{"id":30842,"date":"2026-04-21T15:37:42","date_gmt":"2026-04-21T15:37:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/21\/13-dampak-sering-menahan-kencing\/"},"modified":"2026-04-21T15:37:42","modified_gmt":"2026-04-21T15:37:42","slug":"13-dampak-sering-menahan-kencing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/21\/13-dampak-sering-menahan-kencing\/","title":{"rendered":"13 Dampak Sering Menahan Kencing"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/21\/1776785359_1b24c791b73a107fd78c.jpg\" alt=\"13 Dampak Sering Menahan Kencing\"\/><figcaption>Berikut Dampak Sering Menahan Kencing(freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sering-menahan-kencing\" title=\"Sering Menahan Kencing\">SERING menahan kencing<\/a> adalah kebiasaan menunda buang air kecil meskipun tubuh sudah memberi sinyal ingin berkemih. Biasanya dilakukan karena kesibukan, malas ke toilet, atau kondisi tertentu.<\/p>\n<p>Saat kandung kemih penuh, tubuh sebenarnya memberi tanda bahwa urin perlu segera dikeluarkan. Jika kebiasaan ini sering dilakukan, kandung kemih dipaksa menahan cairan lebih lama dari yang seharusnya.<\/p>\n<h3><strong>1. Infeksi Saluran Kemih<\/strong><\/h3>\n<p>Menahan kencing terlalu lama bisa meningkatkan risiko Infeksi Saluran Kemih karena bakteri berkembang di urin yang tertahan.<\/p>\n<h3><strong>2. Nyeri Kandung Kemih<\/strong><\/h3>\n<p>Kandung kemih yang terus menahan penuh bisa menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman.<\/p>\n<h3><strong>3. Gangguan Fungsi Kandung Kemih<\/strong><\/h3>\n<p>Kebiasaan ini bisa membuat kandung kemih kehilangan sensitivitas terhadap rasa ingin buang air kecil.<\/p>\n<h3><strong>4. Batu Kandung Kemih<\/strong><\/h3>\n<p>Endapan mineral dapat terbentuk dan menyebabkan Batu Kandung Kemih.<\/p>\n<h3><strong>5. Risiko Infeksi Ginjal<\/strong><\/h3>\n<p>Jika infeksi menyebar, bisa menyebabkan Infeksi Ginjal yang lebih serius.<\/p>\n<h3><strong>6. Inkontinensia Urin<\/strong><\/h3>\n<p>Kandung kemih bisa melemah dan menyebabkan sulit menahan kencing di kemudian hari.<\/p>\n<h3><strong>7. Retensi Urin<\/strong><\/h3>\n<p>Kondisi di mana urin sulit dikeluarkan meskipun kandung kemih penuh.<\/p>\n<h3><strong>8. Peregangan Berlebihan Kandung Kemih<\/strong><\/h3>\n<p>Kandung kemih bisa terlalu meregang sehingga fungsinya menurun.<\/p>\n<h3><strong>9. Nyeri Perut Bawah<\/strong><\/h3>\n<p>Tekanan dari kandung kemih penuh dapat menyebabkan sakit di bagian perut bawah.<\/p>\n<h3><strong>10. Risiko Kerusakan Ginjal<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam kasus parah, tekanan balik bisa memengaruhi fungsi ginjal.<\/p>\n<h3><strong>11. Bau Urin Lebih Menyengat<\/strong><\/h3>\n<p>Urin yang terlalu lama tertahan bisa menjadi lebih pekat dan berbau tajam.<\/p>\n<h3><strong>12. Ketidaknyamanan Saat Buang Air Kecil<\/strong><\/h3>\n<p>Bisa menyebabkan rasa perih atau tidak nyaman saat akhirnya buang air kecil.<\/p>\n<h3><strong>13. Menurunnya Kualitas Hidup<\/strong><\/h3>\n<p>Rasa tidak nyaman yang sering muncul bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Sering menahan kencing dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari infeksi hingga masalah pada ginjal. Oleh karena itu, penting untuk tidak menunda buang air kecil. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, siloamhospital<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/882000\/13-dampak-sering-menahan-kencing\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Dampak Sering Menahan Kencing(freepik) SERING menahan kencing adalah kebiasaan menunda buang air kecil meskipun tubuh sudah memberi sinyal ingin berkemih. Biasanya dilakukan karena kesibukan, malas ke toilet, atau kondisi tertentu. Saat kandung kemih penuh, tubuh sebenarnya memberi tanda bahwa urin perlu segera dikeluarkan. Jika kebiasaan ini sering dilakukan, kandung kemih dipaksa menahan cairan lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30843,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-30842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30842"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30842\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}