{"id":30683,"date":"2026-04-21T08:34:33","date_gmt":"2026-04-21T08:34:33","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/21\/piala-dunia-1966-kemenangan-inggris-dan-kontroversi-gol-hantu\/"},"modified":"2026-04-21T08:34:33","modified_gmt":"2026-04-21T08:34:33","slug":"piala-dunia-1966-kemenangan-inggris-dan-kontroversi-gol-hantu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/21\/piala-dunia-1966-kemenangan-inggris-dan-kontroversi-gol-hantu\/","title":{"rendered":"Piala Dunia 1966 Kemenangan Inggris dan Kontroversi Gol Hantu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/21\/1776731554_a01a579e7284f1ce578e.jpg\" alt=\"Piala Dunia 1966: Kemenangan Inggris dan Kontroversi Gol Hantu\"\/><figcaption>Kapten timnas Inggris Bobby Moore mengangkat trofi Jules Rimet usai The Three Lions menjadi juara Piala Dunia 1966(AFP)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia\" title=\"piala dunia\">PIALA Dunia<\/a> FIFA 1966 menjadi salah satu edisi paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Sebagai turnamen kedelapan, ajang ini menandai pertama kalinya Inggris, negara yang dianggap sebagai tempat lahirnya sepak bola modern, bertindak sebagai tuan rumah sekaligus keluar sebagai juara untuk pertama kalinya.<\/p>\n<h3>Tuan Rumah dan Peserta<\/h3>\n<p>Turnamen ini diselenggarakan di <strong>Inggris<\/strong> pada 11 hingga 30 Juli 1966. Sebanyak 16 timnas berpartisipasi setelah melalui babak kualifikasi yang diikuti 70 negara. Namun, edisi ini sempat diwarnai aksi boikot oleh negara-negara Afrika karena kebijakan FIFA yang mengharuskan pemenang zona Afrika bertanding lagi melawan pemenang zona Asia atau Oseania untuk mendapatkan satu tiket final.<\/p>\n<p>Berikut adalah daftar 16 peserta <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia-1966\" title=\"piala dunia 1966\">Piala Dunia 1966<\/a>:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881620\/piala-dunia-1962-dominasi-brasil-di-tengah-kerasnya-rumput-cili\" title=\"Piala Dunia 1962: Dominasi Brasil di Tengah Kerasnya Rumput Cili\" target=\"_blank\">Piala Dunia 1962: Dominasi Brasil di Tengah Kerasnya Rumput Cili<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Eropa:<\/strong> Inggris (Tuan Rumah), Jerman Barat, Uni Soviet, Portugal, Hungaria, Uni Soviet, Italia, Spanyol, Swiss, Prancis, Bulgaria.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Amerika Selatan:<\/strong> Brasil (Juara Bertahan), Argentina, Uruguay, Cili.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Amerika Utara &amp; Tengah:<\/strong> Meksiko.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Asia:<\/strong> Korea Utara.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h3>Laga Final di Stadion Wembley<\/h3>\n<p>Pertandingan final yang legendaris digelar pada 30 Juli 1966 di <strong>Stadion Wembley, London<\/strong>. Laga ini mempertemukan tuan rumah <strong>Inggris melawan Jerman Barat<\/strong> di hadapan sekitar 96.000 penonton.<\/p>\n<p>Hasil akhir pertandingan adalah <strong>4-2 untuk kemenangan Inggris<\/strong> melalui perpanjangan waktu (extra time), setelah bermain imbang 2-2 dalam waktu normal. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/geoff-hurst\" title=\"Geoff Hurst\">Geoff Hurst<\/a> menjadi bintang dengan mencetak <em>hat-trick<\/em>, yang hingga kini tetap menjadi salah satu pencapaian individu paling dikenang di final Piala Dunia.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; border-left: 5px solid #007bff; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Statistik Final 1966:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\"><strong>Skor Akhir<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Inggris 4 &#8211; 2 Jerman Barat (AET)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\"><strong>Pencetak Gol Inggris<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Geoff Hurst (18&#8242;, 101&#8242;, 120&#8242;), Martin Peters (78&#8242;)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\"><strong>Pencetak Gol Jerman<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border-bottom: 1px solid #ddd;\">Helmut Haller (12&#8242;), Wolfgang Weber (89&#8242;)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Kisah Menarik dan Kontroversi &#8220;Gol Hantu&#8221;<\/h3>\n<p>Piala Dunia 1966 tidak lepas dari drama yang terus diperdebatkan hingga puluhan tahun kemudian. Berikut adalah beberapa poin pentingnya:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881603\/piala-dunia-1958-lahirnya-legenda-pele-dan-dominasi-awal-brasil\" title=\"Piala Dunia 1958: Lahirnya Legenda Pele dan Dominasi Awal Brasil\" target=\"_blank\">Piala Dunia 1958: Lahirnya Legenda Pele dan Dominasi Awal Brasil<\/a><\/strong><\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kontroversi Gol Geoff Hurst:<\/strong> Pada masa perpanjangan waktu, tendangan Hurst mengenai bagian bawah mistar gawang, memantul ke bawah, dan keluar kembali. Wasit Gottfried Dienst asal Swiss mengesahkan gol tersebut setelah berkonsultasi dengan hakim garis Tofiq Bahramov. Hingga kini, teknologi modern menunjukkan indikasi bahwa bola belum sepenuhnya melewati garis gawang, yang memicu istilah &#8220;Gol Hantu&#8221;.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pencurian Trofi Jules Rimet:<\/strong> Beberapa bulan sebelum turnamen dimulai, trofi Piala Dunia sempat dicuri saat dipamerkan di London. Beruntung, trofi tersebut ditemukan oleh seekor anjing bernama <strong>Pickles<\/strong> yang menemukannya terbungkus koran di bawah pagar taman.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kejutan Korea Utara:<\/strong> Tim debutan Korea Utara menciptakan kejutan terbesar dengan mengalahkan raksasa Italia 1-0 di fase grup, yang membuat Italia tersingkir secara memalukan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Eusebio dan Portugal:<\/strong> Legenda Portugal, Eusebio, menjadi pencetak gol terbanyak (Top Scorer) dengan 9 gol, membawa negaranya meraih posisi ketiga setelah mengalahkan Uni Soviet.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Kemenangan di Piala Dunia 1966 tetap menjadi satu-satunya gelar juara dunia yang pernah diraih Inggris hingga saat ini, menjadikannya momen paling sakral dalam sejarah olahraga Britania Raya.<\/p>\n<p>PENAFIAN<\/p>\n<p>Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881646\/piala-dunia-1966-kemenangan-inggris-dan-kontroversi-gol-hantu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kapten timnas Inggris Bobby Moore mengangkat trofi Jules Rimet usai The Three Lions menjadi juara Piala Dunia 1966(AFP) PIALA Dunia FIFA 1966 menjadi salah satu edisi paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Sebagai turnamen kedelapan, ajang ini menandai pertama kalinya Inggris, negara yang dianggap sebagai tempat lahirnya sepak bola modern, bertindak sebagai tuan rumah sekaligus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30684,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-30683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30683"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30683\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}