{"id":31095,"date":"2026-04-22T04:56:29","date_gmt":"2026-04-22T04:56:29","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/tenang-apbn-indonesia-punya-pertahanan-berlapis\/"},"modified":"2026-04-22T04:56:29","modified_gmt":"2026-04-22T04:56:29","slug":"tenang-apbn-indonesia-punya-pertahanan-berlapis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/tenang-apbn-indonesia-punya-pertahanan-berlapis\/","title":{"rendered":"Tenang, APBN Indonesia Punya Pertahanan Berlapis"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>Jakarta, FaktaBerita<\/strong> \u2013 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia memiliki pertahanan berlapis untuk menghadapi berbagai gejolak ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi dan ketidakpastian ekonomi dunia.<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia saat ini masih tergolong kuat jika dibandingkan dengan standar internasional. Defisit anggaran tetap dijaga di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), sementara rasio utang pemerintah masih sekitar 40 persen dari PDB.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita lihat standar internasional, defisit kita masih di bawah 3 persen dan utang sekitar 40 persen. Jadi kondisi kita masih aman,\u201d ujar Purbaya dalam Simposium yang digelar oleh PT Sarana Multi Infrastruktur di Jakarta, Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan pemerintah juga memiliki sejumlah instrumen penyangga fiskal yang dapat digunakan jika terjadi tekanan terhadap APBN.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah saldo anggaran lebih (SAL) yang masih tersedia dalam jumlah besar. \u201cSaya masih punya sekitar Rp40 triliun dalam bentuk SAL. Jadi pertahanan APBN kita berlapis-lapis,\u201d katanya. <\/p>\n<p>Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat penerimaan negara melalui perbaikan sistem pengumpulan pajak.<\/p>\n<p>Purbaya mengungkapkan dalam dua bulan pertama tahun ini penerimaan pajak tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cIni indikasi awal bahwa tax collection kita membaik. Saya akan pertahankan sampai akhir tahun,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, pemerintah juga melakukan realokasi belanja negara agar anggaran lebih fokus pada program yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Belanja yang dinilai kurang produktif akan dikurangi, sementara program yang memiliki dampak besar terhadap sektor riil akan diprioritaskan.<\/p>\n<p>Purbaya juga menegaskan pemerintah tetap menjaga stabilitas harga energi, termasuk mempertahankan subsidi bahan bakar minyak bagi masyarakat. \u201cBBM bersubsidi tetap kita jamin sampai akhir tahun. Itu bagian dari menjaga daya beli masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan kredibilitas fiskal menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor global terhadap Indonesia.<\/p>\n<p>Menurutnya, ketika investor melihat kebijakan fiskal yang disiplin dan kredibel, biaya pendanaan negara akan lebih rendah dan arus investasi akan semakin kuat.<\/p>\n<p>\u201cDi ekonomi modern c<em>redibility is everything<\/em>. Kalau Indonesia dianggap kredibel, <em>yield <\/em>akan turun, <em>cost<\/em> dana lebih murah, dan investor akan masuk,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dengan berbagai lapisan perlindungan fiskal tersebut, pemerintah optimistis APBN tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan nasional di tengah dinamika global.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.topbusiness.id\/127238\/tenang-apbn-indonesia-punya-pertahanan-berlapis.html\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, FaktaBerita \u2013 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia memiliki pertahanan berlapis untuk menghadapi berbagai gejolak ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi dan ketidakpastian ekonomi dunia. Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia saat ini masih tergolong kuat jika dibandingkan dengan standar internasional. Defisit anggaran tetap dijaga di bawah 3 persen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31096,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,5],"tags":[],"class_list":["post-31095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31095"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31095\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31096"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}