{"id":31019,"date":"2026-04-22T01:58:46","date_gmt":"2026-04-22T01:58:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/terungkap-motif-penembak-piramida-teotihuacan-terobsesi-tragedi-columbine-dan-ritual-pengorbanan-kuno\/"},"modified":"2026-04-22T01:58:46","modified_gmt":"2026-04-22T01:58:46","slug":"terungkap-motif-penembak-piramida-teotihuacan-terobsesi-tragedi-columbine-dan-ritual-pengorbanan-kuno","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/22\/terungkap-motif-penembak-piramida-teotihuacan-terobsesi-tragedi-columbine-dan-ritual-pengorbanan-kuno\/","title":{"rendered":"Terungkap Motif Penembak Piramida Teotihuac\u00e1n, Terobsesi Tragedi Columbine dan Ritual Pengorbanan Kuno"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/22\/1776822553_507b15f1f02b8a00a996.jpg\" alt=\"Terungkap! Motif Penembak Piramida Teotihuac\u00e1n, Terobsesi Tragedi Columbine dan Ritual Pengorbanan Kuno\"\/><figcaption>Investigasi penembakan Teotihuac\u00e1n mengungkap pelaku Julio C\u00e9sar Jasso Ram\u00edrez terobsesi dengan penembakan Columbine dan ritual pengorbanan manusia.(AFP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>INVESTIGASI terbaru terkait penembakan maut di Piramida Teotihuac\u00e1n, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/meksiko\" title=\"Meksiko\">Meksiko<\/a>, mengungkap fakta mengerikan di balik sosok pelaku. Julio C\u00e9sar Jasso Ram\u00edrez, 27, pria bersenjata yang menewaskan seorang turis Kanada dan melukai 13 orang lainnya pada Senin (20\/4), ternyata terobsesi pada tragedi penembakan sekolah Columbine di Amerika Serikat serta ritual pengorbanan manusia kuno.<\/p>\n<p>Jaksa Agung Negara Bagian Meksiko, Jos\u00e9 Luis Cervantes Mart\u00ednez, mengungkapkan Ram\u00edrez, yang merupakan warga Mexico City, telah merencanakan aksi ini dengan sangat matang. Ia melakukan kunjungan awal ke situs arkeologi tersebut berkali-kali dan menginap di hotel terdekat sebelum melancarkan aksinya.<\/p>\n<p>Penyelidikan awal menunjukkan adanya hubungan kuat antara waktu serangan dengan peringatan 27 tahun tragedi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penembakan-massal\" title=\"penembakan massal\">penembakan massal<\/a> di SMA Columbine, Colorado, yang terjadi tahun 1999.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/881606\/1-turis-kanada-tewas-dalam-penembakan-mengerikan-di-situs-piramida-teotihuacn-meksiko\" title=\"1 Turis Kanada Tewas dalam Penembakan Mengerikan di Situs Piramida Teotihuac\u00e1n Meksiko\" target=\"_blank\">1 Turis Kanada Tewas dalam Penembakan Mengerikan di Situs Piramida Teotihuac\u00e1n Meksiko<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Bukti yang dikumpulkan&#8230; mengungkapkan profil psikopat dari penyerang, yang ditandai dengan kecenderungan untuk meniru situasi yang terjadi di tempat lain pada waktu lain oleh orang lain,&#8221; ujar Cervantes dalam konferensi pers, Selasa (21\/4\/2026).<\/p>\n<p>Media lokal melaporkan bahwa otoritas menemukan gambar hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) di antara barang pribadi pelaku yang menampilkan sosok Ram\u00edrez bersanding dengan Eric Harris dan Dylan Klebold, pelaku penembakan Columbine. Bahkan, kaos yang dikenakan Ram\u00edrez saat beraksi dilaporkan sangat mirip dengan yang dikenakan oleh para penyerang Columbine.<\/p>\n<h2>Tempat Pengorbanan, Bukan Tempat Foto<\/h2>\n<p>Lokasi penembakan, yakni situs warisan prasejarah Teotihuac\u00e1n, diduga dipilih pelaku karena obsesinya terhadap sejarah pengorbanan manusia oleh peradaban pra-Kolumbus. Kesaksian para wisatawan yang terjebak dalam &#8220;14 menit horor&#8221; tersebut menggambarkan kengerian yang mereka alami.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/638159\/penembakan-massal-tewaskan-12-orang-pengunjung-pesta-pra-natal-di-meksiko\" title=\"Penembakan Massal Tewaskan 12 Orang Pengunjung Pesta Pra-Natal di Meksiko\" target=\"_blank\">Penembakan Massal Tewaskan 12 Orang Pengunjung Pesta Pra-Natal di Meksiko<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Jacqueline Gutierrez, seorang turis asal Amerika Serikat yang berada di lokasi saat kejadian, menceritakan interaksinya dengan pelaku kepada media Milenio.<\/p>\n<p>&#8220;Salah satu hal yang dia katakan kepada kami adalah ini adalah tempat untuk pengorbanan, bukan untuk foto-foto kecil kalian&#8230; dan bahwa ini adalah peringatan pembantaian Columbine,&#8221; ujar Gutierrez.<\/p>\n<p>Gutierrez menambahkan mereka tidak bisa melarikan diri karena berada di atas piramida. Menurut kesaksiannya, pelaku juga mengeklaim telah merencanakan serangan ini selama tiga tahun.<\/p>\n<h2>Aksi Tunggal Tanpa Jaringan Kriminal<\/h2>\n<p>Penyidik memastikan bahwa Ram\u00edrez bertindak sendirian tanpa bantuan pihak lain atau jaringan kriminal. Di lokasi kejadian, polisi menemukan berbagai literatur yang memuja aksi kekerasan dan tokoh-tokoh yang terhubung dengan jenis kejahatan serupa.<\/p>\n<p>Aksi ini berakhir setelah pelaku memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri di lokasi kejadian setelah sempat terlibat kontak tembak dengan petugas keamanan. (AFP\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/882089\/terungkap-motif-penembak-piramida-teotihuacn-terobsesi-tragedi-columbine-dan-ritual-pengorbanan-kuno\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investigasi penembakan Teotihuac\u00e1n mengungkap pelaku Julio C\u00e9sar Jasso Ram\u00edrez terobsesi dengan penembakan Columbine dan ritual pengorbanan manusia.(AFP) INVESTIGASI terbaru terkait penembakan maut di Piramida Teotihuac\u00e1n, Meksiko, mengungkap fakta mengerikan di balik sosok pelaku. Julio C\u00e9sar Jasso Ram\u00edrez, 27, pria bersenjata yang menewaskan seorang turis Kanada dan melukai 13 orang lainnya pada Senin (20\/4), ternyata terobsesi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31020,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-31019","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31019"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31019\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}