{"id":31091,"date":"2026-04-22T04:50:07","date_gmt":"2026-04-22T04:50:07","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/paus-leo-tegur-penggunaan-agama-untuk-justifikasi-perang-iran\/"},"modified":"2026-04-22T04:50:07","modified_gmt":"2026-04-22T04:50:07","slug":"paus-leo-tegur-penggunaan-agama-untuk-justifikasi-perang-iran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/paus-leo-tegur-penggunaan-agama-untuk-justifikasi-perang-iran\/","title":{"rendered":"Paus Leo Tegur Penggunaan Agama untuk Justifikasi Perang Iran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/22\/1776832379_beaef71ff199b45c4681.jpg\" alt=\"Paus Leo Tegur Penggunaan Agama untuk Justifikasi Perang Iran\"\/><figcaption>Paus Leo XIV.(Al Jazeera)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PEMIMPIN Gereja Katolik, Paus Leo, mengeluarkan peringatan keras terhadap penggunaan agama sebagai alat untuk membenarkan kekerasan. Pernyataan ini dinilai sebagai teguran terselubung terhadap retorika pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/donald-trump\" title=\"Donald Trump\">Donald Trump<\/a> terkait perang yang sedang berlangsung dengan Iran.<\/p>\n<p>&#8220;Tanpa perubahan arah dalam pengambilan tanggung jawab politik, dan tanpa menghormati lembaga serta perjanjian internasional, nasib umat manusia berisiko terancam secara tragis,&#8221; ujar Paus kelahiran Amerika tersebut pada Selasa (21\/4).<\/p>\n<p>Paus menegaskan bahwa nama Tuhan tidak boleh dinodai oleh ambisi dominasi atau diskriminasi. &#8220;Tuhan tidak menginginkan ini. Di atas segalanya, nama-Nya tidak boleh pernah digunakan untuk membenarkan pilihan dan tindakan yang menyebabkan kematian,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/879292\/presiden-iran-pezeshkian-kutuk-penghinaan-trump-terhadap-paus-leo-xiv\" title=\"Presiden Iran Pezeshkian Kutuk Penghinaan Trump terhadap Paus Leo XIV\" target=\"_blank\">Presiden Iran Pezeshkian Kutuk Penghinaan Trump terhadap Paus Leo XIV<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Retorika Keagamaan di Pentagon<\/h3>\n<p>Ketegangan antara <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/vatikan\" title=\"Vatikan\">Vatikan<\/a> dan Gedung Putih meningkat setelah Menteri Pertahanan AS, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pete-hegseth\" title=\"Pete Hegseth\">Pete Hegseth<\/a>, berulang kali membawa narasi Kekristenan dalam konteks militer. Pada Maret lalu, Hegseth mengeklaim bahwa Tuhan berpihak pada AS dalam konflik melawan Iran.<\/p>\n<p>Dalam kebaktian doa di Pentagon, Hegseth bahkan memohon agar setiap peluru mengenai sasaran dan meminta agar jiwa-jiwa jahat\u00a0musuh diserahkan kepada kutukan kekal. Ia juga sempat mengkritik jurnalis dengan membandingkan mereka sebagai kelompok orang Farisi\u00a0dari Perjanjian Baru.<\/p>\n<p>Komentar tersebut memicu kecaman dari ahli konstitusi yang menganggapnya sebagai pelanggaran batas antara gereja dan negara. Bahkan tokoh media sayap kanan, Steve Bannon, menyarankan agar Pentagon lebih fokus pada pengarahan militer daripada referensi Alkitabiah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/880985\/paus-leo-bantah-sengaja-sindir-trump-bukan-kepentingan-saya-untuk-berdebat\" title=\"Paus Leo Bantah Sengaja Sindir Trump: Bukan Kepentingan Saya untuk Berdebat\" target=\"_blank\">Paus Leo Bantah Sengaja Sindir Trump: Bukan Kepentingan Saya untuk Berdebat<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Perselisihan Vatikan dan Gedung Putih<\/h3>\n<p>Hubungan diplomatik antara Vatikan dan Washington kian memanas setelah Presiden Donald Trump melontarkan kritik tajam sepanjang 334 kata terhadap Paus Leo. Trump menyebut Paus buruk untuk kebijakan luar negeri\u00a0dan menuduhnya mendukung kepemilikan senjata nuklir oleh Iran. Klaim itu tidak pernah dinyatakan oleh Paus.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin: 20px 0;\"><strong>Respons Paus Leo:<\/strong><\/p>\n<p>Menanggapi tekanan dari Gedung Putih dan peringatan Wakil Presiden JD Vance agar berhati-hati\u00a0dalam masalah teologi, Paus Leo menegaskan posisinya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak takut pada pemerintahan Trump\u00a0atau berbicara lantang tentang pesan Injil. Itu tugas saya dan tugas Gereja di sini,&#8221; tegas Uskup Roma tersebut.<\/p>\n<\/div>\n<p>Paus sebelumnya juga mengecam ancaman Trump untuk memusnahkan peradaban di Iran sebagai tindakan yang benar-benar tidak dapat diterima. Melalui platform X, ia menuliskan bahwa Tuhan menolak doa orang-orang yang mengobarkan peperangan.<\/p>\n<p>Di tengah eskalasi retorika ini, sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat sebenarnya menentang keterlibatan lebih jauh dalam perang dengan Iran. Ini\u00a0mencerminkan jurang pemisah antara kebijakan pemerintah dan aspirasi publik.\u00a0(The Independent\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/882150\/paus-leo-tegur-penggunaan-agama-untuk-justifikasi-perang-iran\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paus Leo XIV.(Al Jazeera) PEMIMPIN Gereja Katolik, Paus Leo, mengeluarkan peringatan keras terhadap penggunaan agama sebagai alat untuk membenarkan kekerasan. Pernyataan ini dinilai sebagai teguran terselubung terhadap retorika pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump terkait perang yang sedang berlangsung dengan Iran. &#8220;Tanpa perubahan arah dalam pengambilan tanggung jawab politik, dan tanpa menghormati lembaga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31092,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-31091","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31091","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31091"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31091\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}