{"id":30808,"date":"2026-04-21T13:41:44","date_gmt":"2026-04-21T13:41:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/21\/piala-dunia-1986-meksiko-panggung-kejayaan-diego-maradona-dan-kontroversi-tangan-tuhan\/"},"modified":"2026-04-21T13:41:44","modified_gmt":"2026-04-21T13:41:44","slug":"piala-dunia-1986-meksiko-panggung-kejayaan-diego-maradona-dan-kontroversi-tangan-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/21\/piala-dunia-1986-meksiko-panggung-kejayaan-diego-maradona-dan-kontroversi-tangan-tuhan\/","title":{"rendered":"Piala Dunia 1986 Meksiko Panggung Kejayaan Diego Maradona dan Kontroversi Tangan Tuhan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/21\/1776767082_21a964624924adb239a1.jpg\" alt=\"Piala Dunia 1986 Meksiko: Panggung Kejayaan Diego Maradona dan Kontroversi Tangan Tuhan\"\/><figcaption>Bintang timnas Argentina Diego Maradona mencium trofi Piala Dunia usai tim Tango menjadi juara Piala Dunia 1986.(AFP\/DOMINIQUE FAGET)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia\" title=\"piala dunia\">PIALA Dunia<\/a> 1986, yang diselenggarakan di Meksiko, tetap dikenang sebagai salah satu turnamen paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Edisi ke-13 ini menjadi saksi bisu bagaimana talenta individu luar biasa dari Diego Armando Maradona membawa Argentina meraih tahta tertinggi sepak bola dunia.<\/p>\n<h2>Tuan Rumah dan Peserta<\/h2>\n<p>Meksiko terpilih menjadi tuan rumah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia-1986\" title=\"piala dunia 1986\">Piala Dunia 1986<\/a>, menjadikannya negara pertama yang menyelenggarakan turnamen ini sebanyak dua kali (sebelumnya pada 1970). Turnamen berlangsung dari 31 Mei hingga 29 Juni 1986.<\/p>\n<p>Sebanyak 24 negara berpartisipasi dalam putaran final setelah melalui proses kualifikasi yang melibatkan 121 negara. Berikut adalah daftar peserta Piala Dunia 1986:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881720\/piala-dunia-1978-kemenangan-bersejarah-argentina-di-bawah-bayang-bayang-politik\" title=\"Piala Dunia 1978: Kemenangan Bersejarah Argentina di Bawah Bayang-Bayang Politik\" target=\"_blank\">Piala Dunia 1978: Kemenangan Bersejarah Argentina di Bawah Bayang-Bayang Politik<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Eropa (UEFA):<\/strong> Italia, Jerman Barat, Polandia, Prancis, Spanyol, Inggris, Uni Soviet, Denmark, Skotlandia, Portugal, Bulgaria, Hungaria, Irlandia Utara, Belgia.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Amerika Selatan (CONMEBOL):<\/strong> Argentina, Brasil, Uruguay, Paraguay.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Amerika Utara &amp; Tengah (CONCACAF):<\/strong> Meksiko (Tuan Rumah), Kanada.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Afrika (CAF):<\/strong> Aljazair, Maroko.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Asia (AFC):<\/strong> Korea Selatan, Irak.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Laga Final dan Hasil Pertandingan<\/h2>\n<p>Pertandingan final mempertemukan dua kekuatan besar dunia, yaitu <strong>Argentina<\/strong> melawan <strong>Jerman Barat<\/strong>. Laga puncak ini digelar di <strong>Stadion Azteca<\/strong>, Kota Meksiko, di hadapan lebih dari 114.000 penonton.<\/p>\n<p>Argentina berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Jerman Barat dengan skor tipis <strong>3-2<\/strong>. Gol kemenangan Argentina dicetak oleh Jose Luis Brown, Jorge Valdano, dan Jorge Burruchaga. Sementara Jerman Barat sempat memberikan perlawanan sengit melalui gol Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi Voller.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin: 20px 0;\"><strong>Detail Final Piala Dunia 1986:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\"><strong>Juara<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Argentina (Gelar ke-2)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\"><strong>Runner-up<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Jerman Barat<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\"><strong>Skor Akhir<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">3 &#8211; 2<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\"><strong>Lokasi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Stadion Azteca, Meksiko<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2>Kisah Menarik dan Kontroversi: &#8220;Tangan Tuhan&#8221;<\/h2>\n<p>Piala Dunia 1986 tidak mungkin dibahas tanpa menyebut laga perempat final antara Argentina melawan Inggris. Dalam pertandingan tersebut, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/diego-maradona\" title=\"Diego Maradona\">Diego Maradona<\/a> menciptakan dua gol yang paling banyak dibicarakan dalam sejarah sepak bola:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/719463\/argentina-vs-peru-tim-tango-menang-tipis\" title=\"Argentina vs Peru, Tim Tango Menang Tipis\" target=\"_blank\">Argentina vs Peru, Tim Tango Menang Tipis<\/a><\/strong><\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Gol &#8220;Tangan Tuhan&#8221; (Hand of God):<\/strong> Maradona mencetak gol menggunakan tangannya saat berduel udara dengan kiper Inggris, Peter Shilton. Wasit tidak melihat pelanggaran tersebut dan mengesahkan gol. Usai laga, Maradona menyebut gol itu dicetak &#8220;sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan&#8221;.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Gol Abad Ini (Goal of the Century):<\/strong> Hanya berselang empat menit setelah gol pertama, Maradona menggiring bola dari tengah lapangan, melewati lima pemain Inggris, dan menaklukkan kiper untuk mencetak gol yang kemudian dinobatkan sebagai gol terbaik sepanjang masa.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Selain aksi Maradona, turnamen ini juga mencatat sejarah bagi Maroko yang menjadi tim Afrika pertama yang berhasil menjuarai grup di putaran final Piala Dunia dan lolos ke babak sistem gugur.<\/p>\n<p>Kemenangan Argentina di Meksiko mengukuhkan posisi mereka sebagai kekuatan sepak bola dunia dan menempatkan Diego Maradona dalam jajaran legenda abadi olahraga ini.<\/p>\n<p>PENAFIAN<\/p>\n<p>Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881843\/piala-dunia-1986-meksiko-panggung-kejayaan-diego-maradona-dan-kontroversi-tangan-tuhan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bintang timnas Argentina Diego Maradona mencium trofi Piala Dunia usai tim Tango menjadi juara Piala Dunia 1986.(AFP\/DOMINIQUE FAGET) PIALA Dunia 1986, yang diselenggarakan di Meksiko, tetap dikenang sebagai salah satu turnamen paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Edisi ke-13 ini menjadi saksi bisu bagaimana talenta individu luar biasa dari Diego Armando Maradona membawa Argentina meraih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30809,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-30808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30808"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30808\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}