola dunia.<\/p>\n<h3>2. Kontroversi Kartu Merah di Final<\/h3>\n<p>Laga final 1990 dianggap sebagai salah satu final yang paling tidak menarik secara estetika namun penuh drama disiplin. Argentina menjadi tim pertama yang menerima kartu merah di final Piala Dunia, bahkan langsung dua pemain sekaligus, yakni Pedro Monzon dan Gustavo Dezotti.<\/p>\n<h3>3. Air Mata Paul Gascoigne<\/h3>\n<p>Bagi pendukung Inggris, Italia &#8217;90 adalah tentang &#8220;Gazzamania&#8221;. Tangisan Paul Gascoigne setelah menerima kartu kuning di semifinal melawan Jerman Barat\u2014yang berarti ia akan absen jika Inggris lolos ke final\u2014menjadi salah satu gambar paling emosional dalam sejarah olahraga.<\/p>\n<h3>4. Rekor Gol Terendah<\/h3>\n<p>Turnamen ini juga dicatat sebagai Piala Dunia dengan rata-rata gol terendah (2,21 gol per pertandingan). Hal ini memicu FIFA untuk melakukan perubahan aturan besar-besaran setelah turnamen, termasuk pelarangan <i>back-pass<\/i> ke kiper untuk mendorong permainan yang lebih menyerang.<\/p>\n<p>Kemenangan Jerman Barat di Roma menandai gelar juara dunia ketiga mereka, sekaligus menjadi kado perpisahan yang manis sebelum penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur secara resmi di tahun yang sama.<\/p>\n<p>PENAFIAN<\/p>\n<p>Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881938\/piala-dunia-1990-drama-italia-90-dan-dominasi-jerman-barat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemain timnas Jerman Barat (dari kiri ke kanan) Andreas Brehme, Lothar Matthaeus, dan Pierre Littbarski melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Dunia 1990.(AFP\/DANIEL GARCIA) PIALA Dunia 1990, yang lebih dikenal dengan sebutan Italia &#8217;90, tetap menjadi salah satu edisi turnamen sepak bola paling ikonik dalam sejarah. Diselenggarakan di Italia pada 8 Juni hingga 8 Juli [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31100,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-31099","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31099","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31099"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31099\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}